News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Detik-detik Xabi Alonso Murka pada Skuad Real Madrid: Saya Tidak Tahu Akan Melatih di Day Care

Xabi Alonso resmi dipecat setelah gagal meraih gelar juara Piala Super Spanyol melawan Barcelona. Bak tumpukan gunung es, kegagalan itu dimanfaatkan untuk memecat sang pelatih. 
Rabu, 14 Januari 2026 - 16:06 WIB
Mantan pelatih Real Madrid Xabi Alonso dan Kylian Mbappe
Sumber :
  • Reuters/Hannah Mckay

Jakarta, tvOnenews.com - Detik-detik Xabi Alonso murka pada skuad Real Madrid diungkapkan oleh media Spanyol, Marca. Keretakan hubungan pelatih dan pemain ini ternyata sudah terjadi di jauh-jauh hari sebelum pemecatan mengejutkannya beberapa hari lalu. 

Xabi Alonso resmi dipecat setelah gagal meraih gelar juara Piala Super Spanyol melawan Barcelona. Bak tumpukan gunung es, kegagalan itu dimanfaatkan untuk memecat sang pelatih. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Xabi Alonso dipecat pada Januari 2026, namun sang manajer telah kehilangan tempat di Real Madrid sejak awal November 2025, saat itu, keretakan antara skuad dan Xabi Alonso sudah terlihat jelas," tulis laporan Marca dikutip Rabu (14/1/2026). 

Jarak antara pelatih dan pemain bahkan menjauh drastis ketika Xabi Alonso murka ketika memimpin latihan. Saat itu emosinya meledak dan menyebut bahwa dia tidak tahu akan menjadi pelatih di tempat penitipan anak alias day care. 

"Saya tidak tahu akan melatih di tempat day care!" kata Xabi Alonso kala itu. 

Ternyata it bukan menjadi peringatan bagi pemainnya, melainkan keputusasaan sang pelatih yang sudah menyerah untuk mengatur para pemainnya sendiri. 

"Xabi sudah lama kesal karena para pemain tak mau memenuhi tuntutan yang dia berikan setiap sesi latihan, terutama pada latihan taktik. Wajah cemberut, sikap buruk, hingga bisikan antar pemain membuatnya tak tahan," tulis Marca. 

Dari sisi pemain, lanjut laporan Marca, pemain Real Madrid menganggap Xabi Alonso terlalu menuntut dan berlebihan ketika menerapkan taktik. Bahkan tak jarang dia mengoreksi sang asisten, termasuk Sebas Parrilla di depan pemain. 

Lingkungan kerja yang buruk dan tekanan pun semakin merusak hubungan dalam tim. Bahkan sejak tampil di Piala Dunia Antarklub, Xabi tergesa-gesa untuk memulai masa pramusim dan tak sempat mengerjakan filosofi sepak bola yang ingin dia terapkan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keagresifan itu pun ternyata tak sejalan dengan para pemainnya sendiri. Di saat Xabi tidak senang dengan para pemainnya, para pemain pun tidak senang dengan Xabi. 

Hubungan Xabi Alonso dengan manajemen klub pun kemudian disinggung oleh Marca. Entah untuk memperburuk keadaan atau membantu, klub mengutus nama pelatih tim satelit Real Madrid, Real Madrid Castilla, Alvaro Arbeola untuk berada di sekitar tim. 

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT