Media Asing Heran, Bisa-bisanya PSSI Tetap Tenang soal Paspoorgate Pemain Timnas Indonesia
- instagram Jay Idzes
tvOnenews.com - Isu yang dijuluki “Paspoorgate” tengah mengguncang sepak bola Belanda dan menyeret sejumlah pemain keturunan Timnas Indonesia.
Sorotan tidak hanya datang dari Eropa, tetapi juga dari Vietnam yang mempertanyakan sikap santai PSSI menghadapi situasi tersebut.
Media Vietnam, TheThao247.vn, secara khusus menilai respons federasi Indonesia terlihat tidak tergesa-gesa, meski kasus ini dianggap cukup serius dan kompleks.
Permasalahan ini bermula dari dugaan persoalan administratif terkait kewarganegaraan atau status paspor sejumlah pemain di Liga Belanda.
Dalam perkembangannya, kasus ini tidak hanya menyasar pemain Indonesia, tetapi juga melibatkan banyak pemain dari berbagai negara.
Laporan yang beredar menyebutkan sekitar 25 pemain masuk dalam daftar investigasi.
Kompleksitas kasus ini membuat publik Belanda menjulukinya sebagai “Paspoorgate”.
Beberapa nama yang ikut terdampak antara lain Dean James, Justin Hubner, dan Nathan Tjoe-A-On.
Efek dari polemik ini mulai terasa di level klub. Sejumlah pemain dikabarkan tidak diikutsertakan dalam latihan maupun pertandingan sambil menunggu kejelasan regulasi.
Klub seperti Go Ahead Eagles, Fortuna Sittard, dan Willem II disebut mengambil langkah sementara untuk membatasi aktivitas pemain yang terkait kasus ini.
Media Vietnam bahkan mengutip laporan dari Belanda yang menggambarkan situasi tersebut sebagai kekacauan hukum.
"Kekacauan hukum di Belanda telah menyebabkan banyak pemain Indonesia keturunan Belanda diskors."
"Menurut De Telegraff, Dean James telah diskors dari latihan dan pertandingan oleh Go Ahead Eagles."
"Situasi serupa juga terjadi pada Justin Hubner dan Nathan Tjoe-A-On di Fortuna Sittard dan Willem II.
"Meskipun situasinya tegang, Asosiasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) tetap tenang," tulis TheThao247.vn.
Di tengah situasi yang memanas, PSSI memilih untuk tidak bereaksi berlebihan.
Federasi menyerahkan sepenuhnya penyelesaian kasus kepada otoritas sepak bola Belanda, yakni KNVB.
Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, menegaskan bahwa persoalan ini berada di luar kewenangan Indonesia.
"Persoalannya kan bukan di sini, (tetapi) di sana (KNVB), jadi ya kita tunggu aja dari sana," kata Arya Sinulingga.
"Pasti ini sih pasti ada solusi-solusi, tidak ada masalah. Tidak ada urusan sama itu lah, tak ada hubungan.
"Kan yang dipermasalahkan kan bukan hanya dia, santai-santai aja. Enggak ada masalah gitu," imbuhnya.
Menurutnya, proses naturalisasi pemain Timnas Indonesia tetap berjalan sesuai aturan dan tidak berkaitan langsung dengan polemik yang sedang berlangsung di Belanda.
Secara umum, kasus ini berkaitan dengan perubahan status kewarganegaraan pemain yang berdampak pada regulasi liga, khususnya di Eredivisie.
Pemain yang sebelumnya berstatus warga Uni Eropa bisa berubah menjadi non-Uni Eropa setelah berganti kewarganegaraan.
Hal ini berpengaruh pada aspek administratif seperti izin kerja hingga standar gaji minimum yang cukup tinggi.
Jika klub tidak segera menyesuaikan kontrak atau administrasi pemain, maka potensi pelanggaran regulasi bisa terjadi, meski bukan disebabkan oleh kesalahan pemain secara langsung.
Situasi semakin rumit karena belum semua klub memberikan penjelasan resmi secara terbuka.
Kurangnya transparansi ini membuat spekulasi berkembang luas, termasuk di media internasional.
Sementara itu, media Belanda seperti Algemeen Dagblad berharap solusi yang diambil tidak merugikan pemain, mengingat mereka berpotensi menjadi korban dari kerumitan administrasi lintas negara.
Di Indonesia sendiri, perhatian terhadap kasus ini cukup besar.
Publik berharap pemain-pemain keturunan tetap mendapatkan perlakuan adil dan segera kembali merumput.
Pasalnya, nama-nama yang terlibat merupakan bagian penting dari proyek jangka panjang Timnas Indonesia.
Jika penyelesaian berjalan lancar, bukan tidak mungkin para pemain akan kembali fokus membangun karier di klub dan memberikan kontribusi maksimal untuk Timnas Indonesia.
(tsy)
Load more