Sambil Menahan Haru, Eks Bintang Persib Bandung dan Timnas Indonesia ini Kenang Jasa-jasa Benny Dollo, Pelatih Legendaris Indonesia
- Instagram Firman Utina1515
tvOnenews.com - Dua tahun lalu, kabar duka menyelimuti sepak bola Indonesia yaitu pada 1 Februari 2023 malam, Benny Dollo, salah satu pelatih legendaris Tanah Air, meninggal dunia dan meninggalkan jejak panjang dalam perjalanan persepakbolaan nasional.
Tak sedikit yang merasa kehilangan, termasuk Firman Utina, eks gelandang Timnas Indonesia dan bintang Persib Bandung, yang mengaku sangat terikat secara emosional dengan almarhum.
Firman tak bisa menahan air mata saat mengenang jasa besar sosok yang akrab disapanya “Om Benny.” Hubungan mereka tidak sekadar pelatih dan pemain, tetapi juga mentor dan anak didik yang tumbuh bersama di dunia sepak bola profesional.
“Saya betul-betul tersentuh dan berutang besar pada Om Benny,” ujar Firman dalam wawancara di kanal YouTube *Ricky Nelson Coaching*.
Kisah mereka dimulai saat Firman muda ditolak dalam seleksi tim Pra PON Sulawesi Utara karena dianggap terlalu kecil secara postur.
Namun Benny Dollo melihat potensi dalam diri Firman dan mengajaknya berlatih di Persma Manado, klub asal tanah kelahiran Firman. Dari sinilah jalan Firman di dunia sepak bola profesional terbuka.
Benny kemudian mengajaknya merantau ke Persita Tangerang pada 2001. Untuk itu, Benny bahkan menemui orang tua Firman secara langsung demi meminta izin.
Tak berhenti di situ, pada 2004 Benny kembali mengulurkan tangan dan mengajaknya bergabung ke Arema Malang.
Saat itu, Firman dalam posisi dilematis karena sudah berkeluarga dan bekerja sebagai PNS di Pemda Tangerang.
Namun dorongan Benny membuatnya mantap meninggalkan zona nyaman demi mengejar karier di lapangan hijau.
Keputusan itu terbukti tepat. Bersama Arema, Firman tidak hanya berkembang sebagai gelandang andal, tetapi juga meraih gelar Copa Indonesia 2005.
Di final yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno melawan Persija Jakarta, Firman tampil fenomenal dengan mencetak hattrick dan membawa Arema menang 4-3. Salah satu golnya bahkan dilakukan dengan aksi solo run ala Ryan Giggs.
Firman mengenang betul bagaimana motivasi dari Benny Dollo membuatnya tampil luar biasa di laga tersebut.
“Om Benny bilang, lihat ke tribune, mungkin kalian tak bisa melihat istri atau keluarga kalian karena tenggelam di antara puluhan ribu penonton. Tapi mereka pasti berdoa dan berharap kita menang. Buat mereka bangga dan bahagia,” kenang Firman, menirukan pesan yang terus membekas dalam hatinya.
Meski tampil gemilang dan bahkan dinobatkan sebagai pemain terbaik Copa Indonesia 2005, Firman tak pernah mendapatkan pujian langsung dari Benny.
Justru, Benny berkata, “Pujian bisa jadi penghambat kariermu. Tetaplah berpijak ke bumi dan terus belajar.” Filosofi itulah yang selalu Firman pegang hingga akhir kariernya sebagai pemain.
- Twitter/@Persiba_Info
Benny Dollo bukan hanya pelatih biasa. Ia dikenal sebagai sosok yang membentuk fondasi tim dengan karakter kuat.
Pelatih kelahiran Manado ini pernah membawa Persita ke final Liga Indonesia 2002, Arema Malang juara Copa Indonesia dua kali (2005 dan 2006), dan bahkan menukangi Timnas Indonesia pada berbagai periode, termasuk saat Piala AFF 2008.
Firman sendiri, setelah masa kejayaannya di lapangan hijau, meraih tiga gelar Liga Indonesia bersama tiga klub berbeda: Sriwijaya FC (2011–2012), Persib Bandung (2014), dan Bhayangkara FC (2017).
Kini ia tengah meniti jalan sebagai pelatih, sudah menyelesaikan kursus lisensi A AFC, dan sempat menjabat Direktur Akademi Kalteng Putra.
“Yang pasti, tantangan sebagai pelatih berbeda dengan saat menjadi pemain,” ucap Firman menutup kisahnya.
Kenangan Firman bersama Benny Dollo bukan hanya tentang trofi atau kemenangan, tetapi juga tentang nilai hidup, semangat pantang menyerah, dan pentingnya menjadi pribadi yang terus belajar.
Benny Dollo telah berpulang, namun warisannya abadi dalam diri banyak pemain, termasuk Firman Utina. (udn)
Load more