Ilmu Padi! Meski Menang 3-2 atas Juventus, Yann Bisseck Sebut Inter Milan Masih Punya Banyak PR dan Tak Mau Jemawa
- REUTERS/Daniele Mascolo
Jakarta, tvOnenews.com – Kemenangan 3-2 atas Juventus dalam Derby d’Italia memang terasa manis bagi Inter Milan. Namun di balik euforia itu, Yann Bisseck menegaskan timnya masih menyimpan banyak pekerjaan rumah.
Bek asal Jerman tersebut tampil penuh determinasi sepanjang laga sengit di Giuseppe Meazza. Seusai pertandingan, ia memilih bersikap jujur dengan mengakui performa Inter belum sepenuhnya memuaskan.
“Itu pertandingan yang sulit dan kami senang bisa menang,” ujar Bisseck kepada Sky Sport. Ia tak menampik bahwa Juventus memberi perlawanan sengit yang memaksa Inter bekerja ekstra keras.
Menurutnya, Juventus mampu mengontrol beberapa fase permainan dengan sangat baik. Bahkan saat bermain dengan sepuluh orang, Bianconeri tetap disiplin dan terus menekan tuan rumah.
Bisseck mengakui Inter sempat berada dalam tekanan, terutama ketika skor kembali imbang 2-2. Situasi itu sempat menguji mental para pemain sebelum akhirnya gol penentu lahir di menit akhir.
“Kami bisa bermain lebih baik, tetapi pada akhirnya yang penting adalah menang,” katanya tegas. Ia juga mengingatkan bahwa kualitas lawan harus dihargai dalam menilai jalannya pertandingan.
Bagi Bisseck, kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin di klasemen. Hasil tersebut menjadi cerminan bahwa Inter memiliki mental bertarung hingga detik terakhir.
Ia pun menyoroti peran pelatih Cristian Chivu yang dinilai berpengaruh besar dalam membentuk karakter tim. Menurutnya, Chivu konsisten menanamkan pentingnya kekuatan mental dalam setiap pertandingan.
“Kadang sepak bola ditentukan oleh apa yang ada di kepala,” ungkapnya. Setelah kebobolan gol penyama, Inter tetap tenang dan tidak kehilangan fokus.
Dalam wawancara bersama Inter TV, Bisseck kembali menekankan pesan yang sama. Ia menyebut timnya masih melakukan sejumlah kesalahan yang harus segera diperbaiki.
Meski demikian, ia bangga dengan respons rekan-rekannya di momen krusial. Inter mampu melakukan hal yang tepat ketika tekanan berada di titik tertinggi.
Saat ditanya apa yang menjadi pembeda dalam laga tersebut, Bisseck tanpa ragu menyebut mentalitas. Ia menegaskan bahwa hasrat besar untuk menang selalu menjadi identitas tim ini.
Load more