3 Pemain AC Milan yang Tampil Buruk dan Biang Kegagalan Rossoneri Kalahkan Genoa di Liga Italia: Bek Senior Bikin Blunder
- REUTERS/Daniele Mascolo
Jakarta, tvOnenews.com - AC Milan harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang tamunya, Genoa, dalam lanjutan kompetisi Serie A Liga Italia musim 2025/2026. Bertanding di hadapan publik sendiri di San Siro pada Jumat (9/1/2026) dini hari WIB, Rossoneri justru tampil di bawah tekanan dan nyaris dipermalukan di kandang sendiri.
Tuan rumah dikejutkan lebih dulu pada babak pertama ketika gawang Mike Maignan bobol pada menit ke-28. Lorenzo Colombo, yang notabene merupakan mantan pemain AC Milan, sukses memanfaatkan umpan matang Ruslan Malinovskyi untuk membawa Genoa unggul 1-0 dan membungkam publik San Siro.
Tertinggal satu gol membuat anak asuh Massimiliano Allegri tampil lebih agresif dan mengurung pertahanan lawan demi mencari gol penyeimbang. Namun, gol yang dinanti baru tercipta secara dramatis di masa injury time, tepatnya pada menit ke-90+2, lewat aksi individual Rafael Leao yang menyelamatkan wajah timnya dari kekalahan.
Drama tidak berhenti di situ karena Genoa sejatinya memiliki peluang emas untuk kembali unggul dan memenangkan laga jelang peluit panjang berbunyi. Beruntung bagi Milan, tendangan penalti Nicolae Stanciu gagal menjebol gawang sehingga skor imbang 1-1 menjadi hasil akhir yang harus diterima kedua tim dengan perasaan campur aduk.
Di balik hasil yang mengecewakan ini, performa individu beberapa pemain Milan menjadi sorotan tajam karena dinilai jauh di bawah standar. Melansir ulasan dari Sempremilan, berikut tiga pemain AC Milan yang tampil buruk dan menjadi biang kegagalan Rossoneri meraih poin penuh.
Matteo Gabbia (Nilai: 4)
Pemain pertama yang mendapat sorotan paling tajam adalah bek senior Matteo Gabbia, yang dinilai melakukan kesalahan fatal dalam proses terjadinya gol Genoa. Tidak ada cara lain untuk menggambarkan penampilannya selain menyebutnya sebagai pertahanan yang “mengejutkan” dalam arti negatif karena ia gagal mengantisipasi pergerakan lawan dengan baik.
Dalam momen gol Colombo, Gabbia terlihat kehilangan fokus karena sibuk memberikan instruksi kepada rekan setimnya alih-alih mengamati pergerakan bola. Ia bahkan sempat kehilangan pijakan dan terpeleset, membuat mantan rekannya itu dengan sangat mudah mencetak gol.
Kesalahan mendasar tersebut harus dibayar mahal oleh Rossoneri yang akhirnya kesulitan mengejar ketertinggalan sepanjang laga. Performa Gabbia pun menjadi titik lemah yang dimanfaatkan Genoa dengan cukup efektif.
Youssouf Fofana (Nilai: 4,5)
Nama berikutnya yang tampil mengecewakan adalah gelandang Youssouf Fofana, yang dinilai belum cukup layak menyandang status sebagai pemain inti Milan saat ini. Narasi bahwa ia adalah pemain yang “selalu tidak beruntung” dinilai tak lagi relevan dengan minimnya kontribusi nyata di atas lapangan.
Fakta di lapangan menunjukkan pemain asal Prancis itu menyia-nyiakan peluang emas yang seharusnya bisa mengubah jalannya pertandingan. Fofana gagal mencetak gol meski berhadapan langsung dengan gawang terbuka, sebuah kesalahan fatal bagi tim yang tengah membutuhkan gol.
Jika peluang tersebut berbuah gol, hasil akhir laga mungkin akan sangat berbeda bagi AC Milan. Namun kegagalan itu justru memperpanjang daftar momen krusial yang terbuang.
Alexis Saelemaekers (Nilai: 5)
Pemain ketiga yang mendapat rapor merah adalah Alexis Saelemaekers, yang menjalani malam berat di sisi sayap Milan. Sulit menemukan kontribusi positif atau momen berbahaya yang ia ciptakan sepanjang pertandingan karena ia tampak tenggelam dalam permainan.
Winger asal Belgia itu benar-benar dibuat mati kutu oleh disiplin barisan pertahanan Genoa yang menutup setiap ruang geraknya. Tidak hanya tumpul saat menyerang, Saelemaekers juga beberapa kali melakukan pergerakan yang justru membahayakan timnya sendiri di tepi kotak penalti Milan.
(sub)
Load more