News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Drama Penalti Al Nassr dan Kartu Merah untuk Kapten Al Kholood, Pengamat Tegaskan: Tidak Sportif

Drama penalti dimulai saat wasit mengusir kapten Al Kholood, Hattan Bahebri, dari dalam lapangan, lalu memberi penalti untuk Al Nassr yang dieksekusi oleh Kinglsey Coman.
Sabtu, 31 Januari 2026 - 23:10 WIB
Kingsley Coman dalam laga Al Kholood vs Al Nassr pada 31 Januari 2026 dini hari WIB | Hattan Bahebri di laga Al Kholood vs Al Ahli Saudi pada 17 Januari 2026
Sumber :
  • X/AlNassrFC | Instagram/bahbri27

tvOnenews.com - Kemenangan 3-0 Al Nassr atas Al Kholood pada Sabtu (31/1/2026) dini hari WIB tidak lepas dari sorotan tajam terkait keputusan wasit.

Meski Al Nassr tampil dominan, dua insiden krusial di babak kedua justru memincu kontroversi dan perdebatan di antara para pengamat sepak bola.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Insiden pertama yang memanaskan atmosfer pertandingan terjadi pada menit ke-72. Wasit mengeluarkan kartu merah langsung kepada Hattan Bahebri setelah melakukan pelanggaran keras terhadap bek Al Nassr, Mohamed Simakan. Keputusan tersebut diambil setelah wasit meninjau layar Video Assistant Referee (VAR).

Hattan Bahebri di laga Al Kholood vs Al Ahli Saudi pada 17 Januari 2026.
Hattan Bahebri di laga Al Kholood vs Al Ahli Saudi pada 17 Januari 2026.
Sumber :
  • Instagram/bahbri27

Menurut analis wasit asal Mesir, Mohamed Kamal Risha sekaligus komentator untuk surat kabar  Arriyadiyah, keputusan mengusir Bahebri adalah langkah yang tepat.

Risha juga menilai bahwa intensitas terjangan Bahebri masuk dalam kategori permainan kasar yang membahayakan keselamatan lawan (serious foul play).

Baginya, kartu merah tersebut bukanlah keputusan yang dilebih-lebihkan karena terdapat kontak fisik cukup yang fatal.

"Bahebri menyikut dada Simakan, tetapi dengan kekuatan minimal. Ini adalah tindakan tidak sportif, yang pantas mendapatkan kartu kuning kedua diikuti kartu merah, karena pemain tersebut sudah menerima kartu kuning di babak pertama," ujar Risha yang juga merupakan mantan wasit internasional, dikutip Arriyadiyah, Sabtu (31/1/2026).

Risha mengatakan bahwa kartu merah yang langsung dikeluarkan oleh wasit memang terlihat terlalu keras. Namun, wasit dengan jelas menganggapnya sebagai tindakan yang tidak sportif.

"Kartu merah langsung terlalu keras, dan jelas wasit menganggap insiden yang dilihatnya di monitor, setelah meninjaunya di ruang VAR, sebagai tindakan tidak sportif," kata Risha.

Mohamed Simakan dalam laga Al Kholood vs Al Nassr pada 31 Januari 2026 dini hari WIB.
Mohamed Simakan dalam laga Al Kholood vs Al Nassr pada 31 Januari 2026 dini hari WIB.
Sumber :
  • X/AlNassrFC

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, pendapat berbeda muncul dari pengamat perwasitan asal Yordania, Ahmed Abu Khadija. Ia pun memberikan kritik pedas terhadap keputusan penalti yang diberikan wasit Abdullah Fahad Al Owaydan.

Abu Khadija menyatakan bahwa kontak antara pemain bertahan Al Kholood dengan Coman sangat minim dan tidak cukup untuk dikategorikan sebagai pelanggaran.

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT