News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Memori Persija Jakarta: Ismed Sofyan, Legenda Macan Kemayoran yang Batal Pensiun di Depan Jakmania, Kini Rangkap Jabatan

Ismed Sofyan pernah mengabdikan diri untuk Persija Jakarta kurang lebih selama 21 tahun. Namun sayang, ia malah batal pensiun di hadapan puluhan ribu Jakmania.
Minggu, 14 Desember 2025 - 06:45 WIB
Legenda Persija Jakarta Ismed Sofyan
Sumber :
  • Persija

tvOnenews.com - Jika bicara soal sejarah panjang Persija Jakarta, maka sosok Ismed Sofyan jelas tak bisa dipisahkan dari tim berjuluk Macan Kemayoran itu.

Kurang lebih dua dekade Ismed Sofyan mengisi peran sebagai bek sayap Persija Jakarta. Para striker pun dimanjakan dengan assist berkelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di usianya yang hampir menginjak kepala empat, Ismed Sofyan akhirnya membawa Persija Jakarta juara Liga 1 setelah puasa gelar selama 17 tahun.

Bukan cuma itu, trofi pra-musim seperti Piala Presiden, Piala Menpora hingga turnamen di Malaysia bertajuk Boost Fix Supercup 2018 juga dia berikan.

Pada 2022 silam menjadi momen yang paling berat untuknya. Ismed Sofyan berpamitan kepada Jakmania, pendukung setia dari Persija Jakarta.

Kendati demikian, Ismed Sofyan justru pamit ke klub lain, bukan pensiun di Persija Jakarta, tim yang telah dia perkuat selama lebih dari dua dekade.

Bekasi City menjadi destinasi selanjutnya untuk Ismed Sofyan setelah cabut dari Persija Jakarta. Semusim di sana, pemain yang akrab dengan nomor 14 itu gantung sepatu.

Lama tak terdengar kabarnya, Ismed Sofyan kabarnya mendapat amanat dan tugas baru. Pekerjaan ini bahkan jarang dilakukan oleh mantan pesepakbola.

Lalu, bagaimana kabar Ismed Sofyan sekarang?

Legenda Persija Jakarta Ismed Sofyan
Legenda Persija Jakarta Ismed Sofyan
Sumber :
  • Persija

Pesepakbola asal Aceh Tamiang itu lahir pada 28 Agustus 1979. Ismed Sofyan merupakan lulusan dari Diklat Ragunan ketika dirinya berusia 17 tahun.

Lulus dari Diklat Ragunan, Ismed Sofyan memilih pulang ke Aceh. Ia lalu bergabung dengan PSBL Langsa pada 1998 dan setahun berikutnya ke Persiraja Banda Aceh.

Di periode ini, pria berpostur 168 cm tersebut menjadi langganan Timnas Indonesia kelompok umur. Terhitung sejak 1997 hingga 2001, ia main untuk tim U-19 dan U-23.

Kegemilangan Ismed Sofyan di Persiraja Banda Aceh dan Timnas Indonesia junior membuat klub legendaris Persijatim Jakarta Timur merekrutnya pada 2001.

Hanya semusim di Persijatim Jakarta Timur, Ismed Sofyan pindah ke Persija Jakarta pada musim 2002. Ketika itu, Macan Kemayoran merupakan juara bertahan Liga Indonesia.

Di Persija Jakarta, Ismed Sofyan tak tergantikan sebagai bek kanan dengan umpan terbaik. Sejumlah striker berkelas bergantung padanya.

Mulai dari Aliyudin, Bambang Pamungkas hingga Emanuel De Porras menjadi satu dari sekian pemain yang chemistry-nya sangat luar biasa dengan Ismed Sofyan.

Dalam wawancaranya bersama Tio Nugroho, Ismed Sofyan mengaku pernah ditawari main di Malaysia pada 2005. Saat itu, klub Telkom Malaka berniat memboyongnya.

Walau begitu, pemain yang identik dengan nomor punggung 14 itu pilih stay di tim ibu kota. Ia beralasan kalau Persija Jakarta setiap musimnya punya target ambisius yaitu juara.

Karena hal itulah Ismed Sofyan bisa bertahan di Persija Jakarta kurang lebih selama dua dekade. Ia bahkan tetap di klub meski beberapa rekannya sudah pergi.

Hingga akhirnya, hari yang mungkin kurang disukai Ismed Sofyan tiba. Skema pelatih Thomas Doll yang memilih mainkan pemain muda membuatnya tersingkir.

Memasuki Liga 1 musim 2022, Ismed Sofyan mengumumkan perpisahan di depan puluhan ribu Jakmania. Sambil berlinang air mata, ia tak kuasa sampaikan pesan itu.

Akan tetapi, rupa-rupanya Ismed Sofyan batal pensiun di Persija Jakarta. Tawaran dari klub Liga 2 Bekasi City membuat sang legenda masih ingin terus bermain.

“Banyak cerita, banyak sejarah, banyak air mata, sama-sama pernah kita jalani bersama. Malam ini, saya memohon pamit dari tim ini,“ kata Ismed Sofyan.

“Sekali lagi saya minta maaf tidak bisa pensiun di tim ini, maafkan saya,” ujarnya saat ditemani sang istri.

Di Bekasi City, Ismed Sofyan hanya bermain selama semusim saja. Lebih banyak jadi pemain cadangan, sang legenda gantung sepatu di klub terakhirnya itu.

Update Kabar Ismed Sofyan 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Debut Ismed Sofyan di Timnas Indonesia senior berlangsung pada Piala Asia 2000. Ia bahkan menjadi salah satu pemegang caps terbanyak untuk skuad Garuda.

Kabar pensiun Ismed Sofyan diunggah lewat pesan di media sosial pribadinya pad awal Februari 2024. Ketika itu, ia berterima kasih kepada pendukung Persija Jakarta.

“25 tahun saya berkarier sebagai pesepakbola, 03 Februari lalu saya memutuskan untuk menggantung sepatu,” jelas Ismed.

Berbekal lisensi kepelatihan A AFC, Ismed Sofyan awalnya disangka bakal menjadi pelatih. Akan tetapi, fakta yang terjadi justru sebaliknya.

Pertengahan November lalu, Ismed Sofyan dapat tugas baru. Bukan pelatih, namun dia ditunjuk sebagai Direktur Teknik kontestan Liga 3, Nusantara Lampung FC.

“Salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki Indonesia, kini resmi menjadi bagian dari keluarga besar Nusantara Lampung FC,” tulis Instagram Nusantara Lampung FC (22/11).

“Selamat datang, Direktur Teknik Ismed Sofyan. Lampung siap melangkah lebih jauh,“ lanjutnya.

Selain itu, Ismed Sofyan mengaku kalau dirinya diberikan jabatan lainnya untuk mengurus tim Liga 4, seperti Pesik Kuningan dan Slawi United.

Di sisi lain, Ismed Sofyan juga masih produktif bekerja sebagai legenda sepak bola Indonesia meskipun usianya sekarang sudah tidak muda lagi.

Beberapa hari lalu, Ismed Sofyan memenuhi undangan sebagai pemberi motivasi dalam launching tim kontestan Liga 3, Persikaba Kota Batu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih luar biasanya lagi, Ismed Sofyan mendadak jadi pelatih dan membawa tim Macan juara LOTTE Bintang Muda Generasi Masa Depan 2025.

(han)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.
DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR menyoroti rencana pemerintah menutup sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi.
alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 
background

Pekan ke-31

Waktu yang ditampilkan adalah WIB

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT