Ucapan Justin Hubner soal Buruknya Liga Jepang Buat Pemain Timnas Indonesia Terbukti, Kini Sandy Walsh Mulai Rasakan Nasib Apes
- tvonenews.com - Taufik Hidayat
Jakarta, tvOnenews.com - Kritikan Justin Hubner soal Liga Jepang yang hanya memanfaatkan ketenaran pemain Timnas Indonesia mulai terbukti, kini giliran Sandy Walsh yang rasakan nasib apes.
Dalam beberapa tahun terakhir, memang cukup banyak pemain Indonesia khususnya para bintang naturalisasi yang direkrut klub Jepang.
Teranyar, ada Sandy Walsh yang didatangkan tim kasta teratas Liga Jepang, Yokohama F. Marinos pada Februari 2025 lalu.
Akan tetapi, setelah hampir setengah musim kompetisi Liga Jepang bergulir, Sandy Walsh belum juga mendapat menit bermain regular.
Sempat dipercaya turun di awal-awal kedatangannya, namun dalam 6 pertandingan terakhir, Sandy Walsh tak pernah terlihat bermain buat Yokohama F. Marinos.
Terbaru, pemain berusia 30 tahun tersebut hanya jadi penghangat bangku cadangan saat Yokohama F. Marinos dikalahkan Al-Nassr 1-4 dalam perempat final ACL Elite.
Menurut laporan Transfermarkt, tercatat Sandy Walsh baru bermain 8 pertandingan musim ini di semua ajang buat Yokohama F. Marinos.
Minimnya jumlah bermain tersebut, seolah membuktikan ucapan bintang Timnas Indonesia lain, Justin Hubner, yang sempat menyebut Liga Jepang hanya memanfaatkan ketenaran pemain Tanah Air sebagai alat marketing.
Sebagai informasi, Justin Hubner sempat bermain di Liga Jepang dengan memperkuat Cerezo Osaka pada Maret hingga Juli 2024 lalu.
Namun, sama seperti Sandy Walsh, menit bermain yang diraih Justin Hubner juga sangat minim yakni 8 pertandingan di semua ajang.
Usai meninggalkan Liga Jepang, Justin Hubner dalam postingan di media sosial pribadinya menyebut, bahwa klub Jepang hanya merekrut dirinya dan pemain Indonesia lain untuk menarik perhatian serta bahan marketing.
- Cerezo Osaka
“They only using me for their socials (Mereka hanya menggunakan saya untuk acara sosial mereka),” tulis Justin Hubner dalam Insta-story nya.
Setali tiga uang, salah satu pengamat sepak bola, Justinus Lhaksana atau coach Justin juga sempat menyebut jika Liga Jepang tidak ramah buat pemain Indonesia.
Coach Justin menceritakan pengalaman buruk pemain Indonesia yang bermain di Liga Jepang, seperti Stefano Lilipaly dan Irfan Bachdim.
"Gua punya pengalaman dengan Lilipaly kan, gue yang kenalkan dia ke klub, akhirnya dia pindah ke Liga Jepang," terang Coach Justin dilansir youtube TS Media.
"Di situ dia udah nggak dipakai, dia juga bingung, nggak berani kasih kesempatan, cuman friendly match. Nggak dikasih alasan," paparnya.
- Instagram/coachjustinl
Tak lama kemudian, giliran Irfan Bachdim striker andalan timnas Indonesia di Piala AFF 2010 berangkat ke Liga Jepang atau J-League 1 dengan membela Ventforet Kofu pada 2015.
Akan tetapi, pemain keturunan Indonesia tak mendapat kesempatan bermain, sama seperti Stefano Lilipaly.
Setelah itu, muncul nama Pratama Arhan dan Justin Hubner yang juga sama-sama tidak mendapat kesempatan main.
"Kasus ketiga Pratama Arhan, sama sekali nggak dikasih kesempatan juga untuk bermain. Kasus keempat Justin Hubner, tapi tiga ini kan nggak berani ngomong, atau terima-terima aja. Justin kan berani ngomong," paparnya.
Menurut pandit ini berdasarkan keterangan Justin Hubner, klub Jepang yang merekrutnya hanya memanfaatkan dirinya.
"Mereka itu manfaatkan gua untuk marketing purpose saja, makanya dia kesel kan. Untuk mengangkat nama mereka di Indonesia," tutup Coach Justin.
(sub)
Load more