News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Media Vietnam Ikut Prihatin FIFA Pusing Tentukan Nasib Iran, Timnas Indonesia Terancam Gagal Tampil di Piala Dunia 2026

Media Vietnam menyoroti kondisi FIFA dihadapi keputusan apakah mencoret Timnas Iran, sehingga berdampak pada Timnas Indonesia yang ingin tampil di Piala Dunia 2026.
Kamis, 26 Juni 2025 - 17:27 WIB
Skuad Timnas Indonesia saat hadapi Jepang
Sumber :
  • JFA

tvOnenews.com - Media Vietnam menyoroti potensi FIFA mencoret Timnas Iran, sehingga berdampak pada Timnas Indonesia yang ingin tampil di Piala Dunia 2026.

Sebagaimana diketahui, Timnas Indonesia dipastikan melaju babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia pasca finis di posisi ke-4.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keberhasilan Timnas Indonesia masuk babak keempat Zona Asia karena menorehkan 12 poin usai menaklukkan China pada 5 Juni 2025.

Alhasil, Timnas Indonesia akan berlaga di Qatar dan Arab Saudi pada 8 Oktober hingga 14 Oktober 2025.

Skuad Timnas Indonesia.
Skuad Timnas Indonesia.
Sumber :
  • tvOnenews.com - Taufik Hidayat

 

Sayangnya, perjuangan Timnas Indonesia ingin tampil di Piala Dunia 2026 kini dihadapi kondisi sulit sejak eskalasi konflik Timur Tengah mencekam.

Eskalasi Konflik Timur Tengah memanas setelah Iran membalas serangan Israel dalam beberapa minggu terakhir.

Terlebih lagi, perang dengan Israel memantik Amerika Serikat (AS) yang ikut memborbardir Iran baru-baru ini.

Konflik terhadap Israel dan AS akhirnya berdampak pada kepiawaian Timnas Iran yang sudah dipastikan dapat tiket Piala Dunia 2026.

Desas-desus nasib Timnas Iran terancam dicoret FIFA tuai perhatian dari salah satu media asal Vietnam, The Thao 247.

"Iran telah lolos ke Piala Dunia 2026, tetapi tim nasional negara itu kemungkinan tidak akan dapat berpartisipasi dalam festival sepak bola terbesar di planet ini tahun depan," tulis The Thao 247 dalam laporannya dikutip, Kamis (26/6/2025).

Timnas Iran terancam dicoret dari Piala Dunia 2026
Timnas Iran terancam dicoret dari Piala Dunia 2026
Sumber :
  • Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS

 

The Thao 247 menyebutkan FIFA saat ini mengalami permasalahan krisis dalam urusan perhelatan Piala Dunia 2026 di AS, Kanada, dan Meksiko.

FIFA sedang pusing akibat kondisi geopolitik perang Iran dan Israel yang melibatkan peran AS di dalamnya.

Persoalan apakah Iran dicoret FIFA, menurut media Vietnam itu, kondisi eskalasi konflik Timur Tengah tidak berkaitan dengan urusan sepak bola.

"Menurut peraturan FIFA saat ini, tidak ada ketentuan yang melarang Iran berkompetisi di Amerika Serikat. Namun, larangan masuk bagi warga negara Iran."

Namun yang menjadi permasalahan, dampak peperangan tersebut membuat warga Iran tidak bisa masuk AS.

Hal tersebut merupakan salah satu kebijakan dari Donald Trump yang melarang beberapa Warga Negara Asing (WNA) masuk wilayah AS. 

Meski begitu, kebijakan larangan memasuki AS seharusnya tidak berdampak pada para atlet dari negara yang terdaftar.

Walau tidak berfungsi untuk atlet, kebijakan dari Donald Trump bisa mempengaruhi Timnas Iran yang akan berlaga di Piala Dunia 2026.

"Menurut para ahli, satu-satunya cara Iran dapat terhindar dari bermain di AS adalah dengan ditempatkan di Grup A, yang akan dimainkan sepenuhnya di Meksiko."

"Namun, itu hanya akan memastikan mereka tetap berada di Meksiko jika gagal melaju melewati babak 16 besar. Jika Iran melaju lebih jauh, semua pertandingan mulai dari perempat final dan seterusnya akan diadakan di AS."

The Thao 247 menambahkan, FIFA juga belum menyikapi status kepesertaan Iran akibat eskalasi Timur Tengah.

"Presiden FIFA Gianni Infantino, yang memiliki hubungan dekat dengan Presiden Donald Trump, diperkirakan akan memainkan peran kunci dalam keputusan tersebut," tulis The Thao 247.

Akibat hal ini, nasib Timnas Indonesia juga terancam atas dampak konflik Timur Tengah karena FIFA pernah membatalkan Piala Dunia musim 1942 dan 1948.

Alasan FIFA menunda Piala Dunia 1942 dan 1948, kala itu Nazi Jerman atas pimpinan dari Adolf Hitler membabi buta.

Nazi melakukan invasi ke Kota Danzig, Polandia pada 1 September 1939. Serangan inilah memantik Perang Dunia II.

Perang Dunia II akhirnya pecah dan merebak ke kawasan Afrika dan Asia Pasifik, sehingga FIFA menghentikan Piala Dunia pasca pertemuan pada 1 Juli 1946.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi ini potensi membuat FIFA kembali membatalkan atau menunda Piala Dunia 2026 seperti kondisi pada 83 tahun silam.

(hap)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT