Coach Justin Mulai Pasrah, Akhirnya Berani Bilang Target Timnas Indonesia untuk Lolos Final Piala AFF 2024 Tidak Realistis jika Shin Tae-yong...
- Tangkapan Layar dan ANTARA FOTO
tvOnenews.com - Kekalahan Timnas Indonesia dari Vietnam dengan skor tipis 0-1 di Piala AFF 2024 menuai kritik tajam dari pengamat sepak bola, Coach Justin.
Melalui kanal YouTube pribadinya, Justinus Lhaksana menyoroti performa buruk skuad Garuda yang dinilainya jauh dari kata siap untuk mencapai target lolos hingga babak final.
Menurut Coach Justin, permainan Timnas Indonesia di bawah asuhan Shin Tae-yong tidak menunjukkan pola permainan yang jelas.

- Tangkapan Layar YouTube Deddy Corbuzier dan AFC
"Ini juga berantakan (dibanding saat melawan Laos), build up nya berapa kali, long ball nya gak ada satupun yang sampe, bukan defensenya rapih, Vietnam aja jelek, mana ada peluang, crossang crossing doang," ujar Coach Justin dikutip dari YouTube pribadinya pada Jumat (20/12/2024).
Coach Justin bahkan pesimistis dengan ambisi sang pelatih asal Korea Selatan untuk membawa Indonesia ke babak final turnamen bergengsi Asia Tenggara ini.
Selain itu, Coach Justin juga menyoroti beberapa keputusan kontroversial Shin Tae-yong, salah satunya adalah tidak memasang Victor Dethan sebagai starter.
Padahal, gelandang muda ini tampil impresif di tiga laga sebelumnya.

- YouTube Justinus Lhaksana - Instagram @victordethan777
"Dethan dan Struick itu andalan kita, kerja keras. Tapi kenapa gak dipasang dari awal? Salah satu pemain terbaik di 3 match ini itu Dethan, tapi gak pernah dipasang jadi starter," ucap Coach Justin.
Selain itu, formasi yang digunakan Shin Tae-yong juga menjadi sorotan. Justin menilai bahwa formasi 4-3-3 lebih cocok untuk memaksimalkan potensi pemain yang ada.
"Asli, parah banget gak bisa pegang bola sama sekali. Nggak ngerti juga kenapa Shin Tae-yong gak pernah pakai 4-3-3," tambahnya.
Tak hanya strategi, Justin juga menyoroti minimnya penguasaan teknis dasar para pemain Timnas. Menurutnya, para pemain sering melakukan kesalahan mendasar yang fatal.
"Apakah pemain mengerti apa yang ingin disampaikan dari sisi strategi sama Shin Tae-yong karena di 3 match ini gue gak lihat pattern, gue nggak ngelihat visi, gue nggak ngelihat sebuah pola yang diinginkan oleh Shin Tae-yong," kritik Coach Justin.
"Tapi memang harus diakui bahwa mungkin polanya nggak berjalan karena pemain nggak bisa akurasi passingnya jelek," imbuhnya lagi.
Coach Justin menyebut bahwa target Shin Tae-yong untuk membawa Indonesia lolos hingga babak final terlalu ambisius jika melihat performa saat ini.
Ia merasa tim tidak memiliki visi permainan yang jelas di lapangan.
"There is no vision. Gak ada pemikiran dalam bermain. Build-up-nya juga gak jelas, kadang 4 orang, 5 orang, kadang 2 orang. Akhirnya belakang passing terus crossing-crossing, no pattern," tegasnya.
Menurutnya, meskipun peluang Indonesia untuk lolos ke semifinal masih terbuka, performa seperti ini akan sulit bersaing dengan tim-tim kuat lainnya seperti Thailand.
"Kalau kita lolos lawan Thailand itu fifty-fifty, karena Thailand pun turunkan pemain muda, cuma kalau lu main kayak gini ya susah, terlalu banyak pemain yang off, teknis dasarnya mereka gak bisa menguasai," kata Coach Justin.
Kritik Coach Justin ini menjadi peringatan penting bagi Shin Tae-yong dan para pemain Timnas Indonesia.
Ia berharap ada evaluasi menyeluruh, baik dari segi strategi maupun teknik dasar, agar tim bisa tampil lebih kompetitif di laga selanjutnya.
Kekalahan dari Vietnam menjadi alarm keras bahwa visi permainan dan konsistensi adalah kunci untuk bersaing di level internasional.
Jika tidak ada perubahan signifikan, target tinggi yang dicanangkan Shin Tae-yong berpotensi menjadi mimpi yang sulit terwujud.
"Jadi untuk gua agak jumawa untuk mendatangkan hanya menyeleksi pemain muda, terus punya target final," ungkap Coach Justin. (asl)
Load more