Tak Cuma Rizky Ridho atau Jay Idzes, Como Bisa Bawa Satu Skuad Timnas Indonesia Sekaligus ke Liga Italia karena …
- Como 1907 Official
tvOnenews.com - Como kembali menjadi sorotan dunia sepak bola, terutama bagi para pencinta Timnas Indonesia.
Como, klub Serie A asal Italia, dikabarkan memiliki kemampuan finansial untuk merekrut seluruh skuad Timnas Indonesia sekaligus.
Kiprah Como di Liga Italia makin mengesankan setelah sukses promosi dari Serie B dan kini bertengger di papan tengah Serie A.
![]()
Pemain Como. (Sumber: Instagram/comofootball)
Performa Como di musim 2024-2025 menunjukkan konsistensi yang menjanjikan.
Dengan torehan 42 poin dari 34 pertandingan, Como kini menempati posisi ke-11 klasemen sementara Serie A, unggul 17 poin dari zona degradasi yang ditempati Venezia.
Keberhasilan mengalahkan Genoa dengan skor 1-0 pada Minggu (27/4/2025) kemarin memastikan mereka bertahan di kasta tertinggi Liga Italia musim depan.
Kebangkitan Como tak bisa dilepaskan dari peran pemiliknya, yaitu Hartono Bersaudara, taipan asal Indonesia yang juga pemilik Djarum Group.
Menurut Football-Italia, mereka memiliki kekayaan mencapai 40 miliar euro atau sekitar Rp766 triliun, menjadikan mereka sebagai pemilik klub terkaya di Serie A.
“Grup kepemilikan Como juga yang terkaya di Serie A, dengan perkiraan kekayaan melebihi 40 miliar euro,” tulis Football-Italia.
![]()
Como 1907. (Sumber: X - Como 1907)
Dengan harta sebesar itu, Como bahkan bisa membeli satu tim nasional. Nilai pasar seluruh skuad Timnas Indonesia menurut Transfermarkt mencapai 36,88 juta euro atau setara Rp640,95 miliar.
Jumlah tersebut tergolong kecil jika dibandingkan dengan kekayaan Hartono Bersaudara.
Secara finansial, mereka sangat mampu untuk membawa satu tim penuh Garuda ke Italia.
Namun, langkah tersebut tidak semudah kelihatannya. Liga Italia memberlakukan batasan jumlah pemain non-Uni Eropa dalam skuad, yang menjadi tantangan bagi para pemain Indonesia untuk masuk secara langsung.
Pemain WNI otomatis berstatus non-Uni Eropa, yang membuat kuota mereka terbatas di klub Serie A.
Meski demikian, ketertarikan Como terhadap pemain berdarah Indonesia bukan hal baru.
![]()
Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Rizky Ridho. (Sumber: AFC)
Nama-nama seperti Jay Idzes, Thom Haye, dan Rizky Ridho pernah dikaitkan dengan klub berjuluk I Lariani tersebut.
Bahkan saat ini, Como masih memiliki Emil Audero, kiper keturunan Indonesia yang sedang dipinjamkan ke Palermo di Serie B.
Selain Emil, ada juga Kevin Diks, yang pernah dikaitkan dengan Como sebelum akhirnya memilih Borussia Monchengladbach sebagai pelabuhannya di musim panas ini.
Ambisi Como tak hanya berhenti di bursa transfer. Mereka juga mengembangkan infrastruktur klub dan bekerja sama dengan legenda sepak bola dunia seperti Cesc Fabregas dan Thierry Henry, yang menjadi pemegang saham minoritas.
Perubahan besar-besaran yang mereka lakukan menjadi bukti bahwa Como bukan sekadar klub promosi biasa, tapi calon raksasa baru Serie A.
Kehadiran Emil Audero pun menjadi bagian dari proyek besar Hartono Bersaudara untuk membangun Como menjadi tim elite.
![]()
Kiper Timnas Indonesia milik Palermo, Emil Audero. (Sumber: Instagram)
Emil adalah kiper berpengalaman yang pernah membela Juventus, Sampdoria, dan Inter Milan.
Sang penjaga gawang baru saja menerima penawaran naturalisasi meski belum debut di Timnas Indonesia. Kehadirannya tetap menjadi simbol kuat kedekatan Como dengan Indonesia.
Mendatang, bukan tidak mungkin Como benar-benar merekrut lebih banyak pemain Timnas Indonesia.
Terlebih karena kebutuhan akan bek tengah setelah Alberto Dossena mengalami cedera parah ACL yang membuka kemungkinan Rizky Ridho atau Jay Idzes bergabung.
Jika transfer itu terwujud, Como tak hanya menjadi tujuan potensial bagi pemain Indonesia, tapi juga bagi bintang top Eropa.
Di balik kisah sukses Como, ada kebanggaan tersendiri bagi Indonesia. Klub Italia yang dimiliki oleh pengusaha Tanah Air ini telah membuktikan bahwa investasi strategis dan jangka panjang dapat membawa kejayaan.
![]()
Emil Audero. (SUmber: Palermo)
Lebih dari itu, Como menjadi jembatan bagi mimpi para pemain Indonesia untuk mencicipi kompetisi elite Eropa.
(anf)
Load more