Profesor Hukum Belanda Semprot Klub Eredivisie soal Skandal Paspor, Efeknya Bisa Bikin Pemain Timnas Indonesia Tak Bisa Main
- Facebook - Fortuna Sittard
Jakarta, tvOnenews.com - Profesor Olahraga dan Hukum, Marjan Olfers mengkritik klub-klub Belanda yang tidak paham soal aturan usai kasus paspor mencuat. Menurutnya, hal tersebut seharusnya sudah bisa diantisipasi.
Sejumlah pemain diperkirakan tidak bisa memperkuat klub Eredivisie pada pertandingan akhir pekan ini. Kondisi tersebut terjadi setelah muncul kekhawatiran terkait status kewarganegaraan pemain yang memilih membela negara lain seperti Indonesia, Tanjung Verde, dan Suriname.
Juru bicara Kementerian Kehakiman Belanda menegaskan bahwa keputusan pemain untuk berganti kewarganegaraan dapat membawa konsekuensi hukum. Hal ini terutama berkaitan dengan kemungkinan hilangnya status sebagai warga negara Belanda.
Situasi ini membuat para pemain berpotensi kehilangan izin tinggal maupun izin kerja di Belanda. Akibatnya, mereka tidak lagi memenuhi syarat administratif untuk tampil di kompetisi resmi seperti Eredivisie.
KNVB sebelumnya telah mengingatkan seluruh klub agar hanya menurunkan pemain yang benar-benar memenuhi ketentuan yang berlaku. Federasi menegaskan bahwa tanggung jawab utama tetap berada di tangan masing-masing pemain.
"Jika seorang pemain melepaskan kewarganegaraan Belandanya, bisa dibilang, Anda memasuki yurisdiksi yang berbeda. Faktanya, Anda kemudian menjadi warga negara asing," jelas Profesor Olahraga dan Hukum Marjan Olfers kepada ESPN dikutip dari psvfan.nl, Kamis (2/4/2026).
"Oleh karena itu, Anda harus memiliki izin untuk dapat melakukan pekerjaan Anda di sini. Jadi, sampai batas tertentu, tanggung jawab sudah ada di sana," lanjutnya.
Di sisi lain, klub juga dinilai memiliki peran penting dalam mencegah persoalan ini sejak awal. Minimnya pemahaman hukum di sejumlah klub disebut menjadi salah satu penyebab utama munculnya polemik tersebut.
"Pengetahuan hukum tertinggal di banyak klub, terutama di bidang-bidang ini. Semakin banyak klub yang menggunakan pengacara, tetapi di luar puncak Eredivisie, Anda melihat pengetahuan itu menurun," ujar Olfers.
"Semua uang ada di lapangan permainan. Setiap euro yang dibayarkan untuk semua jenis nasihat tidak dapat dihabiskan di sana," tambahnya.
Kasus ini mencuat setelah NAC Breda melayangkan protes usai kekalahan telak 0-6 dari Go Ahead Eagles. Klub tersebut bahkan meminta agar pertandingan dinyatakan tidak sah karena dugaan pelanggaran administrasi pemain lawan.
Load more