News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sengaja Buat Kisruh di MU, Ruben Amorim Dituding Incar Kompensasi Besar

Ruben Amorim dipecat MU usai konflik terbuka. Muncul dugaan ia sengaja memancing pemecatan demi kompensasi besar.
Kamis, 8 Januari 2026 - 05:24 WIB
Pelatih Manchester United Ruben Amorim
Sumber :
  • REUTERS/Peter Powell

tvOnenews.com - Pemecatan Ruben Amorim oleh Manchester United pada Senin (5/1/2026) langsung mengundang tanda tanya besar.

Bukan semata karena performa tim di lapangan, keputusan ini juga dipicu oleh rangkaian pernyataan terbuka sang pelatih yang dinilai menabrak batas komunikasi internal klub.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di balik itu semua, muncul spekulasi panas: apakah Amorim sengaja memicu konflik demi mengamankan kompensasi finansial bernilai fantastis?

Ruben Amorim
Ruben Amorim
Sumber :
  • Reuters/Andrew Boyers

Posisi Amorim di Old Trafford mulai goyah sehari sebelum pemecatan resmi diumumkan.

Seusai Manchester United bermain imbang melawan Leeds United, pelatih asal Portugal tersebut menyampaikan kritik secara terbuka kepada manajemen klub.

Ia menegaskan keinginannya untuk berperan sebagai “manajer” penuh, bukan hanya “kepala pelatih”. 

Amorim juga menuntut keleluasaan dalam mengambil keputusan, terutama yang berkaitan dengan aspek teknis tim dan kebijakan transfer pemain, tanpa campur tangan berlebihan dari pihak manajemen.

Alih-alih menjadi ruang klarifikasi, pernyataan itu justru dipandang sebagai bentuk perlawanan terhadap otoritas klub.

Situasi internal yang sudah panas pun semakin sulit dikendalikan, hingga akhirnya Manchester United memilih jalan ekstrem: mengakhiri kerja sama lebih cepat.

Kontroversi kian melebar setelah pengamat sepak bola Inggris, Simon Jordan, angkat bicara.

Dalam pernyataannya di talkSPORT, Jordan menilai cara Amorim menyampaikan kritik memiliki kemiripan dengan sejumlah kasus pelatih lain yang berujung pemecatan.

“Saya mendengarkan Amorim kemarin dan juga mendengarkan Enzo Maresca, dan saya tidak merasa apa yang ia katakan itu terlalu kontroversial,” ujar Jordan.

“Ia sedang menyampaikan pandangannya tentang peran apa yang menurutnya harus ia miliki, tetapi meminta orang lain untuk melakukan tugasnya bukan hal yang sama dengan mengatakan bahwa ia mengalami 48 jam terburuk dalam hidupnya dan tidak mendapat dukungan.”

Meski demikian, Jordan tetap menganggap pendekatan tersebut keliru.

“Jadi saya melihatnya sebagai sesuatu yang sangat tidak profesional, dan itulah yang terlalu sering ditunjukkan para manajer akhir-akhir ini. Saya juga menganggap Maresca tidak profesional,” tegasnya.

Jordan juga mengkritik keras kebiasaan menyampaikan persoalan internal melalui media.

“Gagasan bahwa Anda bisa berkomunikasi dengan orang-orang yang mempekerjakan Anda melalui media adalah hal yang tidak profesional,” katanya.

“Anda tentu tidak ingin pemain keluar dan mengatakan hal buruk tentang Anda sebagai manajer.”

Menurutnya, pernyataan Amorim justru menimbulkan pertanyaan besar soal tujuan sebenarnya.

“Ketika saya mendengarkannya, saya berpikir: ke mana arah pembicaraan ini, apa poinnya, dan apa yang ingin dicapai?”

Dari sanalah Jordan melontarkan asumsi paling kontroversial.

“Saya berasumsi apa yang ia coba capai adalah dipecat dan dibayar. Saya berasumsi itulah hasil yang ia inginkan. Saya tidak bisa melihat cara lain jika melihat bahasa yang ia gunakan,” pungkasnya.

Isu ini semakin menarik setelah laporan The Athletic menyebutkan bahwa Manchester United kemungkinan besar harus membayar penuh sisa kontrak Amorim.

Pelatih berusia 40 tahun itu sejatinya masih terikat kontrak hingga musim panas 2027, dengan opsi perpanjangan satu tahun.

Pemecatan dini tersebut berarti klub berpotensi menanggung kompensasi bernilai besar, fakta yang membuat dugaan motif finansial semakin sulit diabaikan.

Kasus Ruben Amorim kembali menyoroti problem klasik Manchester United dalam mengelola hubungan dengan pelatih.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam beberapa musim terakhir, Setan Merah berulang kali dikritik karena ketidaksinkronan antara kebijakan manajemen dan kebutuhan teknis tim.

(tsy)

Klasemen
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Kemenangan Persib atas Persija dalam laga panas bertajuk El Clasico Indonesia justru meninggalkan luka mendalam bagi Thom Haye. Media Belanda sorot tajam.
SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa partainya bersama Presiden Prabowo harus menjadi solusi mengentaskan masalah bangsa.
AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Kali ini, sorotan tajam tertuju pada gelandang asing Persija, Van Basty Sousa. Ia terekam kamera sempat mengacungkan jari tengah ke arah tribun penonton berisikan para Bobotoh.
Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pengamat Citra Institute menilai sistem Pilkada tak langsung akan menjauhkan rakyat dari proses demokrasi yang seharusnya menjadi hak fundamental warga negara.
Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

DPR RI menyoroti anjloknya harga gabah di tingkat petani saat musim panen.
background

Pekan ke-18

Waktu yang ditampilkan adalah WIB

Trending

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengambil langkah tegas terkait pengerjaan proyek infrastruktur di wilayahnya. 
Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Di balik pertandingan Persib Bandung Vs Persija Jakarta skor 1-0, gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye dapat ancaman pembunuhan hingga Allano Lima kena rasis.
Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Berikut update ranking BWF usai gelaran Malaysia Open 2026.
Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Berikut profil sosok Dino Rossano Hansa, adik kandung almarhumah Emilia Contessa sekaligus paman Denada Tambunan, yang mengasuh Al Ressa Rizky Rossano (24).
Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan lebat dan angin kencang melanda Jakarta sejak Senin 12 Januari 2026. BMKG peringatkan cuaca ekstrem hingga 13 Januari, warga diminta waspada.
Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

​​​​​​​Denada curhat pilu usai digugat Ressa Rizky. Lebih kecewa karena pamannya ikut menggugat. Kuasa hukum ungkap fakta di balik konflik keluarga ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT