News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Buntut Ulah Suporter yang Belum Disiplin, PSSI Beri Sinyal Larangan Away Berlanjut di Super League Musim Depan

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, angkat bicara terkait fenomena ujaran rasisme yang kembali menjadi sorotan dalam sepak bola Indonesia.
Sabtu, 7 Maret 2026 - 08:11 WIB
Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga
Sumber :
  • tvOnenews.com - Ilham Giovanni

Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, angkat bicara terkait fenomena ujaran rasisme yang kembali menjadi sorotan dalam sepak bola Indonesia. Ia bahkan bersikap keras terhadap sejumlah insiden yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Arya menilai praktik rasisme tidak sejalan dengan nilai dasar yang dijunjung tinggi dalam dunia sepak bola. Menurutnya, olahraga ini sejak lama dikenal sebagai ajang yang menjunjung tinggi sportivitas dan semangat kebersamaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menyebut bahwa sepak bola seharusnya menjadi ruang yang mempromosikan fair play. Karena itu, munculnya ujaran rasis dari sebagian pihak justru sangat disayangkan.

"Itu yang kita cukup sedih. Sebenarnya di dunia ini sepak bola fair play-nya kuat. Sepak bola itu fair play. Dan, anti-rasisme itu sudah jadi gerakan di sepak bola," ujar Arya di Lapangan C Senayan, Jakarta, Jumat (6/3/2026).

"Jadi, sampai kenapa kita terlalu gampang tangan kita untuk menulis ataupun omongan kita terlalu gampang untuk rasis," tambahnya.

Arya menilai perilaku rasis kerap muncul karena orang terlalu mudah menuliskan komentar tanpa mempertimbangkan dampaknya. Ia berharap seluruh pihak, termasuk suporter, dapat lebih bijak dalam bersikap dan bertutur.

Ia juga mengajak semua elemen sepak bola untuk bersama-sama membangun kesadaran agar praktik diskriminatif tidak lagi muncul. Menurutnya, perubahan sikap harus dimulai dari diri masing-masing.

"Jadi, kita harapkan ada kesadaran baru di teman-teman untuk jangan ada ungkapan-ungkapan seperti itu dan sangat tidak sehat untuk sepak bola kita. Jadi, jangan terlalu gampang untuk menulis tanpa berpikir," kata Arya.

Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga
Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga
Sumber :
  • tvOnenews.com - Ilham Giovanni

"Ini gampang sekali kita menulis tanpa berpikir, ini yang saya harap teman-teman PSSI Pers bisa bantu kita untuk memberikan kesadaran itu," lanjutnya.

Dalam beberapa waktu terakhir, kasus rasisme memang kembali mencuat di kompetisi sepak bola nasional. Beberapa pemain dilaporkan menjadi korban pelecehan rasial, baik yang terjadi langsung di stadion maupun melalui media sosial.

Situasi tersebut dinilai menjadi pekerjaan rumah besar bagi seluruh pihak yang terlibat dalam sepak bola Indonesia. Upaya bersama diperlukan agar kejadian serupa tidak terus terulang di masa mendatang.

Di tengah persoalan itu, Arya juga memberikan apresiasi kepada klub yang berani mengambil langkah tegas. Salah satu contohnya adalah langkah Persebaya Surabaya yang menutup tribun utara stadion sebagai respons atas adanya ujaran kebencian.

"Saya rasa klub seperti Persebaya jadi sebuah contoh bagi kita bahwa respons positif mereka itu sangat bagus," ucap Arya.

"Jadi, kami respek betul dengan Persebaya yang membuat langkah seperti itu. Sehingga, gerakan ini jadi gerakan di tempat yang lain juga untuk menolak rasisme," sambungnya.

Selain isu rasisme, Arya juga menyoroti kembali insiden kerusuhan yang melibatkan suporter dalam sejumlah pertandingan Super League. Ia menilai sebagian suporter seolah melupakan tragedi besar yang pernah terjadi dalam sepak bola nasional.

Insiden yang ia maksud adalah tragedi Kanjuruhan, Malang, yang merenggut lebih dari 100 nyawa ketika Arema FC menjamu Persebaya Surabaya.

Menurutnya, kejadian tersebut seharusnya menjadi pelajaran penting agar semua pihak lebih berhati-hati dalam menjaga keamanan pertandingan. Namun kenyataannya, masih ada pelanggaran yang terjadi di lapangan.

"Ini suporternya lupa sama (Tragedi) Kanjuruhan dan lain-lain. Jadi, mereka lupa sepertinya, itu yang membuat kami sedih juga," kata Arya.

"Sebenarnya kami sudah bilang tidak boleh away (tandang), tapi tetap saja dilanggar. Kemarin juga ada itu satu pertandingan away, itu bagus antar suporter, terus saya ditanya, 'Ini bagus, ayo dong buka away-nya'," tambahnya.

Melihat kondisi tersebut, PSSI memutuskan bahwa larangan kehadiran suporter tim tamu masih akan tetap diberlakukan. Kebijakan itu setidaknya akan berlaku hingga kompetisi Super League musim ini berakhir.

Arya menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil karena kompetisi sudah memasuki fase krusial. Persaingan di papan atas maupun zona degradasi dinilai berpotensi memicu ketegangan antar suporter.

"Karena menuju akhir-akhir liga sedikit rawan, baik dari Liga 1 maupun Liga 2 karena masalah promosi. Liga 1 ketat sekali di atas, di bawah pun juga dekat. Maksudnya yang di atas mau juara, yang di bawah tidak mau degradasi. Jadi, harus ada perhatian khusus," kata Arya.

Ia pun tidak menutup kemungkinan kebijakan tersebut tetap berlaku pada musim mendatang. Menurutnya, federasi tidak akan ragu mengambil langkah tegas jika situasi keamanan pertandingan tidak menunjukkan perbaikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Untuk musim depan? Kalau terus seperti ini terus, jangan salahkan federasi ketika itu diterapkan. Karena kita tidak bisa disiplin dan tidak bisa menunjukkan bahwa kita mampu untuk itu, malu. Kita setiap pertandingan kursi dilempar-lempar, dibongkar, apa itu," pungkasnya.

(igp)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT