Jay Idzes Diprediksi Absen di Piala AFF 2026, Bung Ropan Usulkan Sosok Pengganti yang Bisa Jadi Andalan
- instagram.com/sassuolocalcio/
tvOnenews.com - Absennya pemain diaspora untuk bela Timnas Indonesia seperti Jay Idzes menjadi isu yang disorot jelang Piala AFF 2026.
Jay Idzes dikenal sebagai salah satu bek andalan yang selama ini menjadi pilar penting di lini belakang skuad Garuda.
Situasi ini bukan tanpa alasan. Seperti diketahui, Piala AFF bukan termasuk dalam kalender resmi FIFA, sehingga klub-klub luar negeri tidak memiliki kewajiban melepas pemainnya untuk memperkuat tim nasional.
Kondisi tersebut membuat sejumlah pemain diaspora, termasuk Jay Idzes, berpotensi besar absen karena terbentur izin dari klub masing-masing.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, disebut tidak perlu terlalu khawatir menghadapi kondisi ini.
Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan atau Bung Ropan, menilai masih banyak opsi pemain lokal berkualitas yang bisa diandalkan untuk mengisi kekosongan tersebut.
Menurut Bung Ropan, absennya pemain diaspora memang akan berdampak, tetapi bukan berarti Timnas Indonesia kehilangan daya saing sepenuhnya.
Ia menegaskan bahwa pelatih harus lebih jeli dalam memaksimalkan potensi pemain yang berkompetisi di dalam negeri, khususnya di ajang Super League.
- Instagram Jay Idzes
“Bukan yang ada di luar karena Jay Idzes, Verdonk, Kevin Diks kemungkinan tidak bisa main karena ini di luar agenda FIFA. Maka harus pakai pemain-pemain Liga Super,” ujar Bung Ropan dalam sebuah pernyataan di kanal YouTube Nusantara TV.
Selain Jay Idzes, nama-nama seperti Calvin Verdonk dan Kevin Diks juga diprediksi mengalami situasi serupa.
Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Timnas Indonesia yang selama beberapa tahun terakhir mulai mengandalkan kekuatan pemain diaspora.
Meski demikian, ada sedikit kabar baik. Thom Haye disebut memiliki peluang tampil di Piala AFF 2026.
Hal ini karena ia telah memenuhi syarat tampil usai menjalani pertandingan dalam kalender FIFA sebelumnya.
Tak hanya itu, Bung Ropan juga menyoroti kekuatan pemain lokal yang dinilai tidak kalah potensial.
Klub-klub besar seperti Persib Bandung dan Persija Jakarta disebut memiliki banyak talenta yang siap bersaing di level internasional.
Beberapa nama seperti Beckham Putra hingga Ezra Walian dianggap mampu memberikan kontribusi signifikan jika diberi kepercayaan.
- kitagaruda.id
Kehadiran pemain dari klub lain seperti Dewa United hingga Malut United juga menambah kedalaman skuad yang bisa dimanfaatkan.
Bung Ropan menegaskan bahwa kualitas pemain lokal sebenarnya sudah sangat berkembang.
Hanya saja, perbedaan pengalaman dan atmosfer kompetisi antara pemain diaspora dan pemain lokal tetap menjadi faktor yang harus diperhatikan oleh tim pelatih.
Dalam kondisi seperti ini, John Herdman dituntut untuk mampu meramu strategi yang tepat.
Ia perlu membangun chemistry tim dari pemain yang tersedia serta menyesuaikan gaya bermain agar tetap kompetitif meski tanpa sejumlah pemain kunci.
Pengalaman di Piala AFF 2024 bisa menjadi pelajaran berharga.
Saat itu, Timnas Indonesia mengalami penurunan performa karena tidak diperkuat banyak pemain diaspora. Hal serupa tentu tidak ingin terulang di edisi 2026.
Di sisi lain, absennya pemain diaspora justru bisa menjadi momentum bagi pemain lokal untuk menunjukkan kualitas mereka.
Ajang ini bisa menjadi panggung pembuktian bahwa talenta dalam negeri juga mampu bersaing dan membawa Timnas Indonesia berprestasi.
Dengan kombinasi strategi yang tepat dan pemanfaatan maksimal potensi pemain lokal, peluang Timnas Indonesia untuk tampil kompetitif di Piala AFF 2026 tetap terbuka. (adk)
Load more