Joey Pelupessy Akhirnya Mau Blak-blakan soal Pemecatan Patrick Kluivert dari Timnas Indonesia: Begitulah Cara Kerjanya
- Instagram @joeypelupessy
tvOnenews.com - Joey Pelupessy masih menyimpan luka mendalam atas kegagalan Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.
Gelandang berdarah Maluku itu mengaku terpukul setelah harapan terbesarnya bersama Sang Garuda runtuh hanya dalam hitungan bulan.
Joey resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada Maret 2025 di Roma.
Keputusan itu diambil dengan satu tujuan besar, membantu Timnas Indonesia menembus panggung sepak bola tertinggi dunia.
- Kolase tvOnenews.com
Setelah proses naturalisasi rampung, pemain yang berkarier di Eropa tersebut langsung bergabung dan dipercaya memperkuat tim nasional.
Selama periode singkat itu, Joey tampil dalam enam pertandingan bersama Timnas Indonesia.
Ia menjadi bagian penting dari skuad yang berjuang di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Namun, perjuangan tersebut berakhir pahit.
Timnas Indonesia harus mengubur mimpi setelah menelan dua kekalahan beruntun dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1).
Kekalahan dari Irak pada 11 Oktober 2025 menjadi titik akhir perjalanan Indonesia sekaligus momen paling menghantam bagi Joey Pelupessy.
Harapannya untuk tampil di Piala Dunia 2026 hanya bertahan selama 206 hari.
Kini membela Lommel SK di Belgia, Joey tak menutupi rasa kecewanya.
Dalam wawancara dengan media Belanda, Tubantia, ia menggambarkan emosinya yang naik turun selama periode tersebut.
"Saya seperti di dalam rollercoaster," ungkap Joey Pelupessy dikutip dari Tubantia.
Ia mengakui kegagalan itu sulit diterima, meski secara realistis ia memahami konsekuensinya.
"Jika Anda kalah dua kali, Anda memang tidak layak untuk itu (lolos ke Piala Dunia)."
Namun, yang paling menyakitkan bagi Joey adalah betapa dekatnya Timnas Indonesia dengan kelolosan.
"Namun, kami selangkah lagi lolos secara cepat, dan kemudian tiba-tiba segalanya berakhir."
Joey mengungkapkan bahwa kegagalan tersebut meninggalkan dampak emosional yang cukup lama.
"Saya merasa sangat hancur. Perasaan itu bertahan setidaknya dua minggu lamanya," katanya.
Bagi gelandang berusia 32 tahun itu, Piala Dunia 2026 terasa seperti kesempatan emas—bahkan mungkin satu-satunya, untuk tampil di turnamen besar sebelum gantung sepatu.
"Lima tahun lagi, saya akan berumur 37," ujarnya.
Load more