Media Jepang Remehkan Timnas Indonesia, Skuad Asuhan Patrick Kluivert itu Disebut Hanya Mengandalkan…
- tvOnenews.com/Taufik Hidayat
tvOnenews.com - Salah satu media Jepang kembali menjadi sorotan setelah mengeluarkan komentar pedas terhadap Timnas Indonesia yang saat ini ditangani oleh pelatih asal Belanda, Patrick Kluivert.
Dalam sebuah laporan yang diterbitkan oleh Soccer Digest Web, media Negeri Sakura tersebut menilai bahwa Timnas Indonesia bukanlah ancaman nyata dalam persaingan Grup di ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Salah satu alasan utama keraguan media Jepang terhadap kekuatan skuad Garuda adalah kebijakan naturalisasi yang belakangan ini semakin masif dilakukan.
Indonesia dinilai terlalu bergantung pada pemain-pemain naturalisasi yang sebagian besar berasal dari Eropa, terutama Belanda.
Hal ini dikaitkan dengan sejarah masa lalu antara Indonesia dan Belanda, di mana banyak keturunan Indonesia lahir dan berkembang sebagai pesepakbola di negeri tersebut.
Soccer Digest Web secara gamblang menyebut bahwa Timnas Indonesia dan juga China masih menggunakan pendekatan ‘jalan pintas’ dalam membangun kekuatan tim nasional mereka.
Berbeda dengan Jepang yang sudah sejak lama menghentikan kebijakan naturalisasi pemain asing dan fokus pada pembinaan usia muda serta pengembangan kompetisi domestik.
Indonesia dan China dinilai belum mampu mandiri dalam hal tersebut.
"Di sisi lain, selama Indonesia dan China masih mengandalkan pemain naturalisasi, kecil kemungkinan mereka akan menjadi ancaman sebagai rival," tulis Soccer Digest Web.
Tak hanya itu, media Jepang itu juga menegaskan bahwa sistem di Jepang sudah lebih matang karena mereka telah memetik hasil dari investasi besar-besaran di pembinaan sejak tahun 1990-an.
Program tersebut kini membuahkan hasil nyata, di mana banyak pemain Jepang kini memperkuat klub-klub elit Eropa seperti Arsenal, Real Sociedad, Liverpool, dan lain-lain.
Jepang sebenarnya bukanlah negara asing terhadap praktik naturalisasi.
Sejak tahun 1965, Jepang pernah menaturalisasi Nelson Yoshimura, dan pada dekade 1990-an, beberapa pemain asing yang tampil di Liga Jepang juga diberi kewarganegaraan untuk memperkuat Timnas Jepang.
Namun, memasuki abad ke-21, kebijakan tersebut mulai ditinggalkan.
JFA (Japan Football Association) lebih memilih untuk fokus pada pembinaan lokal melalui sekolah sepak bola dan kompetisi usia muda.
Load more