Media Vietnam Kritik Keras Aksi Fadly Alberto, Karier di Timnas Indonesia Terancam
- Instagram @smgfootball
tvOnenews.com - Media Vietnam turut menyoroti aksi kontroversial yang dilakukan pemain Timnas Indonesia U-17, Fadly Alberto, dalam laga EPA U-20 antara Bhayangkara FC melawan Dewa United.
Insiden tersebut viral di media sosial setelah beredar video yang memperlihatkan tindakan tidak sportif di pertandingan yang berlangsung di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4).
Dalam tayangan itu, seorang pemain Bhayangkara FC terlihat melayangkan tendangan kungfu ke arah pemain Dewa United.
- Instagram @smgfootball
Berdasarkan unggahan Instagram @smgfootball, pelaku dalam insiden tersebut adalah Fadly Alberto, pemain Timnas Indonesia U-20 asuhan Nova Arianto. Sementara itu, dua pemain Dewa United yang menjadi korban adalah Mohamad Ridwan dan Rakha Nurkholis, dengan nama terakhir dilaporkan mengalami luka di bagian wajah.
Menanggapi kejadian tersebut, Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji menyatakan bahwa Fadly Alberto telah dicoret dari skuad Timnas Indonesia U-20.
“Sudah dicoret di timnas (Fadly) Alberto Hengga. Dia pemain kunci timnas U-20,“ kata Sumardji seperti yang dikutip tvonenews.com dari Instagram @futboll.indonesiaa.
Sorotan media Vietnam
Sorotan juga datang dari media Vietnam, Dantri, yang mengkritik keras tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai aksi berbahaya.
"Pemain Indonesia di Piala Dunia memicu kemarahan dengan tendangan yang berbahaya," tulis media Vietnam, Dantri, dalam tajuk laporannya.
"Fadly Alberto, pemain yang berpartisipasi di Piala Dunia U17 tahun lalu, telah membuat marah sepak bola Indonesia dengan melancarkan tendangan yang sangat berbahaya," lanjut Dantri.
Insiden tersebut terjadi dalam pertandingan Bhayangkara FC U-20 melawan Dewa United U-20 pada 19 April 2026.
Dalam situasi yang memanas, Fadly diduga melakukan tendangan keras ke arah lawan yang kemudian memicu kericuhan di lapangan.
Menurut laporan tersebut, aksi tersebut dinilai bukan sekadar duel biasa, melainkan sudah mengarah pada tindakan berbahaya yang disengaja.
"Permainan ini melampaui situasi perebutan bola biasa dan jelas merupakan serangan yang disengaja terhadap lawan. Setelah kejadian itu, Fadly Alberto langsung lari. Sementara itu, pemain dari kedua tim terlibat dalam perkelahian sengit," tambah Dantri.
Reaksi publik pun bermunculan. Banyak pihak mengecam keras tindakan tersebut dan mendesak federasi untuk memberikan sanksi tegas, bahkan hingga larangan bermain, demi menjaga citra sepak bola nasional.
Padahal, sebelumnya Fadly Alberto dikenal sebagai salah satu talenta muda potensial. Ia sempat memperkuat Timnas Indonesia U-17 di ajang Piala Dunia U-17 2025 dan mencatat momen penting dengan mencetak gol kemenangan bersejarah.
Permintaan Maaf Fadly Alberto
Setelah mendapat banyak kritik dari publik, dicoret dari tim nasional, hingga kehilangan dukungan sponsor, Fadly Alberto akhirnya muncul ke publik dan menyampaikan permintaan maaf.
Ia secara khusus meminta maaf kepada Rakha Nurkholis, tim Dewa United, serta pihak lain yang terdampak akibat tindakannya.
“Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, saya Fadly Alberto Hengga pemain Bhayangkara FC Presisi Lampung U-20 dengan sadar saya memohon maaf dan menyesal atas perbuatan bodoh saya saat pertandingan melawan Dewa United Banten FC U-20,” ucap Fadly Alberto.
- instagram albrtoo_10
“Secara khusus saya meminta maaf kepada Rakha Nurkholis dan tim Dewa United atas perbuatan bodoh saya menendang Rakha Nurkholis,“ lanjut @albrtoo_10.
Selain itu, Fadly juga menyampaikan permohonan maaf kepada Bhayangkara FC, Timnas Indonesia U-20, serta para sponsor atas tindakannya yang tidak terpuji.
Alasan di Balik Insiden
COO Bhayangkara FC, Sumardji, mengungkapkan bahwa tindakan Fadly Alberto tidak terjadi tanpa alasan. Ia menyebut adanya dugaan pemicu berupa tindakan rasisme.
Menurut penjelasan Sumardji, Fadly sebelumnya menerima teriakan bernuansa rasis dari bangku cadangan Dewa United U-20, yang kemudian memancing emosinya.
“Menurut Berto, saya kan langsung telepon Berto, ada dari bench [Dewa United] teriakkan 'Berto Hxxxm, Berto Mxxxxt', nah disitulah Berto akhirnya marah dan dia melakukan tendangan,“ jelas Sumardji saat diwawancarai Kumparan Play.
Meski demikian, tindakan kekerasan tersebut tetap dinilai tidak dapat dibenarkan, terlebih mengingat Fadly merupakan salah satu pemain muda potensial yang bahkan pernah mendapat pujian dari FIFA sebagai prospek cerah sepak bola Indonesia. (han/ind)
Load more