News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Fakta di Balik Drama Adu Penalti Timnas Indonesia vs Thailand Piala AFF U-23 2025, Ternyata Hokky Caraka Sempat Bilang ...

Fakta di balik drama adu penalti semifinal Piala AFF U-23 2025 antara timnas Indonesia U-23 vs Thailand, Kadek Arel menceritakan detik-detik Hokky Caraka saat.
Rabu, 6 Agustus 2025 - 20:49 WIB
Kapten Timnas Indonesia U-23 Kadek Arel
Sumber :
  • Instagram/arelpiyatnaa_

tvOnenews.com - Kapten Timnas Indonesia U-23, Kadek Arel menceritakan fakta di balik kemenangan dramatis tim Garuda lewat drama adu penalti.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, laga semifinal turnamen Pial AFF U-23 2025 mempertemukan timnas Thailand U-23 dengan tuan rumah, Timnas Indonesia U-23.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tim nasional Thailand U-23 kalah tipis 6-7 dalam drama babak adu penalti melawan tim tuan rumah Indonesia.

Pada awalnya, timnas Indonesia U-23 bermain imbang melawan Thailand 1-1 hingga waktu normal.

Thailand unggul terlebih dahulu di menit ke-60 melalui gol Yotsakorn Burapha, yang memanfaatkan kelengahan pemain belakang skuad Garuda Muda.

Skuad Garuda Muda kemudian menyamakan kedudukan di menit ke-84 lewat tandukan Jens Raven pada menit ke-84.

Sampai extra time tak ada gol tambahan, memaksakan pertandingan dilaksanakan hingga babak adu penalti, untuk menentukan siapa yang berhak melaju ke final menantang Vietnam.

Timnas Indonesia vs Thailand di Piala AFF U-23
Timnas Indonesia vs Thailand di Piala AFF U-23
Sumber :
  • tvOnenews/Taufik Hidayat

 

Pada babak adu penalti, striker Thailand Yotsakorn Burapha malah gagal mengeksekusi penalti, tendangannya berhasil ditepis oleh kiper Timnas Indonesia U-23, Muhammad Ardiansyah.

Alfharezzi Buffon tak menyia-nyiakan kesempatan ini, dan bertindak sebagai eksekutor sekaligus penentu kemenangan timnas Indonesia melaju ke final Piala AFF U-23 2025.

Sementara itu, Kadek Arel menceritakan fakta di balik drama adu penalti saat Timnas Indonesia U-23 melawan Thailand di babak semifinal Piala AFF U-23 2025.

Hal ini berawal pertanyaan dari Coach Riphan yang memandu podcast Sport77, di mana dirinya sering mendengar kalau dari timnas senior yang dulu pada fase penalti, 'pada nggak mau nendang'.

"Aku pengen tahu kejadian di penalti lawan Thailand," tanya Riphan dilansir dari kanal Youtube Sport77 Official.

Merespons pertanyaan tersebut, ketika babak extra time berakhir, para pemain ke bench mendapat instruksi dari pelatih Gerald Vanenburg.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pelatih nanya gini, siapa yang mau nendang?' lihat-lihatan semua, nggak ada yang mau nendang, udah pada diam semua," tuturnya.

Sebagai informasi, Coach Frank van Kempen, asisten pelatih yang membantu Gerald Vanenburg mengasuh Timnas Indonesia U-23 di Piala AFF U-23 2025.

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT