Pantas Pelatih Mali Sampai Panggil Pemain Manchester United untuk Hadapi Timnas Indonesia U-22, di Matanya Skuad Garuda Muda Saat Ini Dianggap…
- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Indonesia U-22 akan melakoni salah satu ujian terberat mereka dalam persiapan menuju SEA Games 2025. Lawan yang akan dihadapi bukan tim sembarangan, yakni Mali U-22, yang datang dengan kekuatan penuh.
Tim asal Afrika itu tampaknya tidak main-main dalam laga uji coba yang akan digelar dua kali di Stadion Pakansari, Bogor, pada 15 dan 18 November 2025. Keseriusan mereka terlihat dari daftar pemain yang dibawa ke Indonesia.
Mali U-22 diketahui memboyong beberapa pemain muda berbakat yang merumput di Eropa. Salah satu nama paling mentereng adalah gelandang muda Manchester United, Sekou Koné.
Pemanggilan pemain dari klub sekelas Manchester United untuk laga uji coba ini sontak menimbulkan pertanyaan. Ternyata, di mata pelatih Mali U-22, Foussini Diawara, Skuad Garuda Muda saat ini adalah lawan yang sangat dihormati dan tidak bisa dipandang sebelah mata.
Dalam sesi konferensi pers jelang pertandingan, Jumat (14/11/2025), Foussini Diawara blak-blakan mengungkapkan alasannya. Ia mengaku sudah sangat mengenal kekuatan sepak bola Indonesia.
Pelatih Mali itu bahkan menegaskan tidak perlu melakukan riset baru untuk laga ini. "Saya tidak perlu mencari karena saya sudah mengenal tim ini," buka Foussini Diawara.
Diawara memiliki memori yang sangat jelas tentang kekuatan Skuad Garuda. Ia adalah pelatih yang sama saat memimpin Guinea U-23 mengalahkan Indonesia U-23 di babak play-off Olimpiade Paris 2024 lalu.
"Saya pernah menghadapi Indonesia saat melatih Guinea dalam kualifikasi Olimpiade Paris 2024, dan saat itu kami menang 1-0—itu pengalaman yang baik," kenangnya.
Pemantauannya terhadap sepak bola Indonesia juga tidak berhenti sampai di situ. Diawara mengaku terus mengikuti perkembangan tim nasional, termasuk di level senior.
"Saya juga menyaksikan Indonesia di Piala Asia di Qatar dan memantau mereka beberapa kali," ungkap sang pelatih. "Jadi saya cukup mengenal sepak bola Indonesia."
Dari hasil pengamatannya yang intensif, Foussini Diawara mengambil satu kesimpulan tegas. Di matanya, sepak bola Indonesia kini dianggap sebagai salah satu kekuatan yang sedang bangkit pesat.
"Sepak bola Indonesia berkembang pesat," tegas Diawara.
Koneksinya dengan Indonesia ternyata tidak hanya sebatas di level tim nasional. Sang pelatih mengaku juga mengikuti perkembangan liga lokal karena ada beberapa kompatriotnya yang merumput di Tanah Air.
"Ada beberapa pemain Mali yang bermain di liga Indonesia, dan saya mengikutinya," jelasnya.
Lebih lanjut, Diawara juga memberikan pujian terhadap atmosfer sepak bola di Indonesia. Ia mengaku terkesan dengan gairah para suporter di stadion.
"Saya menyukai atmosfer stadion di sini—penuh dan sangat bersemangat," tuturnya.
Pernyataan Foussini Diawara ini menjadi sinyal jelas bahwa Timnas Indonesia U-22 tidak lagi dipandang remeh. Keseriusan Mali membawa pemain Manchester United adalah bukti pengakuan atas pesatnya perkembangan Skuad Garuda di bawah arahan Indra Sjafri.
(sub)
Load more