News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Iran, Tekanan Pemerintah, Demonstrasi HAM, dan Piala Dunia 2022

Tim nasional Iran harus bisa lebih fokus di Piala Dunia 2022. Kondisi politik dalam negeri dan kekalahan telak pada laga pertama jadi tantangan besar di Qatar.
Jumat, 25 November 2022 - 09:54 WIB
Mehdi Terami berharap dapat memberi kegembiraan bagi rakyat Iran.
Sumber :
  • antara

Doha, Qatar – Tim nasional Iran harus bisa lebih fokus di Piala Dunia 2022. Kondisi politik dalam negeri dan kekalahan telak pada laga pertama jadi tantangan besar di Qatar.

Iran memulai Piala Dunia 2022 di Qatar dengan cara sulit. Kehilangan kiper utama, Alireza Beiranvand, merepotkan Team Melli saat melawan tim kuat Inggris pada pertandingan pertama Grup B hingga Tim Persia luluh-lantak dengan kekalahan telak 2-6.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Tantangan Fokus Iran di Piala Dunia

Tapi kekalahan pun seperti jadi akhir yang getir setelah Iran mengawali penampilan dengan kemunculan kontroversial. Para pemain berdiri tanpa ekspresi saat lagu kebangsaan sebelum pertandingan. Rumor berkembang bahwa Team Melli menunjukkan solidaritas pada situasi dalam negeri.

Sikap Mehdi Taremi dan kawan-kawan sebagai bentuk dukungan kepada pengunjuk rasa anti-pemerintah. Seperti rakyat, pemain marah karena kematian seorang perempuan berusia 22 tahun, Mahsa Amini, yang tewas di ruang tahanan.

Demonstrasi pecah di Iran. Para pendukung Hak Asasi Manusia (HAM) mengkritik keras pemerintah yang bertidak sewenang-wenang. Aktivis mencerca kelompok Syiah yang bersikap tidak adil terhadap puak minoritas Kurdi.

Pada Kamis, 24 November 2022, pihak berwenang Iran menangkap seorang mantan pemain tim nasional asal Kurdi yang mendukung protes. Voria Ghafouri, yang 28 kali membela Iran hingga 2019, menghadapi tuduhan menyebarkan "propaganda" melawan negara.

Kepala HAM Persatuan Bangsa-Bangsa, Volker Turk, mengatakan bahwa aparat pemerintah telah menangkap sekitar 14.000 orang, termasuk anak-anak. PBB juga mencatat, Iran menjatuhkan hukuman mati terhadap enam demonstran karena turut melakukan aksi protes.

 

Bantah Ada Tekanan dari Pemerintah

Namun striker Iran, Mehdi Taremi, membantah timnya berada "di bawah tekanan" pemerintah setelah memilih tidak menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan pertama Piala Dunia 2022.

"Saya tidak suka membahas masalah politik tetapi kami tidak berada di bawah tekanan apa pun," kata Taremi dalam konferensi pers menjelang pertandingan keduanya di Grup B melawan Wales.

"Saya tahu pertanyaan semacam ini akan diajukan tetapi apa pun yang saya katakan, itu tidak masalah karena sejumlah orang akan menulis apa pun yang ingin mereka tulis," tambah Taremi.

"Jadi saya lebih suka membicarakan masalah politik secara pribadi atau di media sosial saya sendiri."

Pencetak kedua gol Iran saat kalah telak dari Inggris imelanjutkan, "Kami datang untuk bermain sepakbola, bukan hanya kami, tetapi semua pemain di sini di Qatar."

"Saya dan ribuan orang seperti saya memiliki kekuatan untuk mengubah banyak hal," sambung Taremi.

 

Pelatih Carlos Queiroz Sewot

Pelatih Iran Carlos Queiroz juga menanggapi. "Kami tidak ingin mencampuradukkan isu-isu semacam itu saat kami bermain sepak bola," kata pelatih berpengalaman asal Portugal.

Queiroz bahkan menyindir wartawan. "Saya kira aneh, sebagai warga dunia yang rendah hati, saya berpikir, mengapa Anda tidak mengajukan pertanyaan yang sama kepada pelatih lain dari tim nasional lain. Menurut saya ini tidak adil."

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain soal situasi dalam negeri, Queiroz juga enggan menanggapi isu hubungan politik yang berkelindan di antara peserta Grup B FIFA World Cup 2022. Ia tidak memikirkan permusuhan Iran dengan Amerika Serikat, Inggris dan juga Wales yang merupakan bagian dari Britania Raya.

Pertandingan Wales dan Iran di Grup B Piala Dunia 2022 akan berlangsung pada Jumat petang, 25 November 2022, mulai pukul 17:00 WIB. (raw)

Klasemen
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
background

Pekan ke-20

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT