Hampir Gagal Juara Piala Asia 2026, Pelatih Iran Bicara Jujur soal Tekanan Lawan Timnas Futsal Indonesia
- tvonenews.com - Ilham Giovani
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Futsal Iran, Vahid Shamsaee, mengungkapkan pengalaman menegangkan saat menghadapi Timnas Futsal Indonesia di partai final Piala Asia Futsal 2026. Atmosfer Indonesia Arena yang dipadati suporter Merah Putih disebutnya memberi tekanan luar biasa bagi timnya.
Iran harus bekerja ekstra keras ketika tampil di final Piala Asia Futsal 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (7/2). Dukungan masif publik tuan rumah membuat pertandingan berjalan dalam tensi tinggi sejak menit awal.
Vahid Shamsaee secara terbuka mengakui bahwa anak asuhnya tidak bermain dalam kondisi ideal secara mental. Ia menyebut laga melawan Indonesia sebagai salah satu pertandingan paling berat sepanjang karier kepelatihannya.
"Pertama-tama, saya mengucapkan selamat atas perkembangan besar yang saya lihat [dari Indonesia]. Jika saya menyampaikan sedikit poin teknis, dalam kondisi mental yang sangat sulit, para pemain saya mampu bangkit kembali ke pertandingan," kata Shamsaee.
Pelatih berusia 52 tahun itu menilai perkembangan pesat Timnas Futsal Indonesia patut mendapatkan apresiasi. Menurutnya, Indonesia kini bukan lagi lawan yang bisa dipandang sebelah mata di level Asia.
Tekanan mental yang dialami Iran bukan hanya datang dari permainan agresif Indonesia, tetapi juga dari atmosfer stadion. Sorakan suporter yang terus menggema sepanjang laga membuat konsentrasi pemain Iran benar-benar diuji.
"Saya tidak berharap siapa pun harus mengalami tekanan dan situasi seperti yang kami alami. Namun yang terpenting adalah trofi ini milik kami," kata Shamsaee menambahkan.
Shamsaee menegaskan bahwa keberhasilan Iran keluar sebagai juara merupakan hasil dari ketangguhan mental para pemainnya. Ia menyebut kemenangan ini menjadi bukti karakter kuat skuad futsal Iran.
Lebih jauh, Shamsaee bahkan menilai tidak banyak tim yang mampu bertahan dalam situasi sulit seperti yang dialami Iran. Ia menyebut tekanan saat menghadapi Indonesia di kandangnya sendiri berada di level ekstrem.
"Saya percaya bahwa jika tim lain berada dalam situasi yang dialami Iran, mereka bahkan tidak akan bisa lolos ke final. Selain pemain dan staf Iran, tidak ada tim lain yang mampu bertahan dan melaju dalam kondisi seperti ini," kata Shamsaee.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengakuan tersirat atas kekuatan mental Timnas Futsal Indonesia. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Indonesia mampu membuat tim sekelas Iran tampil di bawah tekanan berat.
Final Piala Asia Futsal 2026 sendiri berlangsung dramatis hingga menit terakhir. Kedua tim saling berbalas gol dan menutup waktu normal dengan skor imbang.
Timnas Futsal Indonesia akhirnya harus puas menjadi runner up setelah kalah dalam adu penalti. Iran keluar sebagai pemenang dengan skor 5-4 dalam babak tos-tosan setelah agregat berakhir 5-5.
Meski gagal meraih gelar juara, performa Timnas Futsal Indonesia menuai banyak pujian. Keberhasilan menahan Iran hingga adu penalti menjadi bukti peningkatan kualitas signifikan.
Hasil ini sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai kekuatan baru futsal Asia. Dengan usia skuad yang relatif muda, peluang Indonesia untuk bersaing di level tertinggi masih sangat terbuka di masa depan.
(igp/rda)
Load more