News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

61 Tahun Setelah Juara Piala Asia 1961, Timnas U-20 Kejar Harapan di Uzbekistan

Timnas U-20 sukses lolos ke putaran final Piala Asia 2023 di Uzbekistan 2023. Sepanjang sejarah, Indonesia sudah belasan kali berpartisipasi, bahkan jadi juara.
Senin, 19 September 2022 - 10:28 WIB
Hokky Caraka dan kawan-kawan cari keberuntungan di Piala Asia U-20 2023.
Sumber :
  • pssi

Surabaya, Jawa Timur – Timnas U-20 sukses lolos ke putaran final Piala Asia 2023 di Uzbekistan 2023. Sepanjang sejarah, Indonesia sudah belasan kali berpartisipasi, bahkan jadi juara.
Tim nasional (timnas) sepakbola Indonesia usia di bawah 20 tahun (U-20) menyelesaikan kualifikasi Piala Asia U-20 dengan menjadi juara grup. Kemenangan dramatis 3-2 atas Vietnam pada laga terakhir Grup F memastikan Muhammad Ferarri dan rekan meraih tiket otomatis lolos ke putaran final di Uzbekistan.
Hasil pada Minggu (18/09/2022) malam di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur membuat Timnas U-20 mengumpulkan total 9 poin. Rabbani Tasnim dan kawan-kawan melakukan aksi sapu bersih kemenangan di Grup dengan mengalahkan Timor Leste 4-0, Hong Kong 5-1 dan Vietnam 3-2.

“Luar biasa perjuangan pemain pemain. Semua bermain bagus. Terima kasih juga untuk STY, manager U-20 Sumardji, ofisial, suporter, Exco PSSI, yang selalu kompak dalam menjalankan roda organisasi,” kata Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Mochamad Iriawan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sekali lagi terima kasih untuk semuanya. Mudah-mudahan sepakbola Indonesia semakin maju,” lanjut sosok berpanggilan Iwan Bule setelah pasukan Shin Tae-yong memastikan tiket ke putaran final Piala Asia U-20.

Penampilan ke-18 Timnas
Sesuai dengan aturan turnamen, juara grup otomatis lolos ke putaran final. Dengan keberhasilan Marselino Ferdinan dan para sahabat merebut tiket terbang ke Uzbekistan, Indonesia akan menjalani Piala Asia U-20 yang ke-18 sepanjang sejarah.

Sejak pementasan perdana pada 1959, Piala Asia U-20 telah berlangsung sebanyak 40 kali. Bermula dari pelaksanaan edisi inaugurasi di Malaysia hingga pementasan terakhir di Indonesia pada 2018, format dan nama kejuraan telah mengalami beberapa kali pergantian dan perubahan.

Pernah memakai nama AFC Youth Championship (Kejuaraan Pemuda AFC) dan AFC U-19 Championship atau Kejuaraan AFC untuk kelompok usia di bawah 19 tahun, turnamen kini memakai nama AFC U-20 setelah batal terlaksana di Uzbekistan pada 2020 akibat pandemic Covid-19.

Format kejuaraan beberapa kali berubah. Pada awal penyelenggaraan (1959 sampai 1978), turnamen bersifat tahunan dan berjalan tanpa babak kualifikasi. Namun mulai 1980, kompetisi bersifat dua tahunan atau biennial dan AFC menerapkan babak penyisihan untuk menentukan peserta putaran final.

Jadi Juara Asia Bersama
Sepanjang sejarah, Indonesia telah hadir sebanyak 17 kali dan bermain dalam 70 pertandingan. Timnas U-20 merebut 26 kemenangan, merasakan 13 hasil imbang, dan menderita 31 kekalahan. Rasio gol menerakan angka -7 dari kemampuan membuat 114 gol dan menerima 121 kali kebobolan.

Indonesia mengawali keikutsertaan di Piala Asia U-20 pada perhelatan kedua. Datang di Kuala Lumpur, Malaysia, Timnas mengejutkan masyarakat Benua Kuning dengan langsung menembus 4 Besar. Pasukan Merah-Putih mengisi peringkat keempat pada kejuaraan 1960.

Sesudah membuat debut dengan hasil positif di Malaysia, Indonesia hadir lagi pada tahun berikutnya di Thailand pada 1961. Pasukan Garuda Remaja bahkan mencapai puncak. Timnas menjadi juara Piala Asia U-20 setelah bermain imbang tanpa gol dengan Burma (nama lama negara Myanmar) pada laga final.

Skor tetap 0-0 sampai waktu habis, tak ada lanjutan pertandingan melalui babak adu penalti. Konfederasi Sepakbola Asia (Asian Football Confederation/AFC) menetapkan dua finalis berhak meraih gelar juara bersama. Indonesia dan Burma berbagi trofi juara Piala Asia U-20.

Prestasi anak-anak Pertiwi masih terjaga pada awal 1960-an. Setahun setelah menjadi juara, pasukan Indonesia menempati peringkat ketiga di Bangkok 1962. Dua capaian positif terjadi lagi sewaktu Timnas menyandang predikat runner-up pada 1967 juga di Thailand dan 1970 di Filipina.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun beberapa generasi berikutnya tak mampu mengulang prestasi angkatan sebelumnya. Saat jadi tuan rumah perhelatan terakhir pada 2018, Timnas U-20 mencapai perempatfinal.

Kini Indonesia menuju penyelenggaraan ke-41 Piala Asia U-20. Setelah 61 tahun sejak 1961, Timnas belum berhasil lagi menyandang gelar juara tim berusia di bawah usia 20 tahun. Adakah keberuntungan menyambut Hokky Caraka dan rekan pada keikutsertaan ke-18 di Uzbekistan? (raw)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT