Misi Kembalikan Identitas Old Trafford: Alasan Xavi Hernandez Ideal Jadi Pengganti Ruben Amorim dan Pimpin Proyek Panjang Manchester United
- fcbarcelona.com
Jakarta, tvOnenews.com - Xavi Hernandez dianggap sebagai sosok paling tepat untuk memimpin proyek jangka panjang Manchester United. Filosofi bermain yang ia bawa diyakini mampu mengembalikan identitas angker Old Trafford yang sempat memudar.
Seperti diketahui, Manchester United kini berada di persimpangan penting setelah resmi mengakhiri kerja sama dengan Ruben Amorim. Keputusan tersebut memaksa manajemen klub bergerak cepat mencari figur baru yang mampu mengembalikan arah serta identitas permainan Setan Merah.
Di tengah situasi itu, nama Xavi Hernandez mencuat sebagai kandidat terdepan pengganti Amorim. Mantan pelatih Barcelona tersebut disebut masuk radar utama karena dinilai memiliki visi jangka panjang yang selaras dengan kebutuhan Manchester United saat ini.
Xavi bukan sosok asing di level elite sepak bola Eropa. Ia datang dengan reputasi besar sebagai legenda Barcelona yang sukses menerjemahkan filosofi klub ke dalam pendekatan kepelatihan modern.
Selama menangani Barcelona, Xavi mencatatkan rata-rata poin yang solid serta mempersembahkan gelar La Liga dan Piala Super Spanyol. Presiden Barcelona, Joan Laporta, bahkan pernah menyebutnya sebagai “pelatih terbaik di dunia” dalam konteks filosofi dan pemahaman permainan.
Ketertarikan Manchester United terhadap Xavi tak lepas dari keinginan klub membangun ulang fondasi tim. Manajemen Setan Merah mencari pelatih yang bukan hanya mengejar hasil instan, tetapi juga mampu menciptakan struktur serta identitas permainan yang jelas.
Xavi dikenal sebagai pelatih yang menekankan penguasaan bola, disiplin posisi, dan keberanian memainkan pemain muda. Filosofi tersebut dinilai sejalan dengan proyek jangka panjang United yang ingin kembali kompetitif di level tertinggi Eropa.
- ANTARA/AFP/Lluis Gene/am
Status Xavi yang saat ini belum menangani klub mana pun turut menjadi faktor pendukung. Kondisi tersebut memberi ruang bagi United untuk bergerak tanpa harus menghadapi hambatan negosiasi kompensasi dengan klub lain.
Meski demikian, tantangan besar menanti jika Xavi benar-benar menerima tawaran tersebut. Premier League dikenal sebagai liga dengan intensitas tinggi dan tekanan tanpa kompromi, sesuatu yang belum pernah ia rasakan secara langsung sebagai pelatih.
Load more