GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ketika Kasta Liga Inggris Terlalu Tinggi untuk Liga Europa: Kisah Aneh Manchester United dan Tottenham di Final Liga Europa

Final Manchester United vs Tottenham Hotspur pun terasa ganjil: bukan karena dramanya, tetapi karena memperlihatkan bahwa kasta liga kini lebih menentukan dari
Sabtu, 7 Februari 2026 - 15:00 WIB
Ketika Kasta Liga Inggris Terlalu Tinggi untuk Liga Europa: Kisah Aneh Manchester United dan Tottenham di Final Liga Europa
Sumber :
  • instagram manutd

tvOnenews.com - Dua tim yang terpuruk di papan bawah Liga Inggris, Manchester United finis di peringkat ke-15 dan Tottenham Hotspur di posisi ke-17, justru bertemu di panggung final kompetisi Eropa.

Bagi sebagian pengamat, ini bukan semata bukti dominasi klub Inggris, melainkan sinyal jelas adanya kesenjangan kasta antar liga di Eropa. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Liga Inggris, dengan kekuatan finansial dan kedalaman skuadnya, tampak berada satu tingkat di atas Liga Europa yang kualitasnya kian tergerus setelah perubahan format kompetisi. 

Final MU vs Spurs pun terasa ganjil: bukan karena dramanya, tetapi karena memperlihatkan bahwa kasta liga kini lebih menentukan daripada posisi klasemen domestik.

Final Liga Europa musim lalu kerap disebut sebagai salah satu final paling janggal dalam sejarah kompetisi Eropa. 

Bukan karena kualitas pertandingannya, melainkan karena siapa yang bermain di dalamnya. Tottenham Hotspur dan Manchester United, dua tim yang sama-sama terpuruk di papan bawah Liga Inggris, justru bertemu di panggung Eropa. 

Spurs finis di peringkat ke-17 Liga Premier, sementara United hanya sedikit lebih baik di posisi ke-15. Namun, keduanya berlaga di final, dan Tottenham keluar sebagai juara.

Situasi ini menimbulkan banyak tafsir. Di satu sisi, hal tersebut menegaskan betapa kuatnya Liga Inggris dibanding liga domestik Eropa lain. 

Namun di sisi lain, banyak pihak menilai final itu justru menyoroti penurunan kualitas Liga Europa setelah perubahan format kompetisi. 

Lebih banyak tim kini langsung masuk Liga Champions, sementara jalur “turun kasta” dari Liga Champions ke Liga Europa telah dihapus. 

Alhasil, Liga Europa kehilangan sebagian daya saingnya, dan final di Bilbao menjadi simbol dari anomali tersebut.

Tujuh bulan berselang sejak gol tunggal Brennan Johnson memastikan trofi pertama Tottenham dalam 17 tahun, kedua klub kembali dipertemukan. Kali ini di Old Trafford, dalam lanjutan Liga Premier. Namun, konteksnya sudah sangat berbeda.

Kenapa Final Liga Europa Disebut Aneh?

Final di Bilbao dianggap “aneh” karena mempertemukan dua tim yang sebenarnya gagal bersinar di kompetisi domestik. 

Biasanya, final Eropa menjadi panggung bagi tim-tim elite atau setidaknya penantang serius di liga masing-masing. 

Ketika Kasta Liga Inggris Terlalu Tinggi untuk Liga Europa: Kisah Aneh Manchester United dan Tottenham di Final Liga Europa
Ketika Kasta Liga Inggris Terlalu Tinggi untuk Liga Europa: Kisah Aneh Manchester United dan Tottenham di Final Liga Europa
Sumber :
  • instagram Tottenham Hotspur

Namun Tottenham dan Manchester United datang ke laga puncak itu dengan status sebagai tim papan bawah.

Kondisi tersebut memperkuat argumen bahwa kekuatan finansial dan kedalaman skuad klub-klub Inggris tetap memberi keuntungan besar di level Eropa, meski performa liga mereka buruk. 

Di saat bersamaan, perubahan struktur kompetisi Eropa membuat Liga Europa kehilangan banyak tim kuat yang sebelumnya “turun” dari Liga Champions. Kombinasi inilah yang membuat final musim lalu terasa ganjil, bahkan ironis.

Arah yang Berbeda Sejak Malam di Bilbao

Menurut analisis Transfermarkt, perjalanan Tottenham dan Manchester United sejak final Liga Europa menunjukkan kontras yang tajam. 

Setelah 24 pertandingan Liga Premier musim ini, Tottenham terdampar di peringkat ke-14, hanya dua poin lebih baik dibanding posisi mereka pada tahap yang sama musim lalu, yang merupakan musim terburuk Spurs di era Premier League.

Sebaliknya, Manchester United kini bertengger di peringkat keempat. Mereka mengoleksi 12 poin lebih banyak dibanding musim lalu pada fase yang sama, dan unggul jumlah poin yang sama atas Tottenham musim ini. Data tersebut mempertegas bahwa Setan Merah mengalami progres nyata, sementara Spurs cenderung stagnan.

Dari sisi performa keseluruhan, United mencatat rata-rata 1,57 poin per pertandingan di semua kompetisi sejak final, sementara Tottenham hanya 1,37 poin per pertandingan. 

Spurs memang sedikit lebih solid dalam bertahan, kebobolan 1,32 gol per laga dibanding United yang kebobolan 1,46, namun lini depan United lebih tajam dengan rata-rata 1,75 gol per pertandingan, berbanding 1,58 milik Tottenham.

Rekrutmen, Pelatih, dan Ujian Malam Ini

Menariknya, nilai pasar skuad Tottenham (€877 juta) lebih tinggi dibanding Manchester United (€719 juta). Namun angka tersebut belum tercermin di lapangan. 

United memilih merekrut pemain yang sudah teruji di Liga Premier seperti Bryan Mbeumo dan Matheus Cunha, yang langsung memberi dampak. Tottenham, sebaliknya, lebih berorientasi pada proyek jangka panjang.

Manajer Spurs, Thomas Frank, bahkan mengakui kondisi timnya. “Perlu diingat bahwa kami finis di posisi ke-17 musim lalu,” ujarnya dalam konferensi pers terbaru. 

Meski performa Eropa Spurs cukup menjanjikan dengan finis keempat di fase liga Liga Champions, inkonsistensi domestik masih menjadi masalah besar.

Bagi United, era Michael Carrick sebagai manajer interim membawa harapan baru. Namun kehati-hatian tetap diperlukan, mengingat klub pernah terbuai oleh efek jangka pendek di masa lalu. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski begitu, jelas terlihat bahwa United saat ini jauh lebih fungsional dibanding tim yang kalah di final Liga Europa.

Pertandingan Manchester United vs Tottenham di Old Trafford bukan sekadar laga liga biasa. Ini adalah cermin perjalanan dua klub sejak malam “aneh” di Bilbao, satu perlahan bangkit, satu lagi masih mencari arah. (udn)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mauro Zijlstra Mengaku Kaget dengan Gaya Main Liga Indonesia

Mauro Zijlstra Mengaku Kaget dengan Gaya Main Liga Indonesia

Penyerang Timnas Indonesia Mauro Zijlstra mengaku terkejut usai menjalani debut bersama Persija Jakarta di ajang Super League 2025/2026. Ia menilai gaya bermain
[Berita Foto] Perayaan Imlek Partai Demokrat, AHY: Perjuangkan Seluruh Rakyat Tanpa Memandang Latar Belakang

[Berita Foto] Perayaan Imlek Partai Demokrat, AHY: Perjuangkan Seluruh Rakyat Tanpa Memandang Latar Belakang

Partai Demokrat menggelar perayaan Tahun Baru Imlek 2557 Kongzili Tahun 2026 secara meriah di Djakarta Theater, Jakarta, pada Rabu (18/2/2026). 
Setyo Budiyanto Soal Isu Pengembalian UU KPK ke Versi Lama: Kami Tak Mau Terjebak dengan Urusan Perubahan

Setyo Budiyanto Soal Isu Pengembalian UU KPK ke Versi Lama: Kami Tak Mau Terjebak dengan Urusan Perubahan

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto menegaskan bahwa tidak ingin terjebak terkait dengan urusan perubahan Undang-Undang.
Terjual Rp6,5 Miliar, Uang Hasil Lelang Lukisan SBY "Kuda Api" Disumbangkan untuk Bantuan Kemanusiaan

Terjual Rp6,5 Miliar, Uang Hasil Lelang Lukisan SBY "Kuda Api" Disumbangkan untuk Bantuan Kemanusiaan

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut uang hasil lelang lukisan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan disumbangkan.
Pusat Jual Takjil hingga Jelang Buka Puasa Jadi Jam Rawan Macet Selama Ramadhan, Polisi Lakukan Ini

Pusat Jual Takjil hingga Jelang Buka Puasa Jadi Jam Rawan Macet Selama Ramadhan, Polisi Lakukan Ini

Tim Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah memetakan jam rawan kepadatan lalu lintas saat bulan Ramadhan 2026 di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Pengakuan Dosa Shayne Pattynama, Aksi Emosionalnya di Laga Timnas Indonesia vs Irak

Pengakuan Dosa Shayne Pattynama, Aksi Emosionalnya di Laga Timnas Indonesia vs Irak

Bek Timnas Indonesia Shayne Pattynama akhirnya mengungkap kalimat serta gestur yang membuat wasit asal China Ma Ning, mengganjarnya kartu merah dalam laga vs -
background

Pekan ke-22

Waktu yang ditampilkan adalah WIB

Trending

Detik-detik Kebakaran Terjadi di Ruang CCTV Masjid Istiqlal Saat Tarawih Perdana, 9 Unit Damkar Dikerahkan

Detik-detik Kebakaran Terjadi di Ruang CCTV Masjid Istiqlal Saat Tarawih Perdana, 9 Unit Damkar Dikerahkan

Kebakaran terjadi di ruang CCTV Masjid Istiqlal, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Rabu (18/2/2026) malam. Kebakaran terjadi saat shalat tarawih berlangsung.
Lautaro Cs di Ujung Tanduk, Kartu Kuning Bisa Jadi Petaka Inter Milan di Kandang Bodo/Glimt

Lautaro Cs di Ujung Tanduk, Kartu Kuning Bisa Jadi Petaka Inter Milan di Kandang Bodo/Glimt

Inter Milan bakal menghadapi tantangan berat saat bertandang ke markas Bodo/Glimt pada leg pertama play-off Liga Champions, yang digelar dalam kondisi cuaca dingin ekstrem di Norwegia, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB.
Insiden Panas Liga Champions, Vinicius Junior Vs Prestianni Jadi Sorotan Mengejutkan

Insiden Panas Liga Champions, Vinicius Junior Vs Prestianni Jadi Sorotan Mengejutkan

Pemain Benfica, Gianluca Prestianni, membantah tuduhan melakukan penghinaan rasial terhadap penyerang Real Madrid, Vinicius Junior, pada laga leg pertama playoff Liga Champions 2025/2026 di Stadion Da Luz.
Media Belanda Pastikan Persib Selangkah Lagi Dapat Ronald Koeman Jr.

Media Belanda Pastikan Persib Selangkah Lagi Dapat Ronald Koeman Jr.

Kiper SC Telstar Ronald Koeman Jr. dikabarkan tengah menjalani proses negosiasi dengan Persib Bandung jelang bergulirnya Super League 2026/2027. Persib disebut
Setan Dikurung Saat Bulan Ramadhan, Kenapa Manusia Masih Berbuat Dosa? Simak Penjelasannya

Setan Dikurung Saat Bulan Ramadhan, Kenapa Manusia Masih Berbuat Dosa? Simak Penjelasannya

Sebagian umat Islam percaya bahwa saat bulan Ramadhan tiba, setan-setan dibelenggu. Namun, masih banyak orang yang tetap melakukan perbuatan dosa. Kok Bisa?
Profil Wasit Persib Bandung Vs Ratchaburi FC Majed Mohammed Alshamrani, Pengandil yang Gagalkan Timnas Indonesia ke Olimpiade

Profil Wasit Persib Bandung Vs Ratchaburi FC Majed Mohammed Alshamrani, Pengandil yang Gagalkan Timnas Indonesia ke Olimpiade

Majed Mohammed Al-Shamrani akan menjadi pengandil di laga penentu Persib melawan Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Rabu (18/2/2026). 
Klasemen Proliga 2026 Jelang Seri Bogor: Megawati Hangestri Cs Tak Tersentuh, Persaingan Tim Putri Makin Panas!

Klasemen Proliga 2026 Jelang Seri Bogor: Megawati Hangestri Cs Tak Tersentuh, Persaingan Tim Putri Makin Panas!

Klasemen Proliga 2026 jelang Seri Bogor, di mana Megawati Hangestri dan kawan-kawan berhasil membawa Jakarta Pertamina Enduro tak tersentuh di puncak dan persaingan tim putri makin ketat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT