News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bak Jawara, 3 Pemain Timnas Indonesia Ini Dijuluki 'Preman Lapangan' karena Bertempramen Tinggi

Beberapa pemain Timnas Indonesia dikenal memiliki karakter keras dan sulit mengendalikan emosi hingga mendapat julukan 'preman di atas lapangan'.
Selasa, 27 Februari 2024 - 09:50 WIB
Ferdinan Sinaga dan Abduh Lestaluhu
Sumber :
  • VIVA dan Tangkapan Layar YouTube AFF

tvOnenews.com - Beberapa pemain Timnas Indonesia dikenal memiliki karakter keras dan sulit mengendalikan emosi hingga mendapat julukan 'preman di atas lapangan'.

Kerasnya permainan mereka bisa dipicu dengan berbagai faktor, mulai wasit yang tidak adil hingga provokasi antarpemain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan, beberapa tahun lalu kericuhan antarpemain nyaris setiap pekan terjadi di kompetisi Indonesia.

Hal ini juga kerap berimbas ke Timnas Indonesia ketika menghadapi pertandingan internasional.

tvonenews

Ketika pemain bertanding di level internasional, wasit biasanya akan lebih tegas terhadap pelanggaran keras.

Namun, karena terbiasa bermain keras tanpa teguran dari wasit, mereka kemudian mereplikasinya ketika bertanding di tim nasional.

Lantas, siapa saja pemain yang dikenal memiliki sifat tempramen dan dijuluki 'preman di atas lapangan'? Berikut daftarnya.

1. Marinus Wanewar

Marinus Wanewar pernah dianggap sebagai salah satu striker masa depan yang dimiliki oleh Timnas Indonesia.

Namun, emosi yang tak terkendali membuatnya mendapat kritikan dari banyak pihak.

Salah satu aksi tidak terpujinya adalah ketika Marinus melakukan aksi provaktif pada Piala AFF U-22.

Ketika itu, Marinus bermain untuk Timnas Indonesia U-22 yang bermain menghadapi Kamboja.

Setelah pertandingan, Marinus tertangkap kamera menolak berjabat tangan dengan pemain Kamboja.

Dia juga sempat memberikan gestur jempol terbalik yang diarahkan ke para pemain Kamboja.

2. Ferdinand Sinaga

Saat masih berusia muda, Ferdinand Sinaga dikenal sebagai pemain yang sering meledak-ledak ketika di atas lapangan.

Sifat temperamen tersebut membuat Ferdinan dikenal sebagai pemain yang keras dan tidak takut menkonfontrasi lawan.

Dia pernah mendapat sanksi berat dari PSSI pada 2017 ketika memukul pemain Persela Lamongan, Ivan Carlos.

Ketika itu, Ferdinand disanksi larangan bermain di empat pertandingan dan denda sebesar Rp10 juta.

Bukan hanya di level klub, Ferdinand pun sempat melakukan tindakan tidak terpuji pada saat bermain untuk Timnas Indonesia.

Pada 11 Mei 2014 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Ferdinand tampil pada laga Timnas Indonesia menghadapi ASEAN All Star.

Namun, setelah pertandingan selesai, Ferdinand mengejar suporter hingga naik ke atas pagar karena merasa diprovokasi.

Akibat ulahnya tersebut, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menghukum Ferdinand dengan denda Rp50 juta.

3. Abduh Lestaluhu

Abduh Lestaluhu sempat membuat heboh sepak bola Asia Tenggara setelah melakukan tindakan tidak terpuji saat berseragam Timnas Indonesia.

Pada 2016, Abduh Lestaluhu bermain untuk Timnas Indonesia menghadapi Thailand di leg kedua final Piala AFF.

Ketika itu, skuad Garuda mengalami kekalahan dengan skor 0-2 sehingga beberapa pemain terlihat emosi.

Abduh kemudian melakukan tindakan terpuji dengan menendang bola ke arah bench pemain Thailand.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini berbuntut panjang karena Abduh mendapat hukuman dari AFC berupa larangan bermain sebanyak dua pertandingan bersama Timnas Indonesia dan denda sebesar 1000 dolar AS.

Bukan hanya itu, Abduh juga sempat disanksi larangan bermain sebanyak lima laga pada 2017 karena memukul Thiago Furtuoso.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pelatih Sassuolo Angkat Topi untuk Jay Idzes, Sebut Kapten Timnas Indonesia itu Layak Dapat Penghormatan Besar

Pelatih Sassuolo Angkat Topi untuk Jay Idzes, Sebut Kapten Timnas Indonesia itu Layak Dapat Penghormatan Besar

Nama Jay Idzes kembali mencuri perhatian, kali ini datang langsung dari Italia. Pelatih Sassuolo akui kapten Timnas Indonesia itu layak dapat penghormatan besar.
Final Four Proliga 2026: Dio Zulkifli Ungkap Faktor Kemenangan Telak Jakarta LavAni Menang Telak Atas Garuda Jaya

Final Four Proliga 2026: Dio Zulkifli Ungkap Faktor Kemenangan Telak Jakarta LavAni Menang Telak Atas Garuda Jaya

Jakarta LavAni meraih kemenangan meyakinkan pada laga pembuka Final Four Proliga 2026 atas Jakarta Garuda Jaya dengan skor 3-0 (25-17, 25-20, 25-17).
Masih Punya Pertandingan Sisa, Seberapa Besar Peluang Persib Juara Lagi?

Masih Punya Pertandingan Sisa, Seberapa Besar Peluang Persib Juara Lagi?

Persib Bandung terus menunjukkan ambisinya dalam perburuan gelar BRI Super League 2025/2026. Dengan komposisi skuad yang dinilai mewah, Maung Bandung diprediksi
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menyebut atlet panjat tebing Indonesia menolak tawaran naturalisasi dari Turki.
Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi

Trending

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur
Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menyebut atlet panjat tebing Indonesia menolak tawaran naturalisasi dari Turki.
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur
Penerimaan Bea Cukai Tertekan, IAW Desak Audit Total untuk Tutup Kebocoran Negara

Penerimaan Bea Cukai Tertekan, IAW Desak Audit Total untuk Tutup Kebocoran Negara

IAW soroti penerimaan Bea Cukai yang terkontraksi, desak audit forensik dan reformasi sistemik untuk cegah kebocoran puluhan triliun.
Langkah Tegas Dedi Mulyadi Berantas Nepotisme di Proyek Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, Lebih Transparan!

Langkah Tegas Dedi Mulyadi Berantas Nepotisme di Proyek Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, Lebih Transparan!

Dedi Mulyadi siapkan sistem transparan untuk program rutilahu di Jawa Barat. Nepotisme diputus, masyarakat kini bisa ajukan bantuan rumah secara transparan.
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT