Rahmad Darmawan Sebut PSSI Ketiban Untung, Kehadiran Simon Tahamata sebagai Head Of Scouting Timnas Indonesia Jadi Gebrakan...
- Kolase ANTARA/Ari Bowo Sucipto & tvOnenews.com/Taufik Hidayat
tvOnenews.com - Mantan pelatih Timnas Indonesia U-23, Rahmad Darmawan menganggap PSSI beruntung merekrut Simon Tahamata sebagai Head of Scouting.
Sebelumnya PSSI mengumumkan Simon Tahamata ditunjuk sebagai Head of Scouting atau Kepala Pemandu Bakat Timnas Indonesia pada Mei 2025 lalu.
Penunjukkan Simon Tahamata bentuk keseriusan PSSI menciptakan pondasi para pemain berkualitas untuk Timnas Indonesia.
Sementara, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menyampaikan pengalaman dimiliki Simon Tahamata jadi bekal mencari talenta pemain terbaik.

- tvOnenews.com/Taufik Hidayat
Erick Thohir kasih tugas kepada Simon Tahamata pasca Timnas Indonesia dibantai Jepang di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Karena itu, Rahmad Darmawan yang punya pengalaman di dunia kepelatihan membicarakan Simon Tahamata dinilai rekrutan terbaik PSSI.
"Ini satu langkah brilian dilakukan federasi bagaimana cara membangun Timnas Indonesia memotivasi semua insan sepak bola," ujar Rahmad Darmawan dalam podcast YouTube Bola Bung Binder, Senin (23/6/2025).
Menurut Coach RD sapaan akrabnya, PSSI sangat tepat menggaet Simon Tahamata karena sepak bola di Indonesia kini masih sulit berkembang.

- Antara
"Kelemahan sepak bola kita kenapa tidak bisa dengan cepat menuju ke arah yang sangat kita inginkan mencetak pemain berkualitas, sehingga sebagian besar harus didatangkan pemain diaspora," tuturnya.
"Kedatangan Coach Simon Tahamata ini tentu satu langkah menurut saya bagus dan patut kita sambut karena saya tahu persis bagaimana kualitas Simon Tahamata," sambung dia.
Bukan tanpa alasan, Coach RD mengaku salah satu fans dan mengidolakan sosok Simon Tahamata.
"Saya kebetulan lihat cuplikan di televisi nasional tahun 80-an, saya nonton bagaimana latihan agility dilakukan oleh Simon Tahamata melewati banyak pemain menurut saya luar biasa," katanya.
Mantan pelatih Persija Jakarta itu percaya sangat banyak pemain yang punya talenta unggul di seluruh wilayah Indonesia.
Tetapi, kata Coach RD, mereka sulit mempertahankan kemampuannya ketika mulai beranjak dewasa.
Permasalahan ini kerap terjadi karena para talenta kurang mendapat lirikan penuh dan punya bekal ilmu teknik bermain sepak bola yang benar.
"Jadi, ada talenta tapi ada satu teknik dasar sepak bola yang betul tidak hanya ketika dia dengan bola, mulai diajari bagaimana koordinasi gerak dia," bebernya.
Pelatih kelahiran asal Bandar Lampung itu mencontohkan hal yang kurang dimiliki pemain muda adalah cara dasar ilmu atletik yang benar.
"Cara berlari itu harus betul-betul diperhatikan karena nanti dia menjadi seorang atlet, dia dapat satu gerak motorik yang betul," ucapnya.
Coach RD percaya Simon Tahamata punya kemampuan memilah kualitas para pemain berbakat sebagai dasar mendidik para talenta yang dikumpulkan.
Sementara, Simon Tahamata pernah memberi pengakuan hatinya tergerak untuk membawa sepak bola Indonesia maju.
Dalam sesi wawancara kepada awak media, Simon menegaskan kehadiran dirinya bukan untuk politik.
Simon Tahamata sangat antusias bisa bekerja sama dengan Patrick Kluivert yang kini menjadi pelatih Timnas Indonesia.
"Patrick (Kluivert) meminta saya hadir di sini untuk membantu. Saya bisa tetap di Ajax, tetapi saya memilih datang demi perkembangan anak-anak muda Indonesia," ungkap Simon Tahamata.
Filosofi yang diterapkan pada sistem Belanda akan menjadi acuan penting bagi Simon Tahamata membenahi sepak bola Indonesia.
"Saya ingin membawa filosofi Ajax ke sini, terutama gaya bermain 4-3-3 dan Total Football yang menuntut fisik dan mental kuat," tukas Simon Tahamata.
(hap)
Load more