News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Persib Akan Kembali Ajukan Reschedule Super League 2025-2026, Bojan Hodak Ungkap Kesulitan Tampil di Babak 16 Besar ACL Two Jika Tak Didukung PSSI dan I.League

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak keberatan atas jadwal padat Maung Bandung sepanjang Februari 2026 dengan tampil di dua kompetisi tersebut.
Kamis, 1 Januari 2026 - 05:11 WIB
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com - Persib akan kembali mengajukan penjadwalan ulang alias reschedule untuk pertandingan Super League 2025-2026 setelah jadwal babak 16 besar AFC Champions League Two 2025-2026 rilis. 

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak keberatan atas jadwal padat Maung Bandung sepanjang Februari 2026 dengan tampil di dua kompetisi tersebut. Bagi Bojan Hodak, tim akan menghadapi kesulitan untuk tampil di ACL Two jika tak didukung oleh PSSI dan I.League sebagai operator liga. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ini bisa saja berdampak, jadi pada akhirnya ini tergantung pada PSSI dan Liga, jika ingin wakil dari Indonesia melaju di kompetisi itu maka mereka harus membantu kami," kata Bojan. 

Babak 16 besar ACL Two akan mempertemukan Persib Bandung melawan Ratchaburi FC. Kedua tim akan bertemu pada 11 dan 18 Februari 2026 mendatang. 

Namun jadwal akan terasa padat dengan empat pertandingan Super League yang berlangsung sepanjang Februari 2026 mendatang. Di mana Persib secara beruntun akan menghadapi Malut United (6 Februari 2026), Borneo FC Samarinda (16 Februari 2026), Persita (22 Februari 2026) dan Madura United (26 Februari 2026). 

Bojan Hodak mengakui salah satu kesulitan tim adalah bepergian jauh hanya untuk laga tandang di liga domestik. Hal serupa bahkan tak pernah dialami klub Eropa, dalam pertandingan Liga Champions sekali pun, perjalanan panjang tak akan dialami oleh para pemain. 

"Perbedaannya di Eropa tidak terlalu lama melakukan perjalanan. Kalian tahu, Asia itu sangat besar dan ini menjadi masalah utama," kata Bojan. 

"Karena di sini, setiap tim harus menempuh beberapa jam perjalanan. Di Eropa tidak seperti itu, hanya perlu 1-2 jam," kata Bojan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan dalam beberapa kesempatan, tim Eropa justru akan berangkat untuk bertandang di hari H pertandingan. Bojan Hodak menggambarkan perjalanan jauh di Eropa bahkan tak akan menghabiskan banyak waktu. 

"Maksimal perjalanan paling jauh dari Portugal ke Rusia itu sekitar 5 jam, tapi yang lainnya hanya sekitar 1-2 jam. Ini perbedaan yang besar," katanya. 

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT