GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Media Vietnam Prihatin Lihat Nasib Eks Bintang Timnas Indonesia Evan Dimas yang Sekarang, Ungkit Kembali Pelanggaran Keras Doan Van Hau

Media Vietnam, Soha Vn, merasa prihatin melihat nasib mantan bintang Timnas Indonesia, Evan Dimas, yang sekarang.
Sabtu, 28 Juni 2025 - 15:04 WIB
Pemain Vietnam, Doan Van Hau dan Mantan Pemain Timnas Indonesia, Evan Dimas
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.com - Media Vietnam, Soha Vn, merasa prihatin melihat nasib mantan bintang Timnas Indonesia, Evan Dimas, yang sekarang.

Dalam artikelnya, media ternama asal Vietnam itu juga mengungkit kembali pelanggaran keras pemain Vietnam, Doan Van Hau, terhadap Evan Dimas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kabar terbaru Evan Dimas
Kabar terbaru Evan Dimas
Sumber :
  • Tangkapan layar Instagram andis_gandrung

 

"Anak ajaib' Indonesia yang pernah dicederai Van Hau kini telah pensiun dan mengajar di sekolah (sepak bola) desa," tulis Soha Vn dalam artikelnya.

"Mantan 'anak ajaib' sepak bola Indonesia, Evan Dimas, yang berada di kursi roda saat final SEA Games 2019, telah pensiun pada usia 30 tahun," tambah media Vietnam itu.

Sebagai informasi, nasib Evan Dimas sendiri kini berstatus tanpa klub setelah resmi meninggalkan Persik Kediri awal Januari 2025 lalu. 

Setelah beristirahat sebagai pemain profesional, pria 30 tahun itu dikabarkan menjadi salah satu pemilik Persiba Balikpapan, klub Liga 3 Indonesia. 

Selain itu, Evan Dimas juga melatih di sekolah sepak bola (SSB) Saraswati Nuswantara di provinsi Tulungagung, Indonesia.

Evan Dimas pernah jadi anak ajaib sebelum dicederai Doan Van Hau

Evan Dimas sebelumnya pernah dielu-elukan suporter sebagai "anak ajaib" sepak bola Indonesia sejak 2010 lalu yang bermain sebagai playmaker.

Dia telah bermain untuk Timnas Indonesia kelompok umur sejak usia 15 tahun, menjadi kapten tim U17 dan U19 Indonesia.

Bahkan, Evan Dimas memenangkan Kejuaraan Persahabatan Pemuda Internasional HKFA 2012 dan 2013 serta Piala AFF U19 2013.

Dia tercatat mencetak 5 gol di Piala AFF U19 2013 dan menjadi pencetak gol terbanyak Timnas Indonesia U19 di turnamen tahun itu.

Pada Oktober 2013, Evan Dimas memimpin Timnas Indonesia U19 lolos ke Piala AFC U19 2014. Di babak kualifikasi, Indonesia memenangi ketiga pertandingan.

Termasuk kemenangan 3-2 atas juara bertahan Korea Selatan U19. Evan mencetak empat gol di kualifikasi, termasuk hattrick melawan Korea Selatan.

Kabar buruknya, Evan Dimas mengalami cedera serius pada laga final SEA Games 2019 antara Timnas Indonesia U-22 vs Vietnam. 

Pada laga tersebut, Evan Dimas dilanggar secara keras oleh pemain kontroversial Vietnam, Doan Van Hau, pada babak pertama. 

Setelah tabrakan tersebut, engkel Evan Dimas tertekuk dan ia terjatuh kesakitan. Tanpa sang gelandang, Indonesia terpuruk dan akhirnya kalah 0-3.

Usai pertandingan, Evan Dimas harus duduk di kursi roda untuk menerima medali perak. Pemandangan ini menghantui banyak penggemar Indonesia.

Meskipun setelah pertandingan, Doan Van Hau meminta maaf kepada Evan Dimas dan para pemain Timnas Indonesia U-22. 

"Sepak bola tidak bisa lepas dari benturan. Dalam situasi itu, Evan Dimas cedera, saya baru tahu setelah pertandingan. Di lapangan memang ada benturan, tetapi di dunia nyata kita tetap sama-sama pecinta sepak bola. Saya minta maaf kepada Dimas dan itu jadi pelajaran buat saya. Lain kali saya akan berusaha lebih keras lagi, " ungkap Doan Van Hau saat itu.

Setelah pulih dari cederanya, pemain kelahiran 1995 itu bermain untuk Persija Jakarta, Bhayangkara, Arema, PSIS Semarang, dan Persik Kediri sebelum pensiun. 

Di level Timnas Indonesia senior, Evan Dimas telah mencatatkan 44 pertandingan dan mencetak 10 gol di semua ajang.

Menjadi pelatih sepak bola di SSB

Kini, Evan Dimas melatih di sekolah sepak bola (SSB) Saraswati Nuswantara di provinsi Tulungagung, Indonesia.

“Saya memilih menjadi pelatih karena filosofi di sini membuka hati saya. Setelah berpikir dan berdiskusi dengan saksama, saya memutuskan untuk memulai perjalanan baru," katanya.

Sebelum menjadi pelatih penuh waktu, Evan memiliki lisensi kepelatihan tingkat C. Sekarang, ia sedang mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi demi mendapatkan lisensi tingkat B.

Evan Dimas memiliki tujuan yang jelas untuk membangun sistem pelatihan sepak bola pemuda yang sistematis dan berorientasi.

“Saya mulai menata semuanya. Sekarang saya benar-benar fokus,” imbuh Evan Dimas.

“Saya harus menanamkan etika dan karakter. Kita tidak bisa hanya melatih generasi penerus dengan keterampilan. Mereka adalah fondasi masa depan sepak bola ,” tegasnya.

Meski mendapat beberapa tawaran profesional setelah meninggalkan Persik Kediri, Evan Dimas belum berniat kembali bermain sebagai pemain profesional. 

"Saat ini, itu (jadi pelatih) masih jadi prioritas saya. Kalau saya melatih di tempat lain, saya akan menunggu," papar Evan Dimas.

Evan Dimas berpendapat bahwa sepak bola bukan hanya soal menang kalah atau taktik, tetapi juga keindahan. 

“Kalau sepak bola hanya kasar dan berisik, tidak ada yang mau menontonnya,” ungkapnya. 

Oleh karena itu, Evan Dimas membawa sesuatu yang tidak biasa ke tempat latihannya, yakni tari.

“Dari tari, saya belajar cara bergerak dan membuat bentuk. Saya tidak bisa menari, tetapi ketika melihat siswa-siswi Sanggar Saraswati menari, saya merasa ada unsur-unsur yang bisa diterapkan dalam sepak bola ,” ungkap Evan Dimas bersemangat.

Di sisi lain, pensiunnya Evan Dimas membuat banyak suporter patah hati, apalagi sebuah video viral memperlihatkan ia terlihat lebih kurus dari sebelumnya. 

Eks Pemain Timnas Indonesia U-19, Evan Dimas
Eks Pemain Timnas Indonesia U-19, Evan Dimas
Sumber :
  • kolase tim tvOnenews.com

 

Kondisi Evan Dimas ini mendapat perhatian khusus dari Sofie Imam Faizal, asisten pelatih kebugaran Timnas Indonesia senior.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya dengar Evan Dimas sudah meninggalkan dunia sepak bola. Padahal, dia memang sudah lama berkecimpung di dunia sepak bola. Sekarang, Evan Dimas memutuskan untuk bergabung dengan SSB Saraswati. Menurut saya, itu pilihan yang sangat positif. Dengan apa yang sudah dimilikinya sebagai pemain, dia bisa meneruskannya ke generasi penerus, khususnya pemuda di Tulungagung. Apalagi di daerah pedesaan seperti ini,” kata Sofie Imam Faizal.

(yus)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Layanan Kesehatan Asia Tenggara Masuk Fase Integrasi Sistem Digital

Layanan Kesehatan Asia Tenggara Masuk Fase Integrasi Sistem Digital

Fasilitas kesehatan di berbagai negara diwajibkan menerapkan sistem rekam medis elektronik
Pengakuan Mengejutkan Eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik soal Koper Berisi Narkoba

Pengakuan Mengejutkan Eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik soal Koper Berisi Narkoba

Baru-baru ini eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro lontarkan pengakuan yang mengejutkan publik. Pengakuan ini terkait koper miliknya yang berisi
Marc Marquez Menghilang dari Prediksi Grid MotoGP 2027, The Baby Alien Resmi Cabut dari Ducati?

Marc Marquez Menghilang dari Prediksi Grid MotoGP 2027, The Baby Alien Resmi Cabut dari Ducati?

Spekulasi mengenai masa depan Marc Marquez kembali memanas setelah sang juara dunia MotoGP 2025 membuat prediksi mengejutkan tentang susunan pembalap musim 2027
Cerita Detik-detik Mengerikan Rumah Anggota DPRD Jateng Ditembak

Cerita Detik-detik Mengerikan Rumah Anggota DPRD Jateng Ditembak

Baru-baru ini mencuat detik-detik mengerikan rumah anggota DPRD Jateng ditembak OTK, di Desa Capgwen, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan
Ramaikan Rumor Transfer, Pramac Isyaratkan Reuni dengan Jorge Martin di MotoGP 2027

Ramaikan Rumor Transfer, Pramac Isyaratkan Reuni dengan Jorge Martin di MotoGP 2027

Pramac Yamaha ikut meramaikan rumor transfer pembalap MotoGP 2027 dengan memberikan isyarat soal potensi membawa kembali Jorge Martin dari tim Aprilia Racing.
Pekan Depan, AKBP Didik Bakal Jalani Sidang Kode Etik Soal Penyalahgunaan Narkotika

Pekan Depan, AKBP Didik Bakal Jalani Sidang Kode Etik Soal Penyalahgunaan Narkotika

Mabes Polri menjadwalkan sidang kode etik terhadap Kapolres Bima Kota nonaktif, AKBP Didik Putra Kuncoro yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus
background

Pekan ke-21

Waktu yang ditampilkan adalah WIB
Senin, 16 Februari 2026
logo Persita
TGR
15:30
BIK
logo PSBS Biak Numfor
logo Pusamania Borneo
BOR
19:00
PSB
logo Persib Bandung

Trending

Alasan Doa Belum Dikabulkan, Kata Buya Yahya Bisa Jadi Syarat ini Belum Terpenuhi

Alasan Doa Belum Dikabulkan, Kata Buya Yahya Bisa Jadi Syarat ini Belum Terpenuhi

Galau doa belum dikabulkan Allah SWT. Bisa jadi karena syarat utama ini belum terpenuhi? simak penjelasannya
Terungkap, Alasan Utama Polri Belum Tahan AKBP Didik Usai Jadi Tersangka Penyalahgunaan Narkoba

Terungkap, Alasan Utama Polri Belum Tahan AKBP Didik Usai Jadi Tersangka Penyalahgunaan Narkoba

Kapolres Bima Kota nonaktif, AKBP Didik Putra Kuncoro belum dilakukan penahanan usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyalahgunaan narkotika sabu
Bangkit dari Kekalahan Telak! Barcelona Terima Suntikan Tenaga Besar Demi Gulingkan Real Madrid di Klasemen

Bangkit dari Kekalahan Telak! Barcelona Terima Suntikan Tenaga Besar Demi Gulingkan Real Madrid di Klasemen

Pelatih Barcelona Hansi Flick memastikan Raphinha siap tampil saat timnya bertandang ke markas Girona pada lanjutan Liga Spanyol pekan ke-24, Selasa (17/2/2026)
Layanan Kesehatan Asia Tenggara Masuk Fase Integrasi Sistem Digital

Layanan Kesehatan Asia Tenggara Masuk Fase Integrasi Sistem Digital

Fasilitas kesehatan di berbagai negara diwajibkan menerapkan sistem rekam medis elektronik
Kabar Terbaru Proses Naturalisasi Ciro Alves Terungkap, Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026?

Kabar Terbaru Proses Naturalisasi Ciro Alves Terungkap, Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026?

Naturalisasi Ciro Alves dipastikan masih berjalan. Jika tuntas, penyerang Malut United berpeluang dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia pada FIFA Series.
Bersinar di Qatar hingga Pernah Main untuk Persija Jakarta, Gelandang Asal Aceh Ini Kok Tak Pernah Dipanggil Timnas Indonesia?

Bersinar di Qatar hingga Pernah Main untuk Persija Jakarta, Gelandang Asal Aceh Ini Kok Tak Pernah Dipanggil Timnas Indonesia?

Sejak kecil dididik akademi terbaik Qatar Aspire Academy bahkan sempat main untuk Persija Jakarta, gelandang asal Aceh ini tak pernah masuk Timnas Indonesia.
Jadwal Proliga 2026, Minggu 15 Februari: Pertaruhan Megawati Hangestri Cs, Jakarta Pertamina Enduro Hadapi Popsivo Polwan

Jadwal Proliga 2026, Minggu 15 Februari: Pertaruhan Megawati Hangestri Cs, Jakarta Pertamina Enduro Hadapi Popsivo Polwan

Jadwal Proliga 2026 hari ini akan diramaikan dengan sejumlah laga seru, termasuk Megawati Hangestri dan kawan-kawan siap unjuk gigi saat Jakarta Pertamina Enduro hadapi Jakarta Popsivo Polwan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT