Cristiano Ronaldo Unhappy di Al Nassr Gara-gara PIF, Memungkinkan Balik Lagi ke Manchester United?
- Instagram Cristiano Ronaldo
tvOnenews.com - Rumor soal Cristiano Ronaldo yang disebut-sebut mulai tidak betah di Al Nassr kembali menghangat. Isu ini bukan sekadar gosip biasa, melainkan dikaitkan langsung dengan peran Public Investment Fund (PIF), dana investasi Arab Saudi yang mengendalikan sejumlah klub besar Liga Pro Saudi.
Di tengah kabar tersebut, muncul spekulasi lama yang kembali mencuat: mungkinkah CR7 pulang ke Manchester United untuk ketiga kalinya?
Nama Manchester United kembali terseret dalam pusaran isu ini setelah laporan di media sosial dan sejumlah media Eropa menyebut adanya komunikasi antara kubu Ronaldo dan perwakilan Setan Merah.
Meski terdengar sensasional, kabar ini tetap menarik perhatian publik, mengingat hubungan Ronaldo dan MU yang penuh sejarah, sekaligus kontroversi dalam beberapa tahun terakhir.
Ketegangan Ronaldo dengan PIF Jadi Sorotan
Cristiano Ronaldo kembali menjadi pusat perhatian di Arab Saudi, bukan karena gol atau selebrasi khasnya, melainkan karena absennya ia dari laga Al Nassr kontra Al Riyadh.
Absensi ini memicu spekulasi luas, terlebih karena tidak disertai laporan cedera resmi. Media Portugal, A Bola, melaporkan bahwa Ronaldo menolak bermain karena ketidakpuasan terhadap arah manajemen klub.
Fokus kekecewaan tersebut mengarah pada PIF, yang dinilai lebih agresif mendukung rival utama Al Nassr, yakni Al Hilal.

- Instagram Cristiano Ronaldo
Dalam laporan itu disebutkan bahwa Ronaldo merasa proyek Al Nassr tidak berkembang secepat pesaingnya.
BBC Sport turut mengonfirmasi bahwa situasi memanas ketika Al Hilal berhasil mendatangkan Karim Benzema, mantan rekan Ronaldo di Real Madrid, setelah kontraknya dengan Al Ittihad diakhiri lebih cepat.
Seorang sumber internal Al Nassr menggambarkan Ronaldo sebagai figur yang sangat kompetitif.
“Ia hanya sangat kompetitif dan tidak suka melihat klub lain menjadi lebih kuat,” ujar sumber tersebut kepada BBC Sport.
Padahal, Ronaldo baru saja meneken perpanjangan kontrak berdurasi dua tahun bersama Al Nassr. Namun, sinyal ketidakpuasan ini membuat masa depannya kembali dipertanyakan.
Kontak MU dan Isu Lama Erik ten Hag
Di tengah situasi tersebut, rumor kepulangan Ronaldo ke Old Trafford kembali mencuat. Beberapa laporan di platform X menyebut Manchester United telah menjalin kontak awal dengan perwakilan CR7.
Bahkan, Ronaldo diklaim bersedia melakukan kompromi besar, termasuk pemotongan gaji signifikan, demi membuka peluang kembali ke Eropa.
Manchester United sendiri diyakini memandang konflik Ronaldo sebelumnya sebagai persoalan personal dengan Erik ten Hag, bukan masalah dengan institusi klub.
Hubungan CR7 dan MU memburuk setelah wawancara kontroversial bersama Piers Morgan, yang berujung pada pemutusan kontrak pada akhir 2022.
Menurut sumber internal yang dikutip media Inggris, pintu MU secara struktural tidak sepenuhnya tertutup bagi Ronaldo.
Namun, klub disebut menunggu momentum dan situasi yang tepat, terutama terkait stabilitas ruang ganti dan proyek jangka panjang.
Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak MU maupun Ronaldo. Sebagian media Inggris juga menekankan bahwa rumor ini masih berada pada tahap spekulasi awal.
Ambisi Besar Ronaldo dan Masalah Prestasi Tim
Sejak bergabung dengan Al Nassr pada akhir 2022, Cristiano Ronaldo datang membawa ambisi besar. Dari sisi individu, kontribusinya nyaris tanpa cela.
Ia mencetak 14 gol di paruh musim 2022/23, lalu menjadi top skor Liga Pro Saudi dalam dua musim berikutnya dengan torehan 35 dan 25 gol.

- REUTERS/Hamad I Mohammed
Ronaldo juga membidik target monumental: 1.000 gol sepanjang karier profesional. Hingga kini, ia telah mengoleksi 961 gol dan hanya membutuhkan 39 gol lagi untuk mencapai angka bersejarah tersebut.
Dalam Globe Soccer Awards Desember lalu, saat dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Timur Tengah, Ronaldo menegaskan ambisinya.
“Kalian tahu apa tujuan saya. Saya ingin memenangkan trofi dan saya ingin mencapai angka yang kalian semua ketahui,” ujarnya.
Masalah utama Ronaldo di Al Nassr bukanlah produktivitas, melainkan prestasi tim. Al Nassr dua kali finis runner-up di awal kedatangannya, lalu merosot ke posisi ketiga musim lalu dengan selisih 13 poin dari juara Al Ittihad.
Mereka juga kalah di final Piala Raja 2023/24 dari Al Hilal dan tersingkir di semifinal Liga Champions Asia Elite oleh Kawasaki Frontale.
Sejauh ini, satu-satunya trofi Ronaldo bersama Al Nassr hanyalah Piala Champions Klub Arab 2023. Di saat yang sama, ia harus menyaksikan rival-rivalnya, termasuk Karim Benzema dan Ruben Neves, mengangkat trofi liga.
Apakah ketidakpuasan ini akan benar-benar membuka jalan bagi kembalinya Ronaldo ke Manchester United?
Untuk saat ini, jawabannya masih berada di wilayah abu-abu antara ambisi, ego kompetitif, dan realitas proyek besar sepak bola modern. (udn)
Load more