Stadion Baru MU Membengkak Jadi Rp60 Triliun, Negosiasi Lahan Alot hingga Proyek Terancam Molor 10 Tahun
- REUTERS/Phil Noble
Jakarta, tvOnenews.com - Rencana pembangunan stadion baru milik Manchester United (MU) diperkirakan akan menelan biaya jauh lebih besar dari perkiraan awal. Proyek ambisius tersebut bahkan disebut-sebut bisa melampaui angka £3 miliar atau sekitar Rp60 triliun karena berbagai kendala yang muncul dalam prosesnya.
Manajemen klub yang dipimpin oleh Sir Jim Ratcliffe bertekad membangun stadion baru sebagai bagian dari upaya modernisasi fasilitas klub. Langkah ini muncul setelah Old Trafford kerap mendapat kritik karena dianggap tertinggal dibandingkan stadion modern milik klub-klub rival.
Selama bertahun-tahun, stadion yang dulu dijuluki sebagai salah satu ikon sepak bola Inggris itu dinilai tidak lagi mampu bersaing dengan fasilitas terbaru di Eropa. Kondisi tersebut bahkan sering dijadikan bahan sindiran terhadap MU oleh para pengamat maupun klub pesaing.
Saat rencana stadion baru pertama kali diumumkan sekitar satu tahun lalu, proyek tersebut diperkirakan membutuhkan dana sekitar £2 miliar atau setara Rp40 triliun. Namun dalam perkembangannya, biaya pembangunan diprediksi melonjak tajam akibat sejumlah faktor, termasuk persoalan pembelian lahan.
Lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan stadion dimiliki oleh perusahaan logistik Freightliner. Perusahaan tersebut dilaporkan meminta harga sekitar £400 juta atau sekitar Rp8 triliun, jauh di atas tawaran awal MU yang hanya sebesar £50 juta atau sekitar Rp1 triliun.
Perbedaan harga yang sangat besar ini membuat proses negosiasi berjalan alot dan berpotensi memperlambat proyek. Salah satu opsi yang bisa ditempuh adalah pengadaan lahan secara paksa untuk menentukan harga resmi sekaligus mempercepat proses pembangunan.
Meski demikian, pembangunan stadion baru tersebut diperkirakan tidak akan selesai dalam waktu dekat. Proyek raksasa itu bahkan disebut bisa memakan waktu hingga satu dekade sebelum benar-benar rampung.
Ratcliffe sendiri diketahui telah menggelontorkan dana besar untuk meningkatkan fasilitas latihan MU. Ia juga berambisi memperkuat infrastruktur klub agar mampu bersaing dengan klub-klub elite di Eropa.
Namun sejumlah pakar pembangunan stadion memperingatkan bahwa proyek sebesar ini hampir pasti mengalami lonjakan biaya dari waktu ke waktu. Hal itu disebabkan oleh kompleksitas proyek serta terbatasnya perusahaan konstruksi yang mampu mengerjakan stadion berkapasitas besar.
Load more