News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengalaman Manis Kapten Fachruddin Aryanto di Hanoi: Lolos ke Final Piala AFF

Timnas optimistis raih hasil manis di Hanoi. Indonesia yakin maju ke final Piala AFF 2022 dengan mengatasi Vietnam pada leg kedua semifinal, seperti pada 2016.
Senin, 9 Januari 2023 - 15:31 WIB
Fachruddin Aryanto punya kenangan atasi Vietnam di Piala AFF 2016.
Sumber :
  • PSSI

tvOnenews.com – Timnas optimistis raih hasil manis di Hanoi. Indonesia yakin maju ke final Piala AFF 2022 dengan mengatasi Vietnam pada leg kedua semifinal, seperti pada 2016.

Beban psikologis lebih memberat pada Vietnam ketimbang tim nasional (timnas) sepakbola Indonesia saat memasuki leg kedua semifinal Piala AFF 2022. Hasil imbang 0-0 pada laga pertama jadi hitungan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan sistem skor agregat gol kandang-tandang, Indonesia akan berada di pihak yang beruntung bila dapat membuat minimal satu gol lagi jika imbang di Vietnam pada Senin (09/01/2022) malam.

Produktivitas gol di rumah lawan bermakna keunggulan bagi Indonesia setelah Vietnam tidak mampu membuat gol di Jakarta.

 

Menatap Laga Puncak Piala AFF

Media Vietnam sudah mengingatkan publik pada trauma Piala AFF 2016. Setelah kalah 1-2 di Jakarta, Pasukan Vietcong menyiapkan pembalasan di Hanoi pada leg kedua semifinal.

Tapi Indonesia justru unggul lebih dulu lagi dengan gol Stefano Lilipaly pada menit 54.

Dalam keadaan berat lantaran sudah terpaut 3-1 secara agregat, Vietnam butuh dua gol untuk dapat mengimbangi Indonesia. Usaha tim tuan rumah menjanjikan hasil setelah Vu Van Thanh menyamakan skor pada menit 83.

Wasit lantas memberi tambahan waktu hingga Vietnam dapat meraih gol krusial lagi pada menit 90+3. Gol Vu Minh Tuan mengubah hasil secara dramatis, 2-1. Skor agregat 3-3, pertandingan berlanjut ke babak tambahan.

Keberuntungan anak-anak Paman Ho berakhir pada extra time. Indonesia mencetak gol lagi pada menit 97 melalui eksekusi Manahati Lestusen.  

Tak ada perubahan lain, skor imbang 2-2. Dengan hitungan skor agregat dari dua pertandingan, Timnas unggul 4-3 atas Vietnam.

 

Kenangan Fachruddin Aryanto

Tanpa perlu menghitung keunggulan produktivitas gol tandang, Indonesia sudah memegang skor 4-3 secara keseluruhan. Pasukan Garuda meluncur ke final Piala AFF 2016.

Enam tahun berlalu, pasukan utusan PSSI dalam posisi lebih ringan untuk mengejar minimal hasil imbang dengan gol. Anak-anak Ibu Pertiwi akan lolos ke final jika imbang dengan berapa pun jumlah gol karena aturan produktivitas gol tandang.

Akankah skor 2-2 terulang di Stadion My Dinh? Kenangan indah masih tersimpan dalam benak kapten Timnas Indonesia, Fachruddin Aryanto.

Dari seluruh awak pasukan mendiang pelatih Alfred Riedl yang bertarung di Piala AFF 2016, kini tersisa dua orang. Bek tengah Fachruddin Aryanto tidak tampil pada leg pertama di Jakarta tapi ia bermain penuh pada leg kedua di Hanoi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain Fachruddin yang kini menjabat kapten, ada pula Hansamu Yama Pranata yang bermain dalam dua laga semifinal. Hansamu bahkan membuat gol pembuka saat menang 2-1 di Jakarta.

Bisakah Fachruddin Aryanto dan Hansamu mengulang kenangan manis pada 2016 dan membawa Indonesia lolos ke final Piala AFF 2022? "Leg kedua, kita masih fight untuk melaju ke final," tegas Fachruddin tanpa basa-basi. (raw)

Klasemen
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kasus Importasi Bea Cukai, KPK Ungap Motif 'Kongkalkong' Terkait Masuknya Barang Ilegal

Kasus Importasi Bea Cukai, KPK Ungap Motif 'Kongkalkong' Terkait Masuknya Barang Ilegal

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut barang kawe atau ilegal bisa masuk ke Indonesia karena adanya 'kongkalikong' antara PT Blueray dengan pegawai Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Jam Tangan Mewah Hingga Logam Mulia 5,3 Kilogram Jadi Barang Bukti Kasus Importasi Bea Cukai

Jam Tangan Mewah Hingga Logam Mulia 5,3 Kilogram Jadi Barang Bukti Kasus Importasi Bea Cukai

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sejumlah barang bukti senilai Rp 40,5 miliar di kasus dugaan korupsi terkait importasi barang di Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC).
Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Sedekah menjadi amalan sunnah yang sang dianjurkan oleh para ulama. Syekh Ali Jaber pun pernah menjelaskan hal tersebut.
Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Komika Pandji Pragiwaksono menegaskan dirinya tidak melakukan penistaan agama dalam materi stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Rumah Tangga di Ujung Tanduk, Inara Rusli Siap Relakan Insanul Fahmi Kembali ke Wardatina Mawa

Rumah Tangga di Ujung Tanduk, Inara Rusli Siap Relakan Insanul Fahmi Kembali ke Wardatina Mawa

Pernikahan siri Inara Rusli dan Insanul Fahmi dikabarkan di ujung tanduk. Inara mengaku siap berpisah jika suaminya kembali ke istri sahnya, Wardatina Mawa.
Perpolitikan Indonesia Diprediksi Stabil di 2026, Pakar Ingatkan Tantangan Ekonomi yang Menantang

Perpolitikan Indonesia Diprediksi Stabil di 2026, Pakar Ingatkan Tantangan Ekonomi yang Menantang

Pengamat politik Hendri Satrio (Hensa) menilai kondisi perpolitikan Indonesia di tahun 2026 masih dalam kategori stabil.
background

Pekan ke-20

Trending

Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Sedekah menjadi amalan sunnah yang sang dianjurkan oleh para ulama. Syekh Ali Jaber pun pernah menjelaskan hal tersebut.
Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Komika Pandji Pragiwaksono menegaskan dirinya tidak melakukan penistaan agama dalam materi stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Sosok John Field Bos Blueray Cargo yang Kabur Saat OTT KPK, Diduga Setor Rp7 Miliar per Bulan ke Oknum Bea Cukai

Sosok John Field Bos Blueray Cargo yang Kabur Saat OTT KPK, Diduga Setor Rp7 Miliar per Bulan ke Oknum Bea Cukai

Ia ditetapkan sebagai salah satu tersangka utama kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang kualitas rendah (KW) yang masuk ke Indonesia tanpa pemeriksaan fisik.
Profil Blueray Cargo, Perusahaan Jasa Impor yang Terseret OTT KPK, Bosnya Kini Buron Usai Diduga Setor 'Jatah' Rp7 M ke Bea Cukai

Profil Blueray Cargo, Perusahaan Jasa Impor yang Terseret OTT KPK, Bosnya Kini Buron Usai Diduga Setor 'Jatah' Rp7 M ke Bea Cukai

Kasus ini bermula ketika PT Blueray Cargo yang dipimpin John Field diduga berupaya agar barang impornya masuk melalui jalur hijau, yakni jalur pengeluaran barang tanpa pemeriksaan fisik.
Bos Blueray Cargo John Field Jadi Buron KPK, Bisnisnya Disorot usai Aset Puluhan Miliar Disita

Bos Blueray Cargo John Field Jadi Buron KPK, Bisnisnya Disorot usai Aset Puluhan Miliar Disita

Ia kini menjadi buron, dicekal ke luar negeri, dan diminta segera menyerahkan diri kepada penyidik KPK.
Fantastis! Harta Kekayaan Eks Direktur Bea Cukai Rizal Jadi Sorotan Usai OTT KPK, Terseret Kasus Suap Impor Bareng Bos Blueray Cargo John Field

Fantastis! Harta Kekayaan Eks Direktur Bea Cukai Rizal Jadi Sorotan Usai OTT KPK, Terseret Kasus Suap Impor Bareng Bos Blueray Cargo John Field

Rizal menjabat sebagai Direktur di Bea Cukai pada 2024 hingga Januari 2026. Sebelumnya, dia menduduki posisi sebagai Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam.
Saktinya Barang Impor KW dari PT Blueray Lolos dari Pemeriksaan Fisik Setelah Berkomplot dengan Oknum Bea Cukai

Saktinya Barang Impor KW dari PT Blueray Lolos dari Pemeriksaan Fisik Setelah Berkomplot dengan Oknum Bea Cukai

Kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan bermula dari PT Blueray Cargo (BR) menginginkan barang impor KW (tiruan) ilegal tidak dicek saat masuk ke Indonesia.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT