Timnas Indonesia Disebut Tak Lagi Selevel dengan Vietnam, Pundit Asal Eropa: Berhenti Membandingkan Diri
- Dok. AFC | Instagram/ivarjnr
tvOnenews.com - Timnas Indonesia dan Vietnam menjadi dua tim yang kerap dieulu-elukan sebagai salah dua yang terbaik di Asia Tenggara.
Tak ayal jika hal tersebut pun kerap memancing banyak pihak untuk membandingkan, mana dari mereka yang jauh lebih baik dan menjadi yang paling kuat.
Peta kekuatan sepak bola Asia Tenggara pun tampaknya kembali berguncang, setelah keberhasilan fenomenal Timnas U-23 Vietnam di kancah Piala Asia U-23 2026.
Turnamen yang berlangsung di Arab Saudi baru-baru ini bukan sekadar keberuntungan bagi skuad berjuluk Golden Star Warriors tersebut, melainkan deklarasi kekuatan baru di Benua Kuning.

- Dok. AFC
Bagaimana tidak, Vietnam tampil bak raksasa yang terbangun dari tidur sepanjang turnamen.
Tergabung di Grup A yang tergolong "grup neraka", Khuat Van Khang cs secara mengejutkan menyapu bersih fase grup dengan rekor sempurna.
Mereka melumat Yordania 2-0, menjinakkan Kirgistan 2-1, hingga membungkam tuan rumah Arab Saudi dengan skor tipis 1-0 di hadapan pendukungnya sendiri.
Kejutan pun tak berhenti di sana. Pada babak perempat final, Golden Star Warriors menunjukkan mental baja dengan menumbangkan Uni Emirat Arab dalam drama lima gol yang berakhir 3-2.
Meski langkah mereka ke partai puncak harus terhenti di tangan China, Vietnam menutup turnamen dengan kepala tegak.
Dalam perebutan tempat ketiga, mereka berhasil menumbangkan raksasa Asia, Korea Selatan, melalui drama adu penalti yang menegangkan (7-6) setelah bermain imbang 2-2.

- Dok. AFC
Kesuksesan finis sebagai peringkat ketiga terbaik di Asia pun memicu reaksi keras dari Jernej Kamensek, yakni seorang pakar sepak bola kenamaan asal Slovenia.
Kamensek memuji kolektivitas dan soliditas tim yang dibangun Kim Sang-sik yang dinilainya sangat kompak di setiap lini.
"Saya rasa Timnas Vietnam U-23 mengejutkan banyak orang, tapi yang lebih penting mereka membuktikan diri sebagai tim yang sangat solid," ujar Jernej Kamensek, dikutip dari lama resmi TheThao247.
"Mereka disiplin, saling memahami, dan bermain untuk tim. Itulah kekuatan terbesar mereka," sambungnya.
Load more