Cerita Bos Persib Borong 4 Pemain Grade S Di Menit Terakhir Bursa Transfer Pemain, Tegaskan Bukan Panic Buying
- tvOnenews.com - Dwi R Belva
Jakarta, tvOnenews.com - Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan menceritakan kehadiran empat pemain di menit terakhir bursa transfer pemain.
Persib memperkenalkan empat pemain sekaligus, Thom Haye, Federico Barba, Eliano Reijnders, dan Andrew Jung di hari-hari terakhir penutupan bursa transfer pemain.
Bagi Adhitia, keempat pemain bertitel grade S ini bukan sebagai bentuk panic buying alias mendadak direkrut setelah dua laga terakhir berakhir minor.
Adhitia menyebut bahwa ini merupakan bukti keseriusan Persib Bandung untuk membawa Maung Bandung ke jenjang lebih tinggi di Asia.
"Persib kemarin transfer Haye dkk itu bukan panik, itu bukti keseriusan kami, karena keempat pemain itu kita bawa, itu hasil kerja keras teman-teman manajemen," kata Adhitia dikutip dari kanal YouTube Viking Persib Club.
- Persib.co.id
Adhitia mengenang kembali saat mendatangkan para pemain tersebut dari Belanda, Italia dan Prancis.
"Itu transfer yang tidak mudah, tim legal kami itu transfer yang sangat sangat tidak mudah, itu buat sakit kepala, nego urusan legal," kata Adhitia.
Adhitia mengakui bahwa para pemain ini berada di bentuk permainan terbaik mereka. Bahkan Eliano Reijnders sempat memiliki catatan ranking tertinggi di PC Zwolle.
"Mereka bukan pemain Grade A lagi, sudah Super, kaya Eliano sudah main untuk FC Twente dan dia dapat rating tertinggi di pertandingan tersebut," kata Adhitia.
"Kita dapat rating tertinggi, kita nego dengan klub, dengan agen, dengan ayahnya, dan ayahnya baru deal kan bawa Tijjani ke Manchester City, kebayang mindset waktu adiknya malah ke Persib," kata Adhitia.
- Persib.co.id
Ketika ditanya siapa paling termahal dari empat pemain tersebut, Adhitia punya jawaban soal kedatangan mereka.
"Yang paling mahal, sebetulnya, semua pemain yang kita bawa itu, kita punya opsi untuk ambil jalan mudah, dengan bawa misal X dengan harga 1 juta dolar, selesai, tapi kita ambil jalan sulit, karena apa, kita ingin klub yang sustainable, dari harga 1 juta, mungkin cuma 30-40 persennya," kenang Adhitia.
Load more