News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jelang Semifinal, Hector Souto Sebut Vietnam Lawan Berat: Ada Sentuhan Pelatih Kelas Dunia

‎Menurut Hector Souto, tantangan terbesar Timnas Futsal Indonesia bukan hanya datang dari kualitas individu pemain Vietnam.
Kamis, 9 April 2026 - 16:35 WIB
Pelatih Timnas Futsal Indonesia Hector Souto
Sumber :
  • Futsal Thailand

‎Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, mengakui bahwa laga semifinal Piala AFF Futsal 2026 akan menjadi ujian berat bagi timnya. Ia menilai pertemuan melawan Vietnam di Nonthaburi Hall, Bangkok, Jumat (10/4/2026) pukul 17.00 WIB, bukan pertandingan yang mudah.

‎Menurut Hector Souto, tantangan terbesar bukan hanya datang dari kualitas individu pemain Vietnam. Ia juga menyoroti peran penting pelatih lawan yang dinilai memiliki pengalaman dan standar tinggi dalam membangun tim.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

‎Pelatih asal Spanyol itu menilai sosok Diego Giustozzi telah membawa perubahan signifikan bagi Vietnam. Di bawah arahannya, Vietnam berkembang menjadi tim yang solid dengan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda.

Hector ‎Souto melihat bahwa proses pembangunan tim yang dilakukan Giustozzi tidak instan. Sejak bergabung pada Agustus 2022, pelatih asal Argentina itu mampu merancang fondasi kuat untuk masa depan futsal Vietnam.

‎Ia juga menilai bahwa keberhasilan Giustozzi dalam merekrut dan mengembangkan pemain muda menjadi salah satu kekuatan utama Vietnam saat ini. Hal itu membuat lawan Indonesia tersebut tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga memiliki visi jangka panjang.

‎"Selalu menantang karena Diego Giustozzi (pelatih Vietnam) adalah pelatih dengan standar tinggi, pelatih kelas dunia, dan dia sudah bekerja sejak Agustus 2022 bersama timnas Vietnam," ujar Hector Souto, Kamis (9/4/2026).

‎"Dia berhasil memasukkan banyak pemain bagus, termasuk pemain muda, untuk mempersiapkan apa yang akan datang dalam dua tahun ke depan," tambahnya.

‎Pertemuan Indonesia dan Vietnam di semifinal ini terjadi setelah kedua tim menunjukkan performa impresif di fase grup. Indonesia keluar sebagai juara Grup B, sementara Vietnam mengamankan status runner-up Grup A.

‎Tim Merah Putih tampil sempurna di fase grup dengan menyapu bersih tiga pertandingan dengan kemenangan. Di sisi lain, Vietnam sempat terpeleset pada laga terakhirnya saat menghadapi Thailand.

‎Hasil tersebut membuat Vietnam harus puas finis di posisi kedua klasemen akhir Grup A. Mereka mengoleksi enam poin dari dua kemenangan yang berhasil diraih sebelumnya.

Hector ‎Souto juga menyoroti stabilitas skuad Vietnam yang dinilai tidak banyak berubah dibanding turnamen sebelumnya. Hal ini membuat kekuatan mereka tetap solid dan sulit ditebak.

‎Ia mengingat kembali pertemuan kedua tim di Piala Asia Futsal 2026. Saat itu, Indonesia sukses menyingkirkan Vietnam dengan kemenangan tipis 3-2 di babak perempat final.

‎Kondisi tersebut berbeda dengan skuad Indonesia saat ini yang mengalami banyak perubahan. Regenerasi pemain membuat komposisi tim menjadi lebih segar, meski pengalaman menjadi salah satu tantangan.

‎Hanya dua pemain yang tersisa dari skuad Indonesia saat menembus final Piala Asia Futsal 2026. Mereka adalah Yogi Saputra dan Dewa Rizki yang masih menjadi bagian tim hingga saat ini.

‎Selain itu, ada satu nama lain yang masih bertahan dari Kejuaraan Futsal ASEAN 2024. Pemain tersebut adalah Guntur Sulistyo Aribowo yang tetap dipercaya memperkuat tim.

‎"Mereka (Vietnam-red) sangat siap, dan hampir mempertahankan skuad yang sama. Saya rasa mereka hanya mengganti satu pemain sejak Piala Asia terakhir. Kami bisa melihat di perempat final AFC betapa sulitnya menghadapi mereka, sangat menantang," kata Souto.

‎"Kami mencoba fokus pada poin-poin utama permainan, di mana kami pikir pertandingan akan ditentukan, dan kita lihat saja nanti apa yang terjadi," sambungnya.

‎Di sisi lain, Souto juga menyoroti kualitas kepemimpinan wasit sepanjang turnamen. Ia menilai masih ada kekurangan dalam melindungi pemain di lapangan.

‎"Kita bisa lihat kemarin, ada banyak pelanggaran di laga antara Thailand dan Vietnam, karena tentu kedua tim ingin menang, tetapi pemain tidak dilindungi. Ini adalah hal terburuk yang bisa terjadi. Hal paling penting adalah melindungi pemain," ucap Souto.

‎Menurutnya, wasit cenderung membiarkan permainan berjalan terlalu keras. Ia menilai kondisi ini bisa berbahaya bagi keselamatan pemain di lapangan.

‎"Pada akhirnya, kita semua ingin mendorong batas untuk meningkatkan futsal Asia Tenggara. Kalau perilaku seperti ini dibiarkan, ini bukan futsal, tapi seperti rugbi. Dan maaf, kami bukan bermain rugbi," tutur Hector.

‎Pertandingan semifinal ini juga menjadi momen ulangan pertemuan Indonesia dan Vietnam di fase gugur. Sebelumnya, kedua tim sempat bertemu di final edisi sebelumnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

‎Pada laga tersebut, Indonesia berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor 2-0. Kemenangan itu menjadi modal penting sekaligus kepercayaan diri tambahan bagi skuad Garuda.

‎Adapun tim yang keluar sebagai pemenang di semifinal ini akan melaju ke partai puncak. Mereka akan menghadapi pemenang laga antara Thailand dan Australia pada final yang digelar Minggu (12/4/2026).

‎(igp/hfp)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Vietnam Sebut Pemain Timnas Indonesia Ini Jadi Biang Kerok Potensi Kekacauan di Liga Belanda, Kok Bisa?

Media Vietnam Sebut Pemain Timnas Indonesia Ini Jadi Biang Kerok Potensi Kekacauan di Liga Belanda, Kok Bisa?

Media Vietnam menyoroti polemik yang melibatkan Dean James, yang disebut berpotensi memicu kekacauan di Eredivisie akibat sengketa status kelayakan bermain.
Hanya Andalkan Marselino Ferdinan? Media Vietnam Ragukan Kekuatan Timnas Indonesia

Hanya Andalkan Marselino Ferdinan? Media Vietnam Ragukan Kekuatan Timnas Indonesia

Media Vietnam menyoroti skuad Timnas Indonesia jelang Piala ASEAN 2026, dengan perhatian utama tertuju pada Marselino Ferdinan sebagai satu-satunya pemain yang.
Bareskrim Polri Bongkar Gudang Praktik Penyuntikan LPG Subsidi di Klaten

Bareskrim Polri Bongkar Gudang Praktik Penyuntikan LPG Subsidi di Klaten

Bareskrim Polri membongkar kasus penyalahgunaan gas LPG subsidi di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Sabtu (2/5/2026). Dalam hal ini, dua orang pelaku berhasil diamankan.
Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Kantor Imigrasi Bandara Soekarno Hatta (Soetta) mencatat sebanyak 42 calon jemaah haji non prosedural telah dicegah keberangkatannya ke Tanah Suci sejak awal masa haji 2026.
Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Polres Metro Tangerang Kota meningkatkan kasus anak wanita yang diduga dicekoki miras hingga dilecehkan oleh gerombolan pria, di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang, dari penyelidikan ke penyidikan.
Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.
background

Pekan ke-31

Waktu yang ditampilkan adalah WIB

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT