Masih Ingat Zah Rahan Krangar? Gelandang Asal Liberia yang Pernah Jadi Raja di Liga Indonesia, Kabarnya Kini Justru...
- Instagram @zkrangar10
tvOnenews.com - Nama Zah Rahan Krangar tentu tak asing bagi para pecinta sepak bola Tanah Air, terutama mereka yang mengikuti Liga Indonesia di era 2000-an.
Pemain asal Liberia ini dikenal sebagai gelandang serang yang memiliki kecepatan luar biasa, visi bermain tajam, dan stamina yang tak ada habisnya.
Di masa jayanya, Zah Rahan bukan hanya sekadar pemain asing biasa. Ia berhasil mencetak sejarah sebagai pemain asing pertama yang meraih gelar Best Player Liga Indonesia.
- Instagram @zkrangar10
Prestasi ini diraihnya saat memperkuat Sriwijaya FC pada musim 2007/2008, memecahkan dominasi pemain lokal yang selama ini selalu menduduki posisi tersebut.
Karier Zah Rahan di Indonesia dimulai pada tahun 2004 ketika ia bergabung dengan Persekaba Badung.
Saat itu, ia masih berusia 19 tahun, namun berhasil mencetak empat gol dalam semusim. Bakatnya mulai mencuri perhatian banyak klub besar di Indonesia.
- Instagram @zkrangar10
Pada 2005, ia hijrah ke Persekabpas Pasuruan. Bersama tim berjuluk 'Sakera Warrior' itu, Zah Rahan tampil gemilang dengan 11 gol dari 24 pertandingan, bahkan sukses membawa klub promosi tersebut menembus babak semifinal.
Penampilannya yang konsisten membuat Sriwijaya FC kepincut untuk merekrutnya pada tahun 2007.
Keputusan itu terbukti tepat. Di musim perdananya bersama Sriwijaya FC, Zah Rahan langsung menjadi tulang punggung lini tengah dan membawa tim meraih dua gelar bergengsi sekaligus, yaitu Liga Indonesia dan Copa Indonesia.
- Instagram @zkrangar10
Berkat performa gemilangnya, ia dinobatkan sebagai Best Player Liga Indonesia 2007/2008.
Prestasi tersebut bukan hanya mengangkat namanya, tetapi juga mengubah pandangan banyak pihak terhadap pemain asing di Liga Indonesia.
Keberhasilan Zah Rahan membuka jalan bagi pemain asing lain untuk ikut bersinar.
Setelah dirinya, sejumlah pemain seperti Keith Kayamba Gumbs (2012), Paulo Sergio (2017), Rohit Chand (2018), hingga Renan Silva (2019) juga sukses meraih gelar individu prestisius itu.
Artinya, Zah Rahan bukan hanya meninggalkan jejak sebagai pemain hebat, tetapi juga menginspirasi banyak pemain asing lain untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di Indonesia.
Selain bersinar di Indonesia, Zah Rahan juga membela tim nasional Liberia. Ia mencatat 32 penampilan dan mencetak 5 gol untuk negaranya.
Debutnya di kualifikasi Piala Afrika 2008 melawan Guinea Khatulistiwa bahkan langsung dihiasi satu gol, meski timnya kalah di laga tersebut.
Karier klubnya juga cukup berwarna. Zah Rahan pernah bermain untuk sejumlah tim, termasuk Felda United di Malaysia, Madura United, PSS Sleman, hingga terakhir memperkuat Persela Lamongan sebelum memutuskan pensiun.
Meski sudah pensiun, Zah Rahan masih aktif berbagi momen lewat akun Instagram pribadinya, @zkrangar10, yang kini memiliki 46 ribu followers.
Ia tetap mendapat tempat spesial di hati para fans, terutama penggemar Sriwijaya FC dan Persipura Jayapura.
Salah satu momen paling membanggakan dalam kariernya adalah ketika ia sukses mengantarkan Persipura Jayapura berjaya di Liga Indonesia dengan 80 penampilan dan 22 gol.
Kini, meskipun sudah tak lagi bermain di lapangan hijau, warisan Zah Rahan tetap hidup.
Ia akan selalu dikenang sebagai gelandang asing legendaris yang mengubah sejarah Liga Indonesia dan membawa warna baru dalam kompetisi Tanah Air. (asl)
Load more