Pujian Jurnalis Italia Lihat Titik Balik AC Milan, Sempat Dipermalukan Kiper Timnas Indonesia Kini Jadi Tim Paling Konsisten di Serie A
- REUTERS/Matteo Ciambelli
Jakarta, tvOnenews.com – Kekalahan AC Milan dari Cremonese pada laga pembuka Serie A sempat menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan pendukung. Bermain di San Siro dan takluk dari tim promosi membuat bayang-bayang musim lalu kembali menghantui Rossoneri.
Banyak pihak kala itu menilai hasil tersebut sebagai sinyal awal musim yang sulit. Milan dianggap belum sepenuhnya keluar dari fase inkonsistensi yang membuat mereka finis di luar zona Eropa pada musim sebelumnya.
Namun, perjalanan waktu justru menghadirkan sudut pandang berbeda. Hasil negatif itu perlahan dipandang sebagai titik balik yang membentuk karakter serta mental bertanding Milan.
Pengamat sepak bola Italia, Alfredo Pedullà, bahkan menyebut kekalahan tersebut sebagai sebuah berkah dalam konteks sepak bola. Pandangan itu ia sampaikan melalui kanal YouTube miliknya yang dikutip MilanNews.
“Milan tampil berkilau, mereka memainkan babak pertama yang luar biasa,” ujar Pedullà. Ia menegaskan bahwa performa tersebut bukan karena lawan tampil buruk, melainkan karena Milan mampu memaksakan kualitas permainannya.
Menurut Pedullà, Rossoneri menunjukkan intensitas dan determinasi yang konsisten. “Milan menciptakan peluang, lalu peluang lagi, mereka tidak berhenti, mereka terus menekan dan bermain sebagai sebuah tim,” ucapnya.
Sejak kekalahan dari Cremonese yang diperkuat kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, AC Milan tercatat belum menelan kekalahan di Serie A. Catatan itu mencakup laga melawan tim papan atas maupun lawan yang berada di bawah mereka di klasemen.
Statistik tersebut menjadi pencapaian signifikan bagi tim yang finis di peringkat kedelapan musim lalu. Terlebih, kebangkitan itu datang setelah mereka sempat tumbang di kandang sendiri dari tim promosi.
Pedullà juga menyoroti peran Adrien Rabiot sebagai sosok kunci dalam transformasi Milan. Ia menilai gelandang tersebut memberikan dampak besar, bukan hanya lewat permainan, tetapi juga lewat kepemimpinan.
“Hari ini Adrien Rabiot adalah gelandang dengan nilai tambah absolut, dari apa yang ia lakukan dan bagaimana ia mendorong rekan-rekannya,” kata Pedullà. Ia menilai kepribadian Rabiot yang berada di atas rata-rata menjadi faktor penting di ruang ganti.
Selain Rabiot, Pedullà menyebut kehadiran pemain berpengalaman seperti Luka Modric turut memperkuat mental tim. Energi dan adrenalin yang ditularkan para pemain senior disebutnya terasa hingga ke seluruh lini.
Ia juga mengapresiasi Milan yang tetap menjaga fokus hingga babak kedua. Menurutnya, Rossoneri tidak memberi ruang untuk relaksasi, sesuatu yang kerap menjadi masalah di masa lalu.
“Milan memiliki keunggulan untuk tidak kehilangan konsentrasi, bahkan di babak kedua,” tuturnya. Hal tersebut dianggap sebagai tanda kedewasaan tim dalam mengelola pertandingan.
Pada akhirnya, Pedullà menegaskan bahwa kekalahan dari Cremonese justru memberi pelajaran penting. “Satu-satunya kekalahan Milan pada Agustus melawan Cremonese adalah sebuah berkah sepak bola,” pungkasnya.
Kini, Milan menuai hasil dari proses tersebut dengan performa yang lebih stabil dan terarah. Apa yang semula dianggap sebagai awal yang buruk justru menjadi fondasi bagi kebangkitan Rossoneri sepanjang musim.
(sub)
Load more