Kaleidoskop 2022: Tragedi Kanjuruhan, Sepak Bola Indonesia Berduka
- ANTARA
Tersangka Tragedi Kanjuruhan
![]()
Tragedi Kanjuruhan (dok. Ist).
Pemerintah mengusut tuntas kasus tragedi Kanjuruhan dengan membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.
Dalam investigasinya Polri menetapkan enam tersangka Tragedi Kanjuruhan, yakni Kepala Satuan Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi, Komandan Kompi Brimob Polda Jawa Timur AKB Hasdarman, Kepala Bagian Operasional Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto.
Kemudian, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru Akhmad Hadian Lukita, Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan, Abdul Haris, dan Security Officer Suko Sutrisno.
Komnas HAM turut mengeluarkan hasil investigasi atas Tragedi Kanjuruhan. Menanggapi hasil penyelidikan Komnas HAM, Mahfud menyebut tersangka bisa bertambah menjadi 10 orang. Akan tetapi hingga akhir Desember 2022, jumlah tersangka tidak bertambah.
Nasib Kompetisi Sepak Bola Nasional
Imbas dari tragedi Kanjuruhan berdampak pada kelanjutan kompetisi Liga 1, 2, hingga kompetisi amatir pun dihentikan sementara untuk mengevaluasi kembali penyelenggaraan pertandingan sepak bola nasional.
Kemudian kompetisi Liga 1 musim 2022/2023 baru bisa dilanjutkan kembali pada 5 Desember lalu. Pertandingan antar klub Tanah Air tersebut tertunda selama dua bulan lamanya.
Sisa putaran pertama Liga 1 berlangsung dengan sistem bubble atau gelembung tanpa adanya kehadiran penonton. Penyelenggaraannya berlokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Ada lima stadion yang digunakan dalam kompetisi, meliputi Stadion Manahan (Surakarta), Stadion Jatidiri (Semarang), Stadion Maguwoharjo (Sleman), Stadion M Soebroto (Magelang), dan Stadion Sultan Agung (Bantul).
Sementara itu, putaran kedua dan seterusnya, PSSI dan PT LIB berencana menggunakan sistem home away dengan jumlah penonton yang dibatasi dalam stadion. (hsn/mir)
Load more