News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Apa Kabar Kekey Zakaria? Eks Bintang Persib Bandung yang Pernah Dipuji Mantan Pelatih Barcelona

Kisah Kekey Zakaria, striker legendaris Persib Bandung era 90-an. Dari Subang ke puncak kejayaan, dipuji Rinus Michels, hingga kehidupannya sekarang.
Selasa, 30 Desember 2025 - 07:24 WIB
Kekey Zakaria
Sumber :
  • Instagram @kekeyb18

tvOnenews.com - Nama Kekey Zakaria tak bisa dipisahkan dari salah satu periode paling gemilang dalam sejarah Persib Bandung.

Bagi Bobotoh era 1990-an, penyerang bernomor punggung 18 ini bukan sekadar pemain pelapis, melainkan bagian penting dari mesin juara Maung Bandung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kekey tercatat sebagai anggota skuad legendaris Persib yang sukses mencetak sejarah dengan menjuarai dua kompetisi resmi secara beruntun: Perserikatan 1993–1994 dan Liga Indonesia musim perdana 1994–1995.

Hingga kini, pencapaian tersebut masih tergolong langka di kancah sepak bola nasional.

Perjalanan Kekey menuju level elite tidak terjadi dalam semalam.

Eks legenda Persib Bandung, Kekey Zakaria
Eks legenda Persib Bandung, Kekey Zakaria
Sumber :
  • ist

Ia lahir di Subang pada 5 Mei 1968 dan memulai karier sepak bola dari lingkungan yang sederhana.

Kesempatan besar datang saat Pesma FC, tim internal Persib, melakoni laga uji coba di Subang.

Dalam pertandingan itu, Kekey yang masih berusia 17 tahun tampil membela tim lokal dan langsung mencuri perhatian setelah mencetak gol.

Aksi tersebut membuat pengurus Pesma FC tertarik membawanya ke Bandung.

Keputusan hijrah dari kampung halaman menjadi langkah penting.

Kekey tinggal di rumah kakeknya dan mulai berkompetisi bersama Pesma di ajang internal Persib.

Perlahan, kemampuan teknik, kecepatan, dan naluri mencetak golnya semakin terasah.

Ia kemudian mengikuti seleksi Persib Junior dengan persaingan yang sangat ketat.

Meski gagal menembus tahap akhir Persib U-23, jalan Kekey justru berbelok ke arah tak terduga: ia dipanggil untuk bergabung dengan tim senior Persib.

Masuk ke skuad utama, Kekey sadar dirinya belum siapa-siapa.

Lini depan Persib saat itu dihuni nama-nama besar, salah satunya Ajat Sudrajat. Alih-alih berkecil hati, Kekey memilih banyak belajar dan menyerap pengalaman.

Atmosfer kekeluargaan di tubuh Persib menjadi faktor penting dalam perkembangan kariernya.

Para senior seperti Ajat Sudrajat, Suryamin, Dede Iskandar, hingga Iwan Sunarya memberi bimbingan, baik soal teknik maupun mental bertanding.

Sosok Ajat menjadi mentor utama yang membentuk karakter Kekey sebagai penyerang.

Demi mendapatkan menit bermain lebih banyak, Kekey sempat meninggalkan Bandung untuk memperkuat Persegres Gresik dan Petrokimia Putra.

Lebih dari dua tahun berkiprah di Gresik membuat kualitas permainannya meningkat signifikan.

Performa itulah yang akhirnya membuat Persib memanggilnya pulang.

Pada 1991, atas permintaan Ketua Umum Persib saat itu, Ateng Wahyudi, Kekey kembali ke Bandung untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Ajat Sudrajat.

Kepulangan Kekey langsung berbuah kepercayaan. Ia menjadi pilihan utama di lini depan dan dipasangkan dengan Sutiono Lamso.

Duet ini dikenal sebagai salah satu kombinasi striker lokal paling berbahaya di masanya.

Puncak karier Kekey bersama Persib terjadi pada musim Perserikatan 1993–1994.

Maung Bandung keluar sebagai juara setelah menundukkan PSM Ujung Pandang 2-0 di partai final. Gelar tersebut menjadi penutup manis era Perserikatan.

Sejarah kembali tercipta semusim kemudian. Persib sukses menjuarai Liga Indonesia 1994–1995 usai mengalahkan Petrokimia Gresik 1-0 di final.

Kekey berkontribusi besar, termasuk mencetak gol penting ke gawang Barito Putera di semifinal.

Rangkaian gol krusial yang ia lesakkan mengukuhkan Persib sebagai satu-satunya tim yang mampu menjuarai dua kompetisi resmi secara beruntun pada masa itu.

Salah satu episode paling istimewa dalam perjalanan Kekey terjadi pada Januari 1994.

Pelatih legendaris Belanda, Rinus Michels, arsitek Total Football dan mantan pelatih FC Barcelona, menyaksikan langsung laga Persib kontra Persiraja Banda Aceh di Stadion Siliwangi.

Persib menang telak 4-0. Kekey yang masuk sebagai pemain pengganti berhasil mencetak gol.

Seusai pertandingan, Michels secara khusus memuji pergerakan kesit Kekey yang dinilainya sangat merepotkan pertahanan lawan.

Pujian dari sosok kelas dunia itu datang di saat krusial.

Sebelumnya, Kekey sempat berada dalam periode sulit, sering menerima kritik dan lebih banyak mengawali musim dari bangku cadangan.

Komentar Michels menjadi suntikan kepercayaan diri yang luar biasa.

Sejak momen tersebut, performa Kekey terus menanjak dan ia tampil konsisten hingga fase-fase penentuan kompetisi.

Setelah gantung sepatu, Kekey Zakaria memilih jalur berbeda dari banyak mantan pesepak bola.

Ia berkarier sebagai aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan kini bertugas di Karawang.

Kesibukan pekerjaan membuatnya belum sepenuhnya kembali ke dunia sepak bola profesional.

Meski demikian, kecintaannya pada olahraga ini tetap terjaga.

Kekey sempat melatih sekolah sepak bola usia dini di Bandung dan Subang, sebuah peran yang ia nikmati sepenuh hati.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sela aktivitas, ia masih rutin berolahraga, bersepeda, dan sesekali bermain sepak bola bersama para mantan pemain Persib dalam ajang silaturahmi.

(tsy)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Vietnam Sebut Pemain Timnas Indonesia Ini Jadi Biang Kerok Potensi Kekacauan di Liga Belanda, Kok Bisa?

Media Vietnam Sebut Pemain Timnas Indonesia Ini Jadi Biang Kerok Potensi Kekacauan di Liga Belanda, Kok Bisa?

Media Vietnam menyoroti polemik yang melibatkan Dean James, yang disebut berpotensi memicu kekacauan di Eredivisie akibat sengketa status kelayakan bermain.
Hanya Andalkan Marselino Ferdinan? Media Vietnam Ragukan Kekuatan Timnas Indonesia

Hanya Andalkan Marselino Ferdinan? Media Vietnam Ragukan Kekuatan Timnas Indonesia

Media Vietnam menyoroti skuad Timnas Indonesia jelang Piala ASEAN 2026, dengan perhatian utama tertuju pada Marselino Ferdinan sebagai satu-satunya pemain yang.
Bareskrim Polri Bongkar Gudang Praktik Penyuntikan LPG Subsidi di Klaten

Bareskrim Polri Bongkar Gudang Praktik Penyuntikan LPG Subsidi di Klaten

Bareskrim Polri membongkar kasus penyalahgunaan gas LPG subsidi di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Sabtu (2/5/2026). Dalam hal ini, dua orang pelaku berhasil diamankan.
Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Kantor Imigrasi Bandara Soekarno Hatta (Soetta) mencatat sebanyak 42 calon jemaah haji non prosedural telah dicegah keberangkatannya ke Tanah Suci sejak awal masa haji 2026.
Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Polres Metro Tangerang Kota meningkatkan kasus anak wanita yang diduga dicekoki miras hingga dilecehkan oleh gerombolan pria, di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang, dari penyelidikan ke penyidikan.
Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.
background

Pekan ke-31

Waktu yang ditampilkan adalah WIB

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT