News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Janjikan Persebaya Gelar Juara, Dragan Djukanovic Akui Siap Tangani Bajul Ijo dan Puji Bonek sebagai Fenomena Langka Dunia

Nama Dragan Djukanovic mencuri perhatian setelah secara terbuka menyatakan ketertarikannya untuk mengisi kursi pelatih Persebaya Surabaya.
Selasa, 16 Desember 2025 - 20:08 WIB
Eks Pelatih PSIS asal Serbia, Dragan Djukanovic
Sumber :
  • Doc.Dragan Djukanovic

Jakarta, tvOnenews.com - Nama Dragan Djukanovic mencuri perhatian setelah secara terbuka menyatakan ketertarikannya untuk mengisi kursi pelatih Persebaya Surabaya. Juru taktik asal Serbia itu bahkan berani menjanjikan gelar juara jika dipercaya menukangi Bajul Ijo.

Seperti diketahui, posisi pelatih kepala Persebaya masih kosong dan terus menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta sepak bola nasional, khususnya Bonek Mania. Tim kebanggaan Kota Pahlawan tersebut belum memiliki nahkoda tetap sejak manajemen memutuskan berpisah dengan Eduardo Pérez pada 22 November 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hingga kini, manajemen Persebaya belum mengumumkan secara resmi sosok yang akan memimpin tim menjalani sisa kompetisi Super League Indonesia. Meski rumor soal pelatih anyar belum berkembang masif, nama besar dan sejarah panjang Persebaya tetap memiliki daya tarik kuat bagi pelatih asing, termasuk Dragan Djukanovic.

Eduardo Perez
Eduardo Perez
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Rizal Hanafi

Dalam wawancara eksklusif bersama tvOnenews.com, Dragan tak ragu melontarkan pujian tinggi kepada Bonek Mania. Ia menyebut loyalitas dan dedikasi suporter Persebaya sebagai fenomena langka yang sulit ditemukan tandingannya, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di level dunia.

“Suporter seperti Bonek adalah kelangkaan, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia,” ujar Dragan dengan nada penuh kekaguman. Menurutnya, dukungan tanpa henti yang diberikan Bonek, baik saat kandang maupun tandang, menjadi kekuatan utama yang menghidupkan identitas Persebaya.

Dragan menilai atmosfer stadion yang diciptakan Bonek seharusnya menjadi bahan bakar mental bagi para pemain. Dukungan sebesar itu, kata dia, wajib dibalas dengan kerja keras, pengorbanan, dan performa maksimal di atas lapangan.

“Bonek adalah kekuatan klub yang harus dihormati dengan cara berjuang untuk lambang di dada dan pada akhirnya melalui hasil nyata,” tegas pelatih yang dikenal dengan pendekatan disiplin tersebut.

Saat ditanya mengenai target tinggi yang selalu melekat pada kursi pelatih Persebaya, Dragan menjawab dengan penuh keyakinan. Ia menilai tuntutan juara adalah hal yang wajar bagi klub besar dengan basis suporter sebesar Persebaya.

“Bonek pantas mendapatkan gelar juara, dan untuk mewujudkannya dibutuhkan visi yang jelas, komitmen penuh, serta disiplin kerja yang kuat,” ucap mantan pelatih PSIS Semarang itu.

Dragan pun percaya diri mampu mewujudkan ambisi tersebut jika mendapat kepercayaan dari manajemen. Dengan nada bercanda yang sarat keseriusan, ia menyebut langkah awalnya adalah benar-benar datang dan bekerja langsung di Surabaya.

Pelatih Asal Serbia, Dragan Djukanovic
Pelatih Asal Serbia, Dragan Djukanovic
Sumber :
  • Doc.Dragan Djukanovic

“Apakah saya bisa membawa Persebaya juara. Tentu saja bisa, tetapi pertama-tama saya harus datang ke sana,” katanya sambil tersenyum.

Menilai kondisi skuad saat ini, Dragan menyebut Persebaya sebenarnya memiliki materi pemain yang cukup kompetitif. Namun, ia menyadari tim tersebut dibangun berdasarkan filosofi pelatih sebelumnya sehingga membutuhkan penyesuaian agar performanya bisa lebih optimal.

“Kualitas pemainnya ada, dengan beberapa koreksi dan tambahan selektif, hasil yang lebih baik pasti bisa diraih,” analisanya.

Meski realistis melihat jarak poin yang cukup jauh dari puncak klasemen, Dragan menekankan pentingnya tetap berjuang hingga akhir musim. Di saat yang sama, ia menilai proses membangun tim untuk musim depan harus dimulai sejak sekarang.

“Tim harus bertarung habis-habisan sampai akhir, tetapi pada saat yang sama mulai membangun fondasi untuk musim berikutnya,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa membentuk tim juara merupakan proses panjang yang tidak bisa dilakukan secara instan. Kesabaran, konsistensi, dan kerja kolektif menjadi kunci utama menuju kesuksesan.

Eks Pelatih PSIS, Dragan Dukanovic
Eks Pelatih PSIS, Dragan Dukanovic
Sumber :
  • Doc.Dragan Dukanovic

“Tidak ada yang terjadi dalam semalam, tetapi dengan orang-orang yang tepat di sekitar saya, saya yakin itu bisa dilakukan,” tambah Dragan.

Filosofi kepelatihan yang diusungnya pun terbilang jelas, yakni mengedepankan keberanian, pemahaman taktik, serta disiplin tinggi. Namun, menurutnya, semua itu tidak akan berarti tanpa semangat kebersamaan yang kuat di dalam tim.

“Untuk mencapai hal besar, Anda butuh keberanian, pengetahuan, dan disiplin, tetapi yang paling penting adalah semangat tim,” ujarnya.

Pernyataan penutup Dragan seolah menjadi sinyal kuat kesiapan dirinya untuk menyatu dengan gairah sepak bola Surabaya. Ia percaya, dengan dorongan luar biasa dari Bonek, Persebaya memiliki modal besar untuk menorehkan sejarah baru.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dengan angin besar di belakang mereka yang diberikan Bonek, segalanya bisa menjadi mungkin,” pungkasnya dengan nada optimistis.

(sub)

Klasemen
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Kemenangan Persib atas Persija dalam laga panas bertajuk El Clasico Indonesia justru meninggalkan luka mendalam bagi Thom Haye. Media Belanda sorot tajam.
SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa partainya bersama Presiden Prabowo harus menjadi solusi mengentaskan masalah bangsa.
AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Kali ini, sorotan tajam tertuju pada gelandang asing Persija, Van Basty Sousa. Ia terekam kamera sempat mengacungkan jari tengah ke arah tribun penonton berisikan para Bobotoh.
Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pengamat Citra Institute menilai sistem Pilkada tak langsung akan menjauhkan rakyat dari proses demokrasi yang seharusnya menjadi hak fundamental warga negara.
Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

DPR RI menyoroti anjloknya harga gabah di tingkat petani saat musim panen.
background

Pekan ke-18

Waktu yang ditampilkan adalah WIB

Trending

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengambil langkah tegas terkait pengerjaan proyek infrastruktur di wilayahnya. 
Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Di balik pertandingan Persib Bandung Vs Persija Jakarta skor 1-0, gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye dapat ancaman pembunuhan hingga Allano Lima kena rasis.
Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Berikut update ranking BWF usai gelaran Malaysia Open 2026.
Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Berikut profil sosok Dino Rossano Hansa, adik kandung almarhumah Emilia Contessa sekaligus paman Denada Tambunan, yang mengasuh Al Ressa Rizky Rossano (24).
Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan lebat dan angin kencang melanda Jakarta sejak Senin 12 Januari 2026. BMKG peringatkan cuaca ekstrem hingga 13 Januari, warga diminta waspada.
Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

​​​​​​​Denada curhat pilu usai digugat Ressa Rizky. Lebih kecewa karena pamannya ikut menggugat. Kuasa hukum ungkap fakta di balik konflik keluarga ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT