News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ini Alasan Turnamen Toulon Punya Gengsi Tinggi di Mata Dunia, Pencari Bakat Siap Intip Talenta Timnas Indonesia

Timnas Indonesia kembali mengikuti turnamen usia muda non FIFA paling bergengsi di dunia ini. 
Senin, 13 Mei 2024 - 13:06 WIB
Turnamen Toulon jadi ajang pencarian bakat klub dunia
Sumber :
  • Tournoi Maurice Revello

tvOnenews.com - Timnas Indonesia akan mengikuti turnamen Toulon yang kini berganti nama menjadi Maurice Revello di Prancis pada 3-16 Juni 2024 mendatang. 

Timnas Indonesia kembali mengikuti turnamen usia muda non FIFA paling bergengsi di dunia ini. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Turnamen yang sudah ada ratusan tahun ini diadakan setiap tahun dengan mempertemukan timnas dari berbagai negara tanpa melihat negara tersebut berasal. 

tvonenews

Turnamen ini pun sangat bergengsi di mata dunia, bahkan Vietnam sempat iri karena Timnas Indonesia yang dipilih untuk menggantikan Arab Saudi yang mengundurkan diri dari turnamen. 

Turnamen ini akhirnya kembali digelar untuk ketigakalinya setelah sempat berhenti akibat pandemi Covid-19. 

Dalam edisi 2024 kali ini, turnamen ini mendapatkan perhatian dari ratusan pencari bakat untuk mengawasi para pemain U-23 yang bermain. 

Dikutip dari laman 20 Minutes, turnamen Toulon akhirnya kembali digelar pada 2022 setelah absen karena pandemi.

Saat itu Manajer Komunikasi Turnamen Toulon, Amayes Brahmi menyebut setidaknya ada 720 permintaan akreditasi dari para pencari bakat. 

"Biasanya hanya 350 permintaan akreditasi, tapi meningkat jauh setelah dua tahun turnamen ini terhenti. Semua klub besar pun telah mengajukan permintaam meski tentu tidak semuanya hadir," kata Amayer Brahmi. 

Brahmi menyebut beberapa nama klub yang sudah memastikan hadir diantaranya klub Prancis seperti Lyon dan Olympique de Marseille, serta klub Eropa lain dari mulai Borussia Dortmund, Manchester United, West Ham, hingga Newcastle United. 

Menurut Brahmi, turnamen ini menjadi salah satu jalan pintas untuk mendapatkan talenta muda dari negara yang tak bisa mereka datangi. 

Menurutnya, dari negara-negara inilah klub besar bisa mencari pemain yang bisa besar di masa depan. 

"Kami lebih suka melihat negara-negara sepak bola lain (selain Eropa) negara-negara kecil yang kami tahu jauh lebih sedikit (dari sorotan), hari ini pemain besar bisa berasal dari mana saja, tidak boleh ada negara yang diabaikan," kata Brahmi. 

Hal tersebut pun diakui oleh pencari bakat bagi klub Prancis Chamois Niortais, Faouzi Djedou. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia mengaku puas dengan tingginya level persaingan di turnamen ini meski beberapa negara seperti Brasil, Inggris dan Jerman tidak berpartisipasi. 

"Turnamen ini didgelar di akhir musim dan banyak pemain yang sudah bermain 30-40 laga musim ini jadi itu tak mudah, tapi dengan dua tahun absen, tentu ini jadi angin segar," kata Djedou. (hfp)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT