Mbappe Dikritik Malas Berlari di Real Madrid, Pelatih Timnas Prancis Beri Pernyataan Berkelas
- REUTERS/Stringer
Jakarta, tvOnenews.com - Dalam satu setengah tahun terakhir, sorotan tajam terus mengarah ke para pemain Real Madrid terkait rendahnya intensitas pergerakan tanpa bola saat pertandingan berlangsung. Salah satu nama yang paling sering menjadi bahan perdebatan adalah Kylian Mbappe, yang disebut-sebut memiliki catatan jarak tempuh kurang impresif dibandingkan rekan setimnya.
Meski demikian, peran Mbappe di skuad Los Blancos tetap tidak tergantikan oleh pelatih kepala Alvaro Arbeloa. Produktivitasnya juga sulit dibantah setelah mencetak 37 gol dari 30 laga di semua ajang musim ini.
Namun, kontribusinya tanpa bola kembali menjadi topik hangat, terutama pada fase akhir kepelatihan Xabi Alonso. Situasi tersebut memicu berbagai kritik, meski sang penyerang kini mendapatkan pembelaan langsung dari pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps.
Mengutip laporan Cadena SER, Deschamps menilai tidak semua pemain harus memiliki jarak tempuh identik di lapangan. Ia menegaskan bahwa kualitas seorang penyerang tidak semata-mata diukur dari seberapa jauh mereka berlari.
“Saya rasa tidak seperti itu, meskipun beberapa pemain berlari lebih sedikit daripada yang lain. Jika Anda ingin dia berlari minimal 11 km per pertandingan, jangan repot-repot karena dia tidak akan melakukannya,“ ujar Deschamps.
"Kylian, suka atau tidak suka, anak muda menyukainya. Anda memiliki citra sebagai pria yang egois dan individualistis, dan memang benar bahwa seorang striker juga harus egois, tetapi saya dapat meyakinkan Anda bahwa dalam menjalankan tugas di tim nasional Prancis, dia berperilaku seperti seorang kapten," lanjutnya.
Pernyataan tersebut seolah menjadi tameng bagi Mbappe di tengah kritik yang terus berdatangan. Deschamps bahkan menekankan bahwa kepemimpinan sang bintang terlihat jelas saat membela negaranya.
Di sisi lain, kondisi ini tetap menjadi pekerjaan rumah bagi Real Madrid, terutama ketika menghadapi lawan dengan pressing tinggi seperti di Liga Champions. Tekanan biasanya dimulai dari lini depan, sehingga kurangnya agresivitas dalam menutup ruang dapat berdampak pada keseimbangan permainan tim.
Apabila pemain depan seperti Mbappe dan Vinicius Junior tidak mampu menjaga intensitas tersebut, maka lini lain berisiko kewalahan menghadapi serangan lawan. Hal inilah yang membuat aspek kerja tanpa bola menjadi perhatian serius jika Real Madrid ingin terus bersaing di level tertinggi Eropa.
Load more