Mengenal Teja Paku Alam, Raja Clean Sheet Persib Bandung yang Justru Tak Dipanggil Timnas Indonesia
- Instagram @tejapakualam
tvOnenews.com - Nama Teja Paku Alam kembali menjadi perbincangan di kalangan pecinta sepak bola Indonesia.
Penjaga gawang Persib Bandung tersebut tampil sangat impresif sepanjang musim 2025/2026.
Namun secara mengejutkan, namanya tidak masuk dalam daftar pemain yang dipanggil pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, untuk mengikuti FIFA Series 2026.
Keputusan tersebut langsung memicu berbagai reaksi dari publik, khususnya para pendukung Persib Bandung atau Bobotoh.
Banyak yang mempertanyakan alasan tidak dipanggilnya Teja Paku Alam, padahal statistiknya menunjukkan performa yang sangat solid di kompetisi domestik.
Sepanjang musim ini, Teja Paku Alam menunjukkan performa yang sangat konsisten bersama Persib Bandung.
Ia bahkan menjadi salah satu kiper dengan catatan clean sheet terbanyak di Super League 2025/2026.
Hingga pekan ke-25, Teja Paku Alam tercatat telah mengoleksi 15 clean sheet dengan hanya kebobolan 10 gol.
Statistik tersebut membuatnya dijuluki sebagai “raja clean sheet” oleh banyak penggemar sepak bola.

- Instagram/tejapakualaam
Jika dibandingkan dengan beberapa kiper lokal yang dipanggil ke Timnas Indonesia, statistik Teja terlihat lebih unggul.
Dua kiper lokal pilihan John Herdman yakni Ernando Ari dan Nadeo Argawinata memiliki catatan kebobolan yang lebih banyak.
Selain statistik musim ini, rekam jejak Teja bersama Persib Bandung juga cukup mengesankan.
Selama memperkuat klub berjuluk Maung Bandung tersebut, ia telah mencatatkan 107 pertandingan dengan total 90 kebobolan dan 47 kali clean sheet.
Karier sepak bola Teja Paku Alam tidak lahir secara instan. Ia memulai perjalanan sepak bolanya sejak usia muda di Sumatera Barat.
Teja menempuh pendidikan di MTsN Salido, Kecamatan IV Jurai, sebelum akhirnya melanjutkan pengembangan bakat sepak bolanya di PPLP Sumbar.
Di tempat inilah kemampuan Teja sebagai penjaga gawang mulai terlihat.
Berkat bakatnya yang menonjol, Teja kemudian mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan di SMA Ragunan Jakarta, yang dikenal sebagai salah satu sekolah olahraga terbaik di Indonesia.

- Persib.co.id
Karier profesionalnya mulai terbentuk sejak tahun 2009 ketika ia bergabung dengan PPLP Sumbar.
Dua tahun kemudian, tepatnya pada periode 2011 hingga 2012, Teja mendapatkan kesempatan besar dengan bergabung dalam program Sociedad Anonima Deportiva (SAD).
Dalam program tersebut, Teja dan sejumlah pemain muda Indonesia mendapatkan kesempatan menimba ilmu sepak bola di Uruguay.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam perkembangan kariernya sebagai penjaga gawang profesional.
Membela Sriwijaya FC Hingga Persib Bandung
Pada tahun 2013, Teja Paku Alam resmi bergabung dengan Sriwijaya FC. Selama memperkuat Sriwijaya FC, Teja mencatatkan 70 pertandingan dengan total 100 kebobolan dan 20 clean sheet.
Ia juga bermain selama 6.129 menit bersama klub berjuluk Laskar Wong Kito tersebut.
Setelah itu, Teja sempat memperkuat Semen Padang FC dengan catatan 26 pertandingan, 37 kebobolan, dan 5 clean sheet dengan total 2.340 menit bermain.
Performa konsisten di berbagai klub akhirnya membawanya bergabung dengan Persib Bandung. Bersama klub tersebut, karier Teja semakin berkembang dan ia menjadi salah satu kiper andalan tim.
Di balik perjalanan kariernya, Teja Paku Alam juga mendapat dukungan besar dari keluarganya.
Ayahnya diketahui merupakan seorang anggota kepolisian. Meski memiliki latar belakang sebagai aparat penegak hukum, sang ayah tidak pernah memaksakan Teja untuk mengikuti jejaknya di dunia kepolisian.
Sebaliknya, ia justru memberikan kebebasan kepada putranya untuk mengejar cita-cita di dunia sepak bola.
Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat Teja mampu berkembang menjadi pemain profesional hingga saat ini. (adk)
Load more