News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

4 Alasan Gerald Vanenburg Layak Dipecat PSSI usai Timnas Indonesia U-23 Gagal ke Piala Asia U-23 2026, Nomor 1 Kalah Telak dari Shin Tae-yong

Sebanyak empat alasan ini membuat Gerald Vanenburg layak dipecat dari Timnas Indonesia U-23 usai gagal lolos ke Piala Asia U-23 2026.
Rabu, 10 September 2025 - 22:28 WIB
Pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg
Sumber :
  • tvOnenews.com/Taufik Hidayat

Jakarta, tvOnenews.com - Sebanyak empat alasan ini membuat Gerald Vanenburg layak dipecat dari Timnas Indonesia U-23 usai gagal lolos ke Piala Asia U-23 2026.

Kegagalan Timnas Indonesia U-23 melangkah ke Piala Asia U-23 2026 di Arab Saudi memicu kekecewaan besar publik sepak bola Tanah Air. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Timnas Indonesia U-23 hanya mampu finis di posisi kedua Grup J, lalu gagal bersaing di klasemen runner-up terbaik.

Nama pelatih Gerald Vanenburg pun kini jadi sorotan. 

Banyak pihak menilai eks legenda Belanda itu gagal memberikan sentuhan yang dibutuhkan Timnas Indonesia U-23. 

Berikut empat alasan kuat mengapa PSSI layak mempertimbangkan pemecatan Vanenburg:

1. Gagal Memenuhi Target Minimal

Gerald Vanenburg Gagal, Shin Tae-yong Terang-terangan Bilang: Siap Kembali Latih Timnas Indonesia
Gerald Vanenburg Gagal, Shin Tae-yong Terang-terangan Bilang: Siap Kembali Latih Timnas Indonesia
Sumber :
  • PSSI

 

Di era Shin Tae-yong, Timnas Indonesia U-23 mampu mencetak sejarah dengan lolos ke semifinal Piala Asia U-23 2024. 

Harapan tinggi pun muncul saat Vanenburg dipercaya memimpin. 

Namun kenyataannya, Garuda Muda justru gagal lolos ke putaran final. 

Secara objektif, ini adalah penurunan prestasi yang jelas tak bisa ditoleransi.

2. Strategi dan Taktik Dipertanyakan

Timnas Indonesia U-23 Vs Korea Selatan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Timnas Indonesia U-23 Vs Korea Selatan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Sumber :
  • tvOnenews.com - Taufik Hidayat

 

Selama fase kualifikasi, gaya bermain Indonesia terlihat monoton dan mudah ditebak.

Vanenburg cenderung mengandalkan build-up lambat yang kurang efektif menghadapi lawan-lawan cepat seperti Korea Selatan maupun Laos. 

Bahkan saat melawan tim yang lebih lemah, Garuda Muda sering kesulitan mencetak gol.

Kritik terhadap taktiknya semakin keras usai kekalahan tipis dari Korea Selatan.

3. Gagal Mengangkat Mental Pemain

Timnas Indonesia U-23 Vs Korea Selatan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Timnas Indonesia U-23 Vs Korea Selatan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Sumber :
  • tvOnenews.com - Taufik Hidayat

 

Selain soal taktik, pelatih juga dituntut mampu menjaga mental para pemain muda. 

Namun, di bawah Vanenburg, Garuda Muda tampak rapuh dalam menghadapi tekanan, terutama saat melawan tim besar seperti Korea Selatan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Alih-alih menunjukkan daya juang tinggi, pemain justru sering kehilangan fokus dan mudah panik.

4. Tekanan Publik dan Perbandingan dengan Shin Tae-yong

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT