Lautaro Martinez Blak-blakan Bandingkan Lamine Yamal dengan Lionel Messi Jelang Barcelona Vs Inter Milan Semifinal Liga Champions
- ANTARA/Inter Milan/am.
Jakarta, tvOnenews.com – Penyerang Timnas Argentina, Lautaro Martinez blak-blakan membandingkan Lamine Yamal dengan Lionel Messi.
Hal itu diungkapkan bomber Inter Milan tersebut jelang laga kontra Barcelona pada leg pertama semifinal Liga Champions 2024-2025.
Petrandingan Barcelona vs Inter Milan sendiri bakal dilangsungkan pada Kamis (1/5/2025) pukul 02.00 WIB.
Lautaro Martinez memberikan komentar tak terduga kepada Yamal sebelum pertandingan, serta berbagi tentang situasi tim Inter Milan sebelum pertandingan melawan Barca.
Penyerang asal Argentina itu secara mengejutkan membandingkan Lamine Yamal, talenta muda paling cemerlang di tim Catalan dengan Lionel Messi.
- REUTERS/Claudia Greco TPX IMAGES OF THE DAY
"Dibandingkan dengan Messi? Tidak mungkin," jawab Lautaro ketika ditanya tentang Yamal, dikutip dari The Thao 247.
"Leo adalah pemain terhebat sepanjang masa. Tapi Lamine baik-baik saja dan pasti ada masa depan yang besar di depan,” tambahnya.
Pujian kapten Inter Milan untuk bintang Barcelona berusia 17 tahun itu menjadi sorotan karena Yamal adalah harapan terbesar tim Catalan di akhir musim.
Namun, Lautaro juga menunjukkan rasa hormat mutlak kepada Lionel Messi, rekan senegaranya dan seniornya yang bertarung dengannya di Timnas Argentina.
Selain itu, Lautaro juga banyak berbagi tentang semangat tim setelah serangkaian tiga kekalahan beruntun yang menyebabkan Inter kehilangan napas di Serie A dan tersingkir dari Coppa Italia.
Namun, ia menegaskan bahwa tim telah melewati tahap itu untuk fokus mental menuju pertandingan terpenting musim ini di Barcelona.
"Kami tidak terbiasa kalah tiga pertandingan berturut-turut. Itu menyakiti seluruh tim. Tapi Inter adalah tim yang kuat. Kami telah bekerja dengan sangat serius sepanjang minggu. Sekarang saatnya untuk bersatu dan menunjukkan keberanian," katanya.
Sebagai kapten, Lautaro tidak lupa mengingat kenangan Inter Milan pada 2010, tim yang menyingkirkan Barcelona di semifinal dengan total skor 3-2.
Nerazzurri saat itu juga dinobatkan sebagai juara Liga Champions setelah mengalahkan Bayern Munich dengan skor 2-0 di final.
"Kami ingin bertarung seperti Inter pada tahun 2010. Anda harus selalu memiliki semangat itu. Tujuan seluruh tim dan para penggemar adalah untuk memainkan satu final lagi," tegas Lautaro.
Load more