News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Setia itu Mahal! Inilah 5 Pemain Indonesia yang Sepanjang Karier Membela Satu Klub, Nomor 3 Paling Menyentuh

Berikut 5 pemain Indonesia yang dikenal sebagai “one man club”, figur langka yang namanya tak terpisahkan dari klub yang mereka bela. Nomor 3 paling menyentuh.
Selasa, 23 Desember 2025 - 19:05 WIB
Legenda Persib Bandung, Dadang Hidayat Alias 'Dahi'
Sumber :
  • Instagram @adam62663

tvOnenews.com - Tidak semua pesepak bola tergoda berpindah klub demi popularitas atau kontrak besar. Sebagian memilih setia, tumbuh, dan menua bersama satu tim.

Di Indonesia, hanya segelintir nama yang mampu menjaga komitmen tersebut hingga akhir atau mendekati akhir karier mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berikut 5 pemain Indonesia yang dikenal sebagai “one man club”, figur langka yang namanya tak terpisahkan dari klub yang mereka bela.

1. Hartono – Persebaya Surabaya (1990–2001)

Sebelum Pratama Arhan, Persebaya Punya Hartono dengan Lemparan ke Dalam Sejauh Tendangan Sudut
Sebelum Pratama Arhan, Persebaya Punya Hartono dengan Lemparan ke Dalam Sejauh Tendangan Sudut
Sumber :
  • Omah Balbalan

Nama Hartono tak bisa dilepaskan dari sejarah Persebaya Surabaya era 1990-an.

Bek sayap kanan kelahiran 18 Maret 1970 ini membela Bajul Ijo sejak 1990 hingga pensiun pada 2001, tanpa pernah berseragam klub lain.

Selama lebih dari satu dekade, Hartono menjadi bagian penting dari kejayaan Persebaya.

Ia ikut mengantar klub Kota Pahlawan menjuarai Piala Utama 1990 dan Liga Kansas 1996–1997. Hingga kini, Hartono tercatat sebagai satu-satunya pemain Persebaya yang benar-benar berstatus one man club.

2. Dadang Hidayat – Persib Bandung (1994–2005)

Legenda Persib Bandung, Dadang Hidayat Alias  Dahi
Legenda Persib Bandung, Dadang Hidayat Alias 'Dahi'
Sumber :
  • Instagram @adam62663

Dadang Hidayat, atau yang akrab disapa Dahi, datang ke Persib Bandung saat klub kebanggaan Bobotoh tengah melewati masa transisi, bukan era keemasan.

Kesempatan bermain reguler baru ia rasakan pada musim 1998, setelah Robby Darwis hengkang ke Persikab Kabupaten Bandung.

Dadang tetap bertahan ketika Persib menghadapi musim terberat pada 2003, saat Maung Bandung nyaris terdegradasi.

Loyalitasnya teruji hingga akhirnya ia memutuskan pensiun pada 2005, tetap sebagai pemain Persib.

3. Choirul Huda – Persela Lamongan (1999–2017)

Choirul Huda
Choirul Huda
Sumber :
  • ANTARA

Choirul Huda adalah simbol sejati Persela Lamongan. Kiper yang dikenal dengan sapaan Cak Huda ini menjadi saksi perjalanan Laskar Joko Tingkir dari Divisi II hingga bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Kesetiaannya berakhir dengan kisah paling mengharukan.

Cak Huda meninggal dunia saat menjalani pertandingan bersama Persela akibat benturan dengan rekan setimnya, Ramon Rodrigues.

Ia pergi di lapangan, membela satu-satunya klub yang dicintainya—sebuah loyalitas yang abadi dalam sejarah sepak bola Indonesia.

4. Dendi Santoso – Arema FC (2008–sekarang)

Gol tunggal Dendi Santoso bawa Arema FC kalahkan Persib Bandung
Gol tunggal Dendi Santoso bawa Arema FC kalahkan Persib Bandung
Sumber :
  • Twitter/ @Liga1Match

Dendi Santoso adalah wajah Arema FC selama lebih dari satu dekade.

Arek Malang asli ini memulai karier profesional bersama Singo Edan pada musim 2008/2009 dan tetap bertahan hingga sekarang.

Ia turut merasakan gelar juara Liga Indonesia hanya dua musim setelah debut.

Dengan lebih dari 100 penampilan, Dendi bukan hanya pemain senior, tetapi juga figur panutan di ruang ganti Arema, menunjukkan bahwa loyalitas masih bisa hidup di sepak bola modern.

5. Rasyid Bakri – PSM Makassar (2011–sekarang)

Pelatih PSM Bernardo Tavares (tengah) gelandang skuadnya Rasyid Bakri (kiri) memberikan pernyataan usai laga lanjutan Liga 1 Indonesia 2022-2023 kontra Persija,
Pelatih PSM Bernardo Tavares (tengah) gelandang skuadnya Rasyid Bakri (kiri) memberikan pernyataan usai laga lanjutan Liga 1 Indonesia 2022-2023 kontra Persija,
Sumber :
  • Antara

Rasyid Bakri telah menjadi bagian tak terpisahkan dari PSM Makassar selama lebih dari satu dekade. Pemain asal Gowa ini konsisten menjadi pilar lini tengah Juku Eja sejak 2011.

Hingga musim ini, Rasyid masih dipercaya tampil reguler dan kontribusinya kerap menjadi faktor penting dalam permainan PSM.

Di tengah derasnya arus transfer, kesetiaan Rasyid menjadi contoh nyata komitmen pemain lokal terhadap klub daerahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kelima nama di atas membuktikan bahwa loyalitas masih memiliki tempat di sepak bola Indonesia, meski jumlahnya semakin sedikit.

Mereka bukan hanya pemain, tetapi simbol identitas klub, pengikat emosi suporter, dan bukti bahwa karier panjang di satu tim masih mungkin terwujud. (asl)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT