Namanya Mirip Orang Keturunan Maluku, Apakah Bek Kasta Kedua Liga Belanda Ini Bisa Dinaturalisasi Timnas Indonesia?
- Instagram @mvvmaastricht_official
tvOnenews.com - Bek sayap yang berkarier di kasta kedua liga Belanda ini sempat mendapat pertanyaan, apakah dirinya bisa bermain untuk Timnas Indonesia.
Pasalnya, pemain yang berposisi mirip dengan Calvin Verdonk ini punya nama yang menjadi ciri khas orang-orang keturunan Maluku, meski dia kini tinggal di Belanda.
Gelombang naturalisasi Timnas Indonesia kembali menyeruak ke publik menyusul kedatangan pelatih baru John Herdman jelang FIFA Series bulan Maret.
Setela peresmiannya, John Herdman bahkan secara terang-terangan menyebut kalau dirinya akan ke Eropa untuk memantau beberapa diaspora.
Di sana, John Herdman menjelaskan jika dia ingin mengamati para pemain diaspora yang memilih kecerdasan taktikal hingga kenyang pengalaman internasional.
“Anda butuh pemain yang sudah merasakan intensitas dan kecerdasan taktik sepakbola dunia dan sepakbola internasional. Jadi, saya akan terus merekrut pemain yang memiliki karier bagus,“ tegasnya.
Oleh karenya, belum lama ini John Herdman berangkat ke Eropa. Di sana, ia menemui sejumlah pemain Timnas Indonesia seperti Dean James, Kevin Diks dan Jay Idzes.
Walau begitu, bukan tidak mungkin jika dalam agendanya ke Eropa, John Herdman juga menemui diaspora yang belum berkesempatan bela Timnas Indonesia.

- MVV Maastrich
Apalagi, Direktur Teknik Alexander Zwiers juga telah menyiapkan database mengenai para pemain diaspora di Eropa yang bisa gabung ke skuad Merah-putih.
Tak sedikit nama yang telah dikaitkan dengan Timnas Indonesia. Beberapa dari mereka bahkan punya statistik yang luar biasa mentereng di Eropa.
Dari semua itu, ada satu bek kasta kedua liga Belanda yang tampaknya luput dari sorotan. Padahal, namanya sangatlah mencerminkan keturunan Indonesia.
Adalah Djairo Tehubijuluw, bek sayap milik klub Belanda MVV Maastricht. Sang pemain diketahui punya garis keturunan Indonesia dari kakek neneknya asal Pulau Saparua.
Lahir pada 26 Mei 2005, Djairo Tehubijuluw berposisi sebagai sayap kiri, seperti halnya Calvin Verdonk di Timnas Indonesia. Namun kelebihannya, ia juga bisa main sebagai bek tengah.
Sejak kecil, bek sayap berpostur 180 cm tersebut telah bergabung dengan akademi MVV Maastricht. Ia promosi ke tim U-18 pada musim 2021/2022.
Dua tahun berikutnya, Djairo Tehubijuluw tampil bagu tim U-21 dan puncaknya terjadi pada Oktober 2024. Ketika itu, ia debut untuk tim senior MVV Maastricht.
Dalam laga debutnya, Djairo Tehubijuluw langsung memberikan assist. Sejak saat itu, ia langsung menyegel tempat inti dengan bermain dalam 13 pertandingan.
Punya kelebihan sebagai pemain berkaki kidal, gaya permainan Djairo Tehubijuluw juga dipadukan dengan ketahanan fisik hingga ketetapan teknis ala Eropa.
Ia juga dikenal sebagai bek sayap yang menawarkan stabilitas pertahanan sekaligus daya serang membuatnya menjadi pemain dengan atribut terlengkap di Belanda.
Namun sayang, kiprahnya kurang begitu dikenal bahkan di suporter Timnas Indonesia sekalipun. Aksinya pada musim ini bersama MVV Maastricht pun agak terhambat.
Ini karena Djairo Tehubijuluw mengalami cedera sehingga penampilannya di musim ini terhenti pada 10 kali pertandingan dengan catatan satu assist.
Menarik ditunggu apakah John Herdman akan mempertimbangkan Djairo Tehubijuluw sebagai pemain naturalisasi selanjutnya bagi Timnas Indonesia.
Djairo Tehubijuluw sepanjang kariernya belum pernah bermain untuk negaranya yakni Belanda, baik di level junior atau senior sekalipun.
(han)
Load more