News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Klasik Persib Bandung: Yanto Basna, Bek Muda yang Lama Berkarier di Liga Thailand, Kini Lagi Kejar Gelar Doktor

Jadi pembuka dari pemain Timnas Indonesia untuk berkarier di luar negeri, Yanto Basna sebelumnya merupakan andalan Persib Bandung bahkan lulusan Diklat Persib.
Kamis, 25 Desember 2025 - 07:55 WIB
Mantan bek Persib Bandung dan Timnas Indonesia Yanto Basna
Sumber :
  • Antara/PSSI

tvOnenews.com - Yanto Basna merupakan bagian dari skuad Persib Bandung di ISC 2016 bahkan pernah menimba ilmu di Diklat Persib beberapa tahun sebelumnya.

Namanya juga sempat menjadi perbincangan pecinta sepak bola ketika dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Sudirman 2015 saat memperkuat Mitra Kukar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena hal itulah pelatih Timnas Indonesia senior Alfred Riedl sempat membawa Yanto Basna ke skuad Garuda yang saat itu jadi runner-up Piala AFF 2016.

Yanto Basna bahkan pernah ditunjuk sebagai kapten oleh pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy di salah satu pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Setelah itu, karier putra asli Papua ini lebih banyak dihabiskan di luar negeri. Tercatat, dia telah memperkuat tiga klub Thailand yaitu Khon Khaen, Sukhothai dan PT Prachuap.

Bertahun-tahun di Thailand, Yanto Basna akhirnya kembali setelah menderita cedera parah. Ia pun kabarnya bermain untuk beberapa klub asal Papua.

Walau begitu, Yanto Basna kini datang dengan status baru yakni mahasiswa yang tengah mengejar gelar doktor setelah menyelesaikan pendidikan magister.

Lalu, bagaimana kabar Yanto Basna sekarang?

Dua pemain Indonesia yang berkarier di Liga Thailand Asnawi Mangkualam dan Yanto Basna
Dua pemain Indonesia yang berkarier di Liga Thailand Asnawi Mangkualam dan Yanto Basna
Sumber :
  • Instagram

Lahir di Sorong, 12 Juni 1995, Yanto Basna awalnya bersekolah di SKO Ragunan. Pada 2011, ia dipilih PSSI ke skuad Deportivo Indonesia ke Uruguay.

Sekembalinya ke Indonesia, Yanto Basna mengasah skillnya lagi dengan Diklat Persib. Setahun berikutnya atau pada 2013, ia pindah ke Sriwijaya FC U-21.

Merapat ke Mitra Kukar di musim 2015, nama Yanto Basna kian dikenal. Apalagi pada turnamen Piala Sudirman, ia mendapat gelar individual pemain terbaik.

Sikap Yanto Basna lalu menuai decak kagum lantaran menyumbangkan uang hasil dari penghargaan tersebut untuk pengobatan cedera Alfin Tuasalamony.

Balik ke Persib Bandung, performa Yanto Basna tak sementereng di Mitra Kukar. Penyebabnya karena dia malah ditempatkan sebagai bek sayap.

Sebentar mampir ke Sriwijaya FC lagi semusim berikutnya, Yanto Basna kemudian membuat lompatan besar dalam kariernya yaitu abroad.

Klub kasta kedua Thailand Khon Khaen jadi tujuannya pada musim 2018. Yanto Basna mengatakan jika dia hanya bermodalkan nekat untuk merantau ke luar negeri.

“Waktu saya pergi ke sana (Thailand) pada tahun 2018 ya itu memang karena modal nekat aja karena kalau mau bilang agen, saya tidak pakai agen di Indonesia,“ kata Yanto Basna di YouTube Pandit Football.

Bahkan, Yanto Basna membuat keputusan gila yakni meninggalkan kemewahan yang dia dapatkan di Indonesia demi pengalaman baru hanya dari klub kasta bawah Thailand.

“Dengar di sana ada seleksi saya sudah memberanikan diri pergi seleksi di liga 2 waktu itu, saya di sini liga 1 gaji besar waktu itu tapi akhirnya saya meninggalkan itu,“ jelasnya.

Hingga akhirnya Yanto Basna menjadi cikal bakal gelombang abroad pemain Timnas Indonesia. Total enam musim ia mencari nafkah di Thailand.

Selain Khon Khaen, dua klub Thailand yang pernah dibela Yanto Basna di antaranya ada Sukhothai FC dan PT Prachuap FC meski dalan periode yang tak berurutan.

Karier Yanto Basna di Thailand bahkan sempat membuat bek Timnas Indonesia Rizky Ridho menghubunginya agar diajak berkarier di negara tersebut.

“Dulu saya pengin banget main ke Thailand. Jadi saya tanya-tanya ke kakak Yanto (Basna) 'Gimana kakak Yanto di Thailand?',” ucap Ridho di YouTube Sport77 Official.

“Terus dia bilang kayak 'Nanti kalo Ridho kontrak habis di Persebaya, tolong hubungin kakak ya nanti siapa tahu kakak bisa bawa ke Thailand pake agen dia',” sambungnya.

Tahun 2024 menjadi periode terakhir Yanto Basna di Thailand. PT Prachuap jadi klub terakhirnya sebelum pulang ke Indonesia. Sebabnya, dia mengalami cedera parah.

Update Kabar Yanto Basna

Pemain Timnas Indonesia, Yanto Basna
Pemain Timnas Indonesia, Yanto Basna
Sumber :
  • Instagram/@yanto_basna

Selepas dari Sukhothai, Yanto Basna pernah kembali sebentar main di Indonesia. Bhayangkara FC dan Kalteng Putra jadi destinasinya sebelum balik lagi ke Prachuap.

Faktor cedera membuat Yanto Basna memutuskan pulang ke Indonesia dan memilih untuk bermain di klub asal Papua seperti Persewar Waropen dan Waanal Brothers.

Di level Timnas Indonesia, Yanto Basna pernah main di level U-23 hingga senior. Salah satu yang paling berkesan adalah saat dia dipilih ke skuad runner-up Piala AFF 2016.

Sementara itu, belakangan ini Yanto Basna datang dengan sosok yang berbeda. Meski masih di sepak bola, namun ia lebih sering tampil sebagai seorang akademisi.

Yanto Basna merupakan Sarjana (S1) dari Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Yogyakarta pada 2020/21 serta Magister (M.Pd) di kampus yang sama pada Juli 2023.

Bahkan pada September 2023, Yanto Basna tercatat sebagai mahasiswa Program Doktor Pendidikan Ilmu Keolahragaan di UNY. Ia juga menjadi dosen PNS di FIK Universitas Cendrawasih, Papua.

Ketika ditanya kenapa concern dengan dunia akademis, Yanto Basna mengatakan jika faktor lingkungan di Papua menekankan setiap anak untuk fokus pada pendidikan.

“Hal yang paling utama sebenarnya pendidikan ya. Background saya mungkin orang tua keras akan itu di tempat kita, rata-rata kita anak-anak Papua dituntut untuk sekolah,“ jelas Basna.

“Makanya tidak sedikit yang kariernya talenta bagus tapi karena dituntut sekolah akhirnya kariernya yang dikorbankan,“ pungkasnya.

Terbaru, Yanto Basna memaparkan penelitiannya di National Conference of Football and Science (NCFS) 2025 di Institut Teknologi Bandung (ITB).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada momen tersebut, Yanto Basna mengusung misi mulia yakni minimal agar PSSI mengakomodir lisensi kepelatihan untuk setidaknya 50 guru dari masing-masing tingkat pendidikan.

(han)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Vietnam Sebut Pemain Timnas Indonesia Ini Jadi Biang Kerok Potensi Kekacauan di Liga Belanda, Kok Bisa?

Media Vietnam Sebut Pemain Timnas Indonesia Ini Jadi Biang Kerok Potensi Kekacauan di Liga Belanda, Kok Bisa?

Media Vietnam menyoroti polemik yang melibatkan Dean James, yang disebut berpotensi memicu kekacauan di Eredivisie akibat sengketa status kelayakan bermain.
Hanya Andalkan Marselino Ferdinan? Media Vietnam Ragukan Kekuatan Timnas Indonesia

Hanya Andalkan Marselino Ferdinan? Media Vietnam Ragukan Kekuatan Timnas Indonesia

Media Vietnam menyoroti skuad Timnas Indonesia jelang Piala ASEAN 2026, dengan perhatian utama tertuju pada Marselino Ferdinan sebagai satu-satunya pemain yang.
Bareskrim Polri Bongkar Gudang Praktik Penyuntikan LPG Subsidi di Klaten

Bareskrim Polri Bongkar Gudang Praktik Penyuntikan LPG Subsidi di Klaten

Bareskrim Polri membongkar kasus penyalahgunaan gas LPG subsidi di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Sabtu (2/5/2026). Dalam hal ini, dua orang pelaku berhasil diamankan.
Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Kantor Imigrasi Bandara Soekarno Hatta (Soetta) mencatat sebanyak 42 calon jemaah haji non prosedural telah dicegah keberangkatannya ke Tanah Suci sejak awal masa haji 2026.
Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Polres Metro Tangerang Kota meningkatkan kasus anak wanita yang diduga dicekoki miras hingga dilecehkan oleh gerombolan pria, di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang, dari penyelidikan ke penyidikan.
Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.
background

Pekan ke-31

Waktu yang ditampilkan adalah WIB

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT