News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Begini Pendapat Bung Towel Soal Pemecatan Patrick Kluivert dari Timnas Indonesia: Wajar Publik Marah Gagal Lolos Piala Dunia, Tapi ...

Pemecatan Patrick Kluivert, menurut Bung Towel, perlu ada penjelasan detail mengenai alasan dalam argumen sepak bolanya. 
Jumat, 17 Oktober 2025 - 03:33 WIB
Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert
Sumber :
  • Fikri Yusuf-Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Pengamat sepak bola Indonesia, Tommy Welly alias Bung Towel memberikan pendapatnya soal pemecatan Patrick Kluivert dari kursi kepelatihan Timnas Indonesia. PSSI mengumumkan pemecatan gerbong Belanda dalam seluruh kepelatihan Timnas Indonesia pada Kmis (16/10/2025). 

Pemecatan Patrick Kluivert, menurut Bung Towel, perlu ada penjelasan detail mengenai alasan dalam argumen sepak bolanya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menilai tidak ada penjelasan yang keluar soal framing Patrick Kluivert ketika kalah dari Arab Saudi dan Irak dalam putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. 

"Pemecatan Patrick Kluvert, kalau dalam koridor normal, argumen sepak bolanya harus muncul. Karena selama ini, menurut saya, ada framing—seperti line-up yang coba-coba, line-up berdasarkan pengalaman, atau pergantian pemain yang telat," kata Bung Towel pada tvOnenews.com, Kamis (16/10/2025). 

"Tapi kondisi sebenarnya kan kita tidak pernah tahu. Tidak ada penjelasan yang jelas terkait itu. Artinya, secara pengetahuan dan pemahaman bola, publik kita tidak mendapatkan informasinya secara utuh," kata Bung Towel. 

Bung Towel mewajari jika publik akhirnya emosional ketika Timnas Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia. Apalagi, kesempatan untuk lolos hilang di depan mata. 

"Jadi, wajar kalau publik kecewa, marah, atau sedih, karena kita semua ingin lolos ke Piala Dunia. Tapi tetap saja, semuanya harus berada dalam koridor ukuran sepak bola. Kita harus tahu kualitasnya," kata Bung Towel. 

Sayangnya, respons publik justru menjadi keruh dengan sentimen terhadap pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong. Bahkan seringkali akhirnya dua pelatih ini dibandingkan. 

"Siapa pun pelatih yang menangani Timnas Indonesia, apalagi Patrick Kluivert, sejak awal memang sudah tidak berada dalam posisi nyaman. Karena Kluivert sejak datang sudah disambut dalam suasana yang tidak kondusif," kata Bung Towel. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Maka dari itu, lanjut Bung Towel, siapapun pelatihnya, jika akhirnya tetap ada sentimen soal Shin Tae-yong, maka gangguan tersebut akan terus muncul. 

"Gangguan pertama adalah perbandingan. Jadi, Patrick Kluivert memang berada dalam situasi yang tidak terhindarkan. Faktor utamanya adalah desakan netizen yang terpengaruh sentimen masa lalu," kata Bung Towel. 

Halaman Selanjutnya :
Klasemen
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
background

Pekan ke-20

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT