News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Cari Bibit Unggul, Liga 1 Musim Depan Wajib Turunkan Pemain Muda untuk Main Full di Pertandingan 

Sejak musim 2024/2025, PT LIB menerapkan regulasi untuk para klub Liga 1 wajib memainkan pemain muda.
Jumat, 16 Mei 2025 - 16:55 WIB
Cari Bibit Unggul, Liga 1 Musim Depan Wajib Turunkan Pemain Muda untuk Main Full di Pertandingan
Sumber :
  • Liga Indonesia Baru

Jakarta, tvOnenews.com - Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus, menyebut jika pihaknya bersama PSSI berencana akan mengubah regulasi terkait waktu menit bermain untuk para pemain muda di Liga 1.

Sejak musim 2024/2025, PT LIB menerapkan regulasi untuk para klub Liga 1 wajib memainkan pemain muda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Para klub kasta tertinggi Liga Indonesia itu diwajibkan harus memainkan satu pemain muda U-22 sekurang-kurangnya selama 45 menit.

Aturan ini pun tentunya menjadi wadah positif bagi para penerus generasi sepak bola Indonesia untuk bisa mendapatkan menit bermain yang lebih banyak.

Terbukti, sejumlah nama pun cukup bersinar di Liga 1 ini, termasuk Arkhan Fikri yang diandalkan bersama Arema FC. 

Pemain yang membawa Timnas Indonesia U-23 ke play off Olimpiade Paris 2024 ini sudah mencatatkan 27 pertandingan dengan dua gol dan empat assist untuk Arema. 

Tak hanya Arkhan Fikri, ada Alfriyanto Nico yang juga turut bersinar bersama Dewa United.

Alfriyanto Nico yang baru genap berusia 22 tahun pada April lalu telah mencatatkan 22 penampilan dengan berkontribusi dua assist di Liga 1 musim ini.

Melihat adanya dampak positif, PT LIB berencana akan mempertahankan aturan tersebut, bahkan menyesuaikan aturan menit bermain untuk pemain U-22.

Ferry Paulus mengatakan bahwa pihaknya bersama PSSI berencana untuk merubah regulasi dengan mewajibkan para pemain muda bermain penuh selama 90 menit pada musim depan.

"Jadi regulasi pemain muda itu ingin kami tingkatkan sesuai dengan permintaan PSSI. Sebelumnya pemain muda itu 45 menit," ujar Ferry Paulus di Jakarta pada Kamis (15/5/2025).

"Musim ini (2025/2026) rasanya berpotensi menjadi 90 menit karena itu permintaan PSSI. Ini baru bocoran karena definitif tunggu regulasi," tambahnya.

Selain pemain muda, Ferry Paulus menyebut jika regulasi kuota legiun asing di Liga 1 untuk musim depan pun turut akan berubah.

Seperti yang diketahui, Liga 1 mulai musim ini, tepatnya 2024/2025 menerapkan aturan penggunaan jumlah kuota pemain asing sebanyak delapan orang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, PT LIB selaku operator Liga 1 diketahui akan mengkaji ulang dan merubah jumlah kuota pemain asing tersebut.

PT LIB berencana untuk merubah aturan terkait kuota pemain Liga 1 yang semula berjumlah delapan, nantinya akan bertambah menjadi 11 pemain.

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT